Tampilkan postingan dengan label Top News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Man Saara Ala Darbi Washala (Siapa yang Berjalan di Jalannya Akan Sampai di Tujuan)

Biarkanlah hari terus berlari. Tetaplah jadi manusia mulia, apa pun yang terjadi. Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari. Karena tak ada yang abadi, semua kan datang & pergi. Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri. Karena lapang & tulus adalah dirimu sejati. Janganlah pandang hina musuhmu. Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu. Takkan abadi segala suka serta lara. Takkan kekal segala sengsara serta sejahtera.

Merantaulah, gapailah setinggi-tingginya impianmu
Bepergianlah, maka ada 5 keutamaan untukmu
Melipur duka & memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu

Kamis, 13 Februari 2014

Pembagian Karakter Manusia

1. TIPE KOLERIS
Adalah orang yang aktif, semangat pekerja keras, ambisius & sering bertindak sebagai motivator bagi orang lain. Orang koleris biasanya memiliki sifat terbuka, tetapi tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka

2. TIPE MELANKOLIS
Tipe yang paling berbakat dari semua tipe sebenarnya adalah tipe Melankolis meskipun anehnya, justru mereka adalah orang paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri

3. TIPE PLEGMATIS
Plegmatis merupakan orang yang tertutup. Biasanya tidak penuntut, santai, kalem & lambat. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide/perasaan jika ada kemungkinan akan melukai/menyakiti orang lain. Orang plegmatis merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia & menyenangkan

4. TIPE SANGUIN
Tipe ini adalah yang paling terbuka di antara semua karakter. Orang sanguin adalah orang yang suka berbicara. Mudah menyesuaikan diri, ramah, hangat & penuh humor. Mereka paling tidak tahan melihat orang asing di depan mereka tanpa menegur & menyapa

Selasa, 11 Februari 2014

Man Jadda Wajada (Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil)

Hidupku selama ini membuat aku insyaf untuk menjinakkan badai hidup, "mantra" Man Jadda Wajada saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh & sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya 1 cm, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.
Jarak antara sungguh-sungguh & sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban & keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, do'a & sabar yang berlebih-lebih.

Bagaimana tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata & Tuhan selalu memilihkan yang terbaik & paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh & sabar.
Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu & Alhamdulillah, aku sudah mereguk madu itu. Man shabara zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung

Badai Pasti Berlalu

Akan tiba masa ketika kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di luar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah dengan tabah & sabar, jangan lari. Badai pasti berlalu

Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar & mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri & tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menanglah badai rohani dengan iman & sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat

Bila badai datang, hadapilah dengan iman & sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati & disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?

Senin, 10 Februari 2014

Man Shabara Zhafira (Siapa yang Bersabar Akan Beruntung)

Bersabar & ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan. 
Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung & di rantau. 
Jauhilah perbuatan buruk & ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi & di atas bumi. 
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir. 
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses & impian kan tercapai. 
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu. 
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda. 
Singsingkan lengan baju & bersungguh-sungguhlah menggapai impian. 
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan. 
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan. 
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

Minggu, 19 Januari 2014

Pengakuan yang Terpendam

Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang ku belum mengatakannya karena... Yah... Karena berbagai alasan & alasan utamanya adalah karena ku takut. Kalau ku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan? Apakah kau akan menerima pengakuan ku? Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan menatap ku seperti ini? Tersenyum padaku seperti ini? Atau apakah justru kau akan menjauh dari ku? Meninggalkan ku? Tapi ku tahu ku harus mengatakannya padamu. Ku tak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, ku harap berharap 1 hal padamu. Jangan pergi dariku, tetaplah disisiku

Kamis, 26 Desember 2013

Aku Tidak Mengerti Ya Rabb ...


Ya Allah, kenapa aku merasa begitu sedih? Sebenarnya apakah yang membuatku bersedih sehingga aku berlinang airmata beberapa hari terakhir ini? Aku sendiri tidak mengerti, Ya Allah. 

Duhai gerangan apa yang meliputi hati ini sehingga setiap aku mengingat kasih sayang-Mu yang tercurah dari Ibu, aku tiba-tiba menangis.

Duhai gerangan apa yang membuatku menjatuhkan airmata ketika aku mengingat saudara, sahabat yang telah menjadi yatim…

Duhai gerangan apa yang merajai hati sehingga sewaktu aku mengingat semua kasih sayang-Mu, pemberian-Mu sejak aku lahir sampai sekarang, aku tak kuasa untuk menghitung dan mengingat dosa yang lebih dari usiaku yang sekarang, lebih tinggi dari gunung-gunung tertinggi yang Engkau ciptakan…

Ya Allah, ketika aku bersedih karena-Mu, aku percaya hanya Engkau pulalah yang dapat menghiburku. Aku percaya Engkau menyayangiku, karena itu masih Engkau berikan rasa sedih itu kepadaku, untuk lebih bisa bersyukur ketika sedang merasa bahagia.

Ya Allah, hanya Engkau-lah yang mengerti kesedihanku. Hanya Engkau-lah yang tahu makna dibalik airmataku, hanya Engkau-lah penyingkap tabir-tabir rahasia hatiku. Sedang aku sendiri tidak mengerti.

Ya Allah, semoga airmata ini, semoga tangisan ini, semoga kesedihan ini, semua perasaan yang aku rasakan ini hanyalah tertuju pada-Mu dan bukan selain pada-Mu.

Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dalam hatiku, hapuskanlah kesusahan dari lemahnya hatiku, sungguh aku merasa tidak berdaya. Ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan atas kesedihan ini, Ya Allah. Amin.

Jumat, 20 Desember 2013

The Alchemist

Pergilah, jelajahilah dunia. Lihatlah & carilah kebenaran & rahasia2 hidup. Niscaya jalan apa pun yang kau pilih akan mengantarkanmu menuju titik awal. Sumber kebenaran & rahasia hidup akan kau temukan di titik nol perjalanmu. Perjalanan panjangmu tidak akan mengantarkanmu ke ujung jalan justru akan membawamu ke titik permulaan. Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang. Sejauh apa pun kakimu melangkah, engkau pasti akan kembali ke titik awal

Minggu, 15 Desember 2013

Selamat Ulang Tahun.

Kiranya kotaku berulang tahun hari ini. Tak sangka aku pergi darinya pada hari yang spesial. Ah, rindunya merasakan dingin dan hujan dikota yang selalu ku datangi tiap minggu. Selamat ulang tahun. Tetap hangat dan nyaman di tengah dinginnya, ya?


Benar saja, semua begitu sama seperti dahulu. Tempat aku melepaskan pandangan seluas-luasnya di kota ini. Tak apa dingin, tak apa hujan. Aku senang sekiranya pas begini menikmatinya.

Kamis, 12 Desember 2013

Hambar

Waktu dimana beberapa jam terasa seharian bagiku. Benar, ketika aku tak sabar menunggu kabarmu. Ketika aku tak tau harus bagaimana bahkan untuk berbicara yang tepat dengan situasi begini. Aku merasa selalu salah langkah dan membuat kamu kesal.


Aku terlalu kenyang dengan rindu. Aku rindu, terlalu sibuk merindu sampai membuatku takut merindu. Takut ketika rinduku tak berbalas, rindu yang bagimu mungkin hanya sekedar pesan untuk dibaca. Lalu kemudian kamu mengabariku, tapi aku terlanjur emosi menunggu. Kesibukan rinduku yang menyalip disela kesibukanmu.


Aku rindu, rindu keadaan kita sebelum ini. Keadaan dimana aku menjadi diriku sendiri tiap kali mencarimu, bukan aku yang menemukanmu tapi kamu yang menemukanmu. Rinduku berbalas dan rasanya hangat sekali. Bahkan aku sampai tak peduli kita jauh, aku sendiri disini dan kamu disana. Aku sudah sangat baik-baik saja selama ada kamu, semua terasa ringan dilangkahku.


Aku rindu, rindu caramu padaku. Tapi caramu tidak lagi sama. Sejak sesuatu yang tidak penting mampu mempengaruhi perasaanmu, sesuatu yang bahkan tidak berpengaruh sama sekali bagiku. Sejak itu cintamu seolah menjadi hambar padaku. 


Aku rindu, dan ingin berkata rindu. Kita masih banyak berbicara seperti biasa meskipun tak membicarakan banyak hal. Aku bertanya kamu menjawab, begitupun sebaliknya. Sejak itu aku selalu merasa ada yang salah dengan kita. Berulang kali kubolak-balik membaca balasan pesan darimu, ada yang ternyata tak lagi sama.


Aku rindu, melebihi biasanya ku kira. Tapi aku merasa berbeda. Aku yang tidak biasa. Aku tak merespon dengan baik kejadian apapun belakangan ini. Kamu membalas pesanku, bahkan aku tak tersentak senang kegirangan seperti biasa. Ya, perasaanmu ketika membalas pesanku kali ini berbeda. Hambar. 


Aku rindu, rindu yang tak bisa kujelaskan. Semua sudah terasa hambar, bahkan rindu yang sangat padamu kali ini juga terasa hambar. Aku butuh menemuimu, tapi aku harus bagaimana dalam situasi begini? Ah, rindu terkadang tak terasa indah lagi pada saat-saat tertentu. Aku kesal merindu seperti ini.


Bisa apa aku selain menenangkan diri sendiri yang nyatanya tak kunjung tenang hampir tiga minggu ini. Dengan aku yang rindu dan kamu yang biasa saja, bahkan nyaris hambar padaku. Aku murung tanpa sebab, menangis tanpa sebab, bahkan mengawang tanpa sebab. Apa yang salah denganku? Bahkan kau yang kurindukan, serta merta biasa membaikkan perasaan dan menyemangatiku tak lagi demikian.


Berangsur dengan rindu jangka panjang seperti ini, perlahan menjadikanku pribadi yang bingung dengan diriku sendiri yang bahkan aku tidak mengenalnya. Jika keadaan berbalik, kamu merindukanku dan aku tak lagi antusias seperti biasa, akankah kamu sepertiku? Menungguku reda dan tenang dari kusutku? Tidak, kamu bahkan yang lebih dulu akan membisu membalas kebimbanganku, kamu marah dan menganggapku berlebihan dengan diam pun juga sikapku yang berbeda, hal tak berani kulakukan padamu.


Selamat malam yang selalu kutunggu ketika aku begitu lelah disini, bagiku cukup menggantikan bahu dan genggaman tanganmu. Selamat malam yang selalu kutunggu ketika aku merasa sendiri, bagiku cukup menggantikan waktu bertemu denganmu yang kunanti terasa begitu lama. Selamat malam yang selalu kutunggu ketika aku selalu tidak sabaran menunggu kabar darimu, di tengah kesibukanmu dan baru sempat mengabariku larut malam. Selamat malam yang selalu kutunggu ketika kamu selalu lebih sabar dariku menghadapi sesuatu, selamat malam yang membuatku selalu merasa lebih baik. Selamat malam yang selalu kutunggu ketika aku tak bisa tidur sebelum berbicara padamu meskipun hanya 3 menit. Selamat malam yang selalu kutunggu ketika kamu selalu menyempatkan waktu mengucapkan selamat malam padaku sebagai prioritas. Dan selamat malam yang kutunggu tak lagi sama, selamat malam yang terasa hambar, bahkan nyaris tak ada selamat malam lagi untuk kutunggu.


Sudah lama sekali rasanya kita tidak lagi saling mengucapkan selamat malam, saling bercerita, saling menenangkan, saling menanyakan keluhan masing-masing. Aku bahkan lupa kapan terakhir kita bercanda dan tertawa lewat telepon meskipun hanya 15 menit.

Maaf aku selalu begini, bahkan nyaris tak pernah berubah meskipun kamu selalu mengeluh aku cerewet, ngotot, memaksamu bicara. Aku bukan mengeluh, aku hanya ingin kita tetap bertahan dengan jarak. Apa yang kamu bilang jalani saja seperti biasa, bagiku terasa memiliki arti berbeda dengan kamu padaku yang semakin hambar. Itulah mengapa aku begitu kecewa dengan perubahanmu begini. Perubahan yang bahkan tak terlihat sebagai kamu yang ingin mempertahankan kita. Komitmen yang belakangan aku pertanyakan, bagaimana kabarnya? Apakah baik-baik saja? Seperti semakin berubah hambar dan terasa asing saja.


Kali ini baiklah, aku sudah terlalu banyak berbicara dan meminta waktu, yang sepertinya selalu salah langkah. Jadi aku akan diam saja sekarang. Bicarapun aku, semua tak akan berubah tetap hambar seperti ini, bahkan semakin hambar. 

Aku tak ingin berbicara untuk menjelaskan sesuatu lagi padamu.
Tapi jika dengan aku bicara padamu bisa merubah sesuatu aku akan bicara.

Selasa, 10 Desember 2013

Sekembalinya

Bener ya kata orang, kalo udah soal perasaan bisa lakuin hal paling konyol sekalipun ga peduli apa. Ini pertama kalinya aku gini. Sekalinya jatuh bener-bener jatuh deh. Aku bener-bener trauma kayanya kali ini. Biar Allah aja yang ngatur buat aku, ga mau nyari lagi, udah capek milih, capek berkorban, capek percaya, capek mempertahankan akunya. Toh, belom pasti buat kita. Waktu dikira udah pas, ternyata masih belum. Bakal lama banget buat aku bisa biasa lagi dan ga sensitif lagi sama cowok.

Mungkin aku udah terlalu capek dan lelah, bukan terlalu capek dan lelah sama hubungan aku dan kamu. Tapi terlalu capek dan lelah buat gini lagi ke depan, aku ga sanggup. Ga mau ambil resiko lagi. Lama tuk nyembuhinnya. Sampe bertahun buat aku. Kaya yang pernah aku bilang ke kamu waktu itu, “aku ga mau nyakitin dan disakitin, aku udah trauma. Kamu ga akan pernah bisa mastiin kamu bakal terus sama aku sampe nanti, aku ga mau kehilangan kamu nanti. Bakalan sakit banget buat aku”. 

Orang yang dulu aja, aku yang ninggalin, aku yang nyakitin, malah aku yang sampe benci gitu sama cowok. Benci banget aku di uji-uji begitu. Males aja aku tau orangnya gimana tapi ke akunya baik-baik gitu. Dibuat-buat banget. Tapi ya itu, udah terjadi. Aku sadar ada salah aku juga disini, kekurangannku, jeleknya aku, aku yang udah terlalu yakin kamu ga bakal pergi, dan aku yang berkali-kali percaya kalo apapun yang terjadi kita hadapi sama-sama. Tapi akhirnya kamu yang nyerah sama keadaan kita. Mungkin ini yang namanya ga jodoh.

Aku ga apa-apa. Alhamdulillah Allah ngasi aku keyakinan buat ikhlas sama apa yang kamu bilang “ini yang terbaik dan kamu udah yakin”. Mungkin ini cara kamu dan Allah buat memperbaiki diri aku, kekuranganku, jeleknya aku. Gimanapun kamu udah baik banget, sabar banget ngadepin aku. kamu ngajarin aku banyak hal tentang hidup yang bahkan aku masih terlalu anak-anak ternyata buat itu. Meski gini aku bakalan tetap berubah, buat diri aku juga, bukan buat kamu atau siapapun. Kalo mama bilang, “wajah aja bisa diubah, apalagi jeleknya kita”. Semoga ini bener-bener yang terbaik buat kamu, semoga kamu lebih baik, dapatin apa yang kamu pengen. Mungkin selama ini aku kurang tepat buat kamu, aku yang kurang baik. Aku mundur sekarang.

Perasaan aku ga pernah berkurang buat kamu, aku ga pernah lelah buat jalan sama kamu apapun masalah kita. Buat aku komitmen selalu komitmen. Aku ga berusaha melupakan, karena melupakan pasti bakalan sakit banget buat aku. Sekarang aku cuma belajar ikhlas. Semoga Allah menjadikan aku termasuk orang yang sabar, pemaaf, dan berlapang dada. Jauh dari semua penyakit hati. Aku selalu khawatir tentang kamu, semuanya.. bangun telat, makannya asal, kamarmu berantakan, kamar mandi ga dikuras, laundry baju, baju apa yang kamu pake, rambutmu, kerjaanmu, parfummu, kamu sakit, jam tidurmu, semuanya entah kenapa. Mungkin itu juga salah satu alasannya. Aku terlalu berlebihan khawatir tentang kamu. Ga tau kenapa buat aku, cukup aku tau sejelek-jeleknya kamu. Aku ga peduli gimana bagusnya, baiknya kamu di depan orang, cukup jelek dan kurangnya kamu buat aku. Mungkin ini juga alasannya biar kamu menemukan diri kamu sendiri mulai sekarang.

Gimana aku? Jangan tanya gimana aku. Kamu selalu tau jawabnya apa. Aku lebih baik ada kamu, emosiku reda ada kamu, aku semangat ada kamu, masalahku sedikit berkurang hanya dengan cerita sama kamu. Aku nyaman bersandar ke kamu. Maka dari itu, jangan pernah bilang semoga aku lebih baik tanpa kamu, kamu yakin aku lebih baik abis ini. Semoga ini bener-bener yang terbaik. Makasih buat semuanya, Maaf kamu nyakitin aku, klise! Itu kan buat kamu, bukan aku. Aku ga butuh kamu ngomong itu. Malah dengan bilang semua itu yang nyakitin aku. Jangan berusaha nguatin aku, karena kamu tahu persis apa yang bikin aku tenang, nyaman, dan lebih baik. Tapi yang pasti aku akan baik-baik aja, buat Papa, Ibu, dan keluargaku :’)

Sekarang, Allah yang bakal jaga kamu buat aku. Sampe sekarang pun nama kamu masih selalu ada dalam tiap doaku, terlepas aku bukan lagi perempuanmu, tapi aku tidak bisa menghentikan doa aku buatmu. Semoga ini bener-bener yang terbaik buat kamu dan aku ga salah ikhlas demi yang terbaik buat kamu.

Aku pengen kamu selalu jadi diri sendiri, dimanapun dan kemanapun kamu..

Sekarang aku sedang menggambar rencana masa depanku dari sebuah “AKHIR”. Dulu aku merancang masa depanku dari sebuah “AWAL” sama kamu, menggambarnya perlahan mulai dari sketsa. Tapi gambarnya belum selesai. Karena sekarang aku sendiri, maka sekarang aku belajar menggambarnya dari “AKHIR”.

Minggu, 27 Oktober 2013

Ciri-ciri Orang yang Jatuh Cinta Diam-diam

1. Hampir semua orang yang jatuh cinta diam-diam pernah menelepon orang yang mereka taksir & menutup teleponnya kembali. Hal yang membedakan paling hanya jam mereka menelepon


2. Orang yg jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah seperti penguntit

3. Orang yang jatuh cinta diam-diam seperti biasa tahu info orang yang ditaksirnya dari teman, dari pengamatan. Dari keinginan untuk mencari tahu, bahkan sampai hal yang terkecil atas orang yang ditaksir

4. Orang yang jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan

5. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat & menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu

6. Orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan

7. Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendo'akan. Mereka cuma bisa mendo'akan setelah cape berharap. Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin besar. Lalu semakin lama semakin jauh

8. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima

9. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan & sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah merelakan

10. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian

Minggu, 22 September 2013

Suka

Seberapapun menyukai, jikalau terlalu berlebihan akan menjadi menakutkan.

Beberapa pernah berkata suka dengan terang-terangan, beberapa bahkan tak mengungkapkan tapi membuatnya seolah menjadi teman biasa, beberapa tidak berani berkata suka, tapi diam-diam mengirim pesan. Beberapa dari mereka justru diam dan menjadikannya jarak.

Tentang lelaki. Tidak masalah apapun perasaan yang mereka simpan. Yang jadi masalah adalah bagaimana mereka menunjukkan. Bukan melebih-lebihkan. Bukan, bukan tentang suci, orang alim atau bagaimana. Bukan, bukan tidak mau terbuka atau membatasi hubungan. Hanya saja ada beberapa hal yang selalu terpikirkan sebagai perempuan. Bukan, ini juga bukan tentang gender. Bukan juga sombong atau angkuh.

Tentang hal yang never ever I’ve been shared dengan siapapun. Tentang hal yang benar apa yang Allah katakan, “Jagalah pandanganmu, auratmu, rendahkan suaramu wahai perempuan”.

Untuk beberapa hal, terkadang aku merasa melakukan hal yang masih belum pantas sebagai seorang perempuan. Menjaga pandangan, pakaian, bersikap, masih banyak lagi. Tapi ada satu hal yang sampai saat ini masih aku khawatirkan. Bukan tentang orang lain kepada kita, tapi tentang kita kepada orang lain. Khususnya lawan jenis.

Semakin kesini aku semakin mengerti kenapa perempuan harus berhati-hati, harus menjaga, lebih banyak diam, merendahkan suara, menundukkan pandangan dan lain sebagainya. Ya, perempuan adalah segalanya. Perempuan adalah back luar biasa jika mereka perempuan mengerti. Bagiku perempuan ibarat rumah tempat beristirahat, meredakan marah, meredam gundah, dan menenangkan. Bagiku perempuan tidak pernah lemah. Hanya saja pribadi mereka yang menjadikan nilai bagi diri mereka sendiri.

Terimakasih untuk mereka lelaki yang masih menghargai, untuk mereka lelaki yang masih sopan dalam menyukai.

Jumat, 30 Agustus 2013

Begitu Banyak Tanda Tanya "?????"

Sebenarnya, apakah itu perasaan?
Keinginan?
Rasa memiliki?
Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian?
Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu,
Begitu-begitu saja, tidak istimewa.

Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga & batasan?
Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat spesial di waktu yang juga spesial?
Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja & selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.

Sebenarnya, apakah itu "kesempatan"?
Apakah itu makna "keputusan"?
Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah "keputusan" atas sepucuk "kesempatan"?
Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?

Dalam hidup ini, ada banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah bisa terjawab

Rabu, 28 Agustus 2013

Berpikirlah Normal

Kecewa...
Iya aku tahu!!!
Jangan bertingkah seolah - olah hanya kau satu-satunya orang yang pernah dikecewakan.
Apa aku tidak kau buat begitu?
Bukankah waktu penguasa segalanya?
Hanya saja mungkin kau pikir hanya kau manusia di bumi ini.
Aku tahu, melukaimu adalah hal yang bisa menyulut semuanya.
Semacam menyulut kata perang di tengah suasanan damai selama ini.
Yang kau tahu, aku yang membuatmu seperti itu.
Kau tidak tahu betapa aku tersakiti dan dikecewakan oleh pembuat kecewa lain.
Dan aku rasa dia bukan manusia.
Cukup satu yang aku minta.
Berpikirlah jernih...
Aku ini siapamu...

Senin, 17 Juni 2013

Aku Ingin Marah Dalam Diam

Kemarahan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Bahkan, oleh hal-hal yang sebenarnya sangat sepele dan seharusnya dapat diatasi dengan tenang sekalipun. Ketika seseorang sedang marah, tak diragukan lagi berbagai hal yang paling nekat, aneh, dan menakutkan pasti bisa dilakukan. Maka, dapat dipastikan bahwa kemarahan ini akan menimbulkan efek yang sangat buruk baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.


Lantas, bagaimana cara kita meredam amarah yang muncul sehingga berbagai dampak buruk yang mungkin timbul dapat dicegah?

Dalam sebuah Hadist dikatakan : ”Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah, maka diamlah” (H.R. Ahmad). Demikian pula dalam ajaran Kristen diajarkan pula demikian : ”Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (Yak 1 : 19-20). Dan ; “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)

Maka, dari kedua ajaran tersebut diatas kita dapat ambil pelajaran bahwa memang amarah bukanlah sesuatu yang baik dan cara pertama untuk mengatasinya adalah dengan DIAM.

Ya, diam adalah langkah pertama yang bisa kita ambil untuk mengatasi kemarahan. Tapi seringkali kita gagal untuk melakukan tindakan pertama ini. Malahan, yang sering terjadi kita justru terpancing oleh tindakan orang lain dan perasaan kita sendiri untuk melampiaskan amarah kita pada hal-hal yang negatif dan justru menyebabkan amarah kita semakin memuncak.

Untuk bisa diam, tentunya adalah sebuah keputusan kita sendiri. Ketika kita memutuskan untuk diam, menarik nafas dalam-dalam dan memasang senyum pada bibir kita itu sudah menjadi langkah positif bagi kita untuk keluar dari zona kemarahan.

Begitu kita sudah bisa menenangkan diri, tentunya kita harus juga berfikir bagaimana solusi yang bisa kita ambil dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Apabila kita sedang marah pada pasangan atau rekan kita, langkah terbaik adalah memberikan kesempatan padanya untuk mengemukakan perasaannya dan tahan kuat-kuat keinginan untuk melontarkan serangan balik.

Selama kita mendengar keluhannya, berikan perhatian penuh dan jangan acuhkan setiap apa yang dikatakannya. Mungkin kita berpendapat bahwa melihatnya saja sudah bisa diartikan bahwa kita sedang menyimak perkataannya. Namun jangan lupa pula untuk menggunakan bahasa tubuh yang baik selama dia menyampaikan semua uneg-unegnya. Tataplah dirinya dengan tenang, jangan mendongak, dan jangan melipat kedua tangan di dada. Tampilkan kesan bahwa Anda memang memperhatikan dan beritikad baik untuk keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Jika dia sudah selesai bicara, maka sekaranglah saatnya Anda untuk berbicara. Namun ingat, dalam menyampaikan pendapat kita tentu saja harus dengan tenang, jelas, dan tegas. Jangan sampai apa yang akan kita sampaikan justru menjadi bahan bakar yang semakin menyulut kemarahannya. Tentu saja kita juga harus cerdas dalam menggunakan bahasa yang tepat dan pikirkan setiap perkataan yang akan disampaikan sehingga kita sendiri tidak salah bicara. Setiap kesalahan ucapan yang kita sampaikan berpotensi untuk membuat kemarahannya kembali memuncak.

Bila kesalahan memang ada pada diri Anda, jangan sungkan-sungkan untuk meminta maaf dan menyampaikan penyesalan Anda dengan tulus. Jangan pula memaksakan diri untuk melakukan pembelaan yang sebenarnya sia-sia karena Anda memang ada dalam posisi yang salah. Sebaliknya apabila kesalahan ada pada orang lain, pastikan Anda menyampaikannya secara baik dan jelas sehingga tidak menimbulkan sakit hati yang dapat semakin memperuncing permasalahan.

Bagaimana bila Anda sendiri sedang dalam kondisi tidak bisa berpikir secara jernih dan berbicara dengan kondisi yang baik? Untuk hal ini ada baiknya Anda sampaikan padanya dengan baik-baik bahwa Anda minta sedikit waktu untuk diam lebih lama lagi. Dalam hal ini, duduk diam sambil meminum segelas air putih mungkin bisa sedikit membantu Anda.

Nah, semoga mulai sekarang kita tak lagi menjadi orang yang dikendalikan oleh kemarahan, namun sebaliknya kita bisa mengendalikannya dengan baik dan dengan cara yang tepat sehingga kita tak lagi menjadi orang yang mudah marah. Sebab, orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dan menahan amarahnya.

Minggu, 09 Juni 2013

Thank's For Everything

Kau tahu, mungkin aku belum mampu setegar kau. Walau kadang kau bertingkah lebih dari anak-anak sekalipun. Aku belum mengerti bagaimana menempatkan hatiku di banyak tempat, bagiku semua sama saja, aku ingin marah, menangis atau kecewa.

Kau tahu, kau seringkali membuatku terluka dengan caramu marah, marah, dan marah. Tapi kau tahu, aku mulai mengerti ketika aku merasakan berbeda, aku merasa lebih aman kemanapun aku pergi.

Kau tahu, aku berusaha menjadi perempuan yang lebih kuat dengan kemarahanmu. Aku tahu, ini caramu menyayangiku, dan ini caramu menjagaku sekalipun kau jauh dariku.
Terkadang aku iri terhadapmu, aku selalu melihat kau mampu, apapun yang ada di depanmu. Entah itu kau sembunyikan dariku karena kau selalu berusaha terlihat baik-baik saja di hadapanku. Tapi aku tahu, kau menyimpannya jauh di hatimu.
Aku ingin...
Aku ingin...
Tapi aku masih belum mampu bertahan dengan cara seperti itu. Aku belum mampu setegar itu.
Terimakasih untuk segalanya...
Kau ajariku bertahan dalam hidup. Kau ajariku terluka untuk tegar.
Ajari aku lebih dari ini...


For my understanding and loving partner  :)
I’ll always remember ours..
Thank's for everything darl..

Jumat, 07 Juni 2013

Why Me?

Suatu ketika ada hal-hal yang dilupakan para pria ketika mengucapkan, “Will you marry me?” atau “Will you be my wife?. Ya, menjelaskan perihal apa yang membuat kalian begitu yakinnya berlaku demikian. 


Hmmm, wanita perlu diyakinkan apa yang membuat kalian para pria berkata begitu. Tentu ada alasannya bukan? Banyak hal-hal kecil yang dilupakan para pria, itu baru salah satunya. Jika tidak demikian, bisa saja nanti kalian berpaling memilih yang lain dan akan berdalih, “semua berjalan seiring waktu”, alasan klise. Maka dari itu kami butuh jawaban yang meyakinkan mengapa kalian memilih kami, bukan mereka yang berjuta diluar sana, kami butuh untuk sebuah komitmen bukan sekedar menguji. Jika Sang Khaliq mengizinkan, semua akan indah pada waktunya, begitu juga pernikahan yang terjadi, indah untuk satu dan hingga akhir hayat. Itu do'a para pengantin baru bukan?


When this moment will be happen to me, I ask him surely, it’s snazzy know you? hahaha.. Kalau belum bertemu jawabannya, maka jawaban, “Yes, I will” juga saya pending, Anda jual saya beli, Anda berhutang, saya nyicil dong, hahaha... :D

Kamis, 06 Juni 2013

Man Shabara Zafira :)

Setiap sabar ada batasnya, Muhammad ku tak pernah mengajari begitu. Yang aku tau Muhammad ku mengajari “Bersabarlah, jika marahmu tak terbendung, maka diamlah”. Sabar yang ada batas berarti memiliki porsi sendiri dalam hal lainnya, porsi marah, porsi iri, juga porsi dengki. Allah tak pernah melarangmu berkata-kata dalam diammu, menangis dalam sedihmu, kau masih punya tempat untuk mengadu bukan?


“Man Shabara Zafira, Siapa yang bersabar pasti beruntung”, seperti itulah yang dijarkan Muhammad ku. Itu sangat keren bukan?
Ya, sekali dua kali aku pernah mempraktekkan semacam ini, itu lebih baik rasanya. Lebih lapang rasa di dadaku, nafasku begitu lancarnya mengalir dan nyaman. Muhammad ku lah yang mengajariku, dan Tuhan ku lah yang menyelimuti hatiku. Tutup matamu untuk sejenak, hirup nafas yang dalam dan katakan, “aku maafkan dan aku ikhlas untuk apa yang telah membuat hatiku sempit, mati, kecewa, dan luka”. Sungguh, semua terasa lapang dan begitu ringannya melakukan sesuatu yang kau ingin.


Jadilah orang yang tenang dalam kecewa, anggun didalam marah. Memudahkan didalam sulit, melapangkan didalam sempit. Mengikhlaskan didalam luka, memaafkan didalam sakit.


Hakuna Matata !!!! Jadilah hidupmu mudah dan damai tanpa menyakiti apa yang tak seharusnya kau sakiti. Dan ucapkanlah dalam kegalauan serta kegundahanmu :
“Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillahirrahmaanirrahiim. Alla ta’luu ‘alayya waktunii muslimiin”.

Selasa, 04 Juni 2013

Mungkin Tuhan Punya Cara Lain.

Lebih baik dibenci daripada tidak dipedulikan. Setidaknya orang yang membenciku masih punya waktu untuk mempedulikanku.
- Fiersa B

Aku tak begitu pintar untuk bersanding denganmu. Ketika kau kerap berucap untukku berpikir dengan kepintaranku. Kepintaranku tak sepadan dengan kategori pintarmu. Mungkin juga kau beranggapan aku bodoh ataupun dungu.

Kita berbeda, aku suka rumah dan kau suka kebebasan. Tapi perbedaan bukan untuk saling memaksakan. Aku suka rumah, bukan berarti aku memaksamu untuk menyukai rumah dan selalu pulang. Kau suka kebebasan, bukan berarti kau memaksaku untuk mencintai kebebasan pula.

Aku memberi celah bagi kebebasanmu, apa aku juga tak berhak atas kebebasanku. Tidak, jangan kau artikan kita menuju “kebebasan” dengan maksud yang sama. Kebebasanku adalah kebebasan di dalam rumah. Kebebasan untuk di dengar, kebebasan untuk mengingatkan, dan kebebasan untukku diperlakukan adil di rumahku.

Ataukah mungkin hubungan kita mulai berkembang arogan dan egois?
Mencintai bukan membenarkan segalanya. Mencintai bukan tak ada perselisihan.

Jika kau berlaku hal yang jika orang lain lakukan padamu kau merasa sakit, jangan pernah lakukan pada orang lain. Kau saja tidak bisa menerima, apalagi orang lain? Segalanya diciptakan seimbang bukan?

Mungkin Tuhan punya cara lain untuk menerjemahkan perasaan kita. Atau kebersamaan kita. Apa kau masih memikirkanku ketika kita sama sama sulit? Apa kau masih memikirkanku ketika aku membutuhkan diwaktu kita tak berbaikan? Apa kau masih memedulikanku diwaktu kau marah? Apa kau memberiku celah ketika aku juga melakukan hal yang sama sepertimu? Aku masih.

Ditinggalkan. Untuk kesekian kali cukup bagiku. Mungkin Tuhan punya cara lain menunjukkan jalan padaku. Mungkin Tuhan punya cara lain mengajarkan aku lebih kuat dengan cara-cara seperti ini.