Tampilkan postingan dengan label Gosip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gosip. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Diego Michiels Menganiaya Mahasiswa

Jakarta (ANTARA News) - Pemain tim nasional , Diego Michiels (22), menjadi tersangka penganiayaan terhadap mahasiswa asal Bogor, Jawa Barat, Meff Paripurna (21).

"Sudah menjadi tersangka bersama tiga orang tersangka lainnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metropolitan Tanah Abang, Komisaris Polisi Widarto di Jakarta, Jumat.

Widarto mengatakan Diego masih menjalani pemeriksaan intensif bersama tiga orang temannya yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Meff.

Widarto menuturkan, penyidik kepolisian telah mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka terhadap Diego dan tiga orang temannya berdasarkan rekaman tersembunyi dan keterangan saksi, serta hasil visum.

Ketiga teman Diego yang turut menjadi tersangka, yakni Temmen, Trikun dan Baenet Patallala.

Keempat tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : 336/A/XI/2012/Sek.Tro.TA, Meff melaporkan Diego Michiels melanggar Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto menjelaskan kronologis kejadian berawal ada dua kelompok, yakni Meff dan Diego Michiels di Domain Club Senayan City, Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Kamis (8/11) pukul 02.30 WIB.

Salah satu teman Diego membawa minuman dan menyenggol kelompok korban, selanjutnya seorang temannya Meff menegur kelompok pemain sepakbola kelahiran Belanda tersebut hingga terjadi keributan.

Selanjutnya, Meff menghampiri dengan maksud melerai, namun korban mendadak mendapatkan pukulan hingga luka memar pada dagu, mata kiri dan kanan, serta hidung.

Usai dianiaya, korban dibawa ke Rumah Sakit Medical Permata Hijau, guna mendapatkan perawatan terhadap lukanya.

Meff sempat mendatangi Markas Polsek Tanah Abang pada pukul 05.00 WIB, guna mendapatkan surat pengantar visum.

Namun, korban tidak kunjung kembali ke Polsek Tanah Abang, hingga akhirnya Meff membuat laporan sekitar pukul 13.30 WIB. Belum ada keterangan resmi Timnas menyusul ditetapkannya status tersangka terhadap Diego ini oleh Keplosian.

Jumat, 02 November 2012

Di Balik Foto Bugil Novie Amelia

Menurut anggota Komisi III DPR, Ahmad Basarah, foto bugil Novi Amelia bisa mencoreng nama baik Polri. Apalagi dalam salah satu fotonya, tampak dua petugas seolah sedang bersantai di dekat Novi tanpa berusaha menghalangi pemotretan atau semacamnya.

Jakarta, Kompas.com - Kepala Polsek Metro Tamansari Komisaris Maulana Hamdan memastikan bahwa pihaknya sudah berupaya masimal melindungi dan merawat Novie Amelia, yang menyerempet tujuh orang dengan mobil Honda Jazz merahnya. Ketika itu, Novie hanya mengenaikan pakaian dalam. Setelah kejadian itu, kondisi Novie dalam keadaan labil sementara identitasnya tidak diketahui dengan jelas.
"Namun, kami memang tidak mampu menghalangi kamera masyarakat dan juga media, karena kejadian dan kondisinya saat itu mengundang masyarkat berkumpul, mengerumuninya," kata Maulana Hamdan, saat jumpa pers di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Rabu (17/10/2012) sore.
Ia memberi keterangan bersama Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Suntana, Wakil Ketua Komnas HAM Yosef Adi , dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto. Keterangannya berkaitan dengan beredarnya foto Novie Amelia yang tidak patut di masyarakat. Novie diamakan anggota polisi setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas, di Jalan Gajah Mada, Tamansari, pada Kamis sore lalu.
Peristiwanya terhadu Kamis, sekitar pukul 17.00. Waktu itu, Novie dibawa ke polsek dan di kantor polisi itu sudah berkumpul banyak orang, baik masyarakat maupun kalangan wartawan dari berbagai media massa. Kerumunan orang itu juga sudah ada sejak dari TKP kecelakaan lalu lintas. Ketika itu kondisi Novie masih mengenakan pakaian dalam. Polisi berusaha secara maksimal untuk melindungi Novie, namun tidak mampu menghalangi sejumlah kamera yang sengaja dibidikan ke arah Novie. Namun, polisi sudah berupaya mengingatkan masyarakat yang berkerumun bahwa ini bukan untuk komsumsi publik, karena ini menyangkut aib seseorang.

Saat itu Novie dalam keadaan terborgol karena yang bersangkutan labil. Matanya melotot kemudian yang bersangkutan teriak-teriak. Ia juga sedang menstruasi. Lalu anggota mengamankanya di ruang Unit Narkonba. Ketika Kapolsek masuk ke ruangan itu, Novie sedang berdiri, dengan mata melotot dan berteriak-teriak. Lalu lari ke sana kemari di atas sofa hitam. Novie berusahan menabrakan diri atau mejatuhkan diri ke meja kaca.
Kapolsek memerintahkan anggotanya untuk mengeluarkan meja dan barang berbahaya lainnya dari ruang tersebut, dan memerintahkan anggota untuk segera mencari sarung untuk menutup aurat Novie. Diperintahkan juga agar Novie tidak boleh ditinggal sendirian dan minimla ada tiga polisi yang menjaganya di ruang itu. Tindakan ini untuk mencegah Novie berbuat yang membahayakan dirinya sendiri dan mengindari perbuatan asusila. 
Diperintahkan pula, tidak boleh ada polisi yang menyentuh atau memakaikan pakaian kepada Novie. Setelah itu Kapolsek menghubungi Wakapolsek dan memerintahkan untuk memanggil polwan, dan memerintahkan pula agar polwan itu membawa dan meminjamkan bajunya untuk dipakaikan ke Novie. Diperintahkan juga ke anggota yang lain untuk membeli baju untuk Novie. Setelah itu Kapolsek ke luar kantor, mengecek mobil Novie yang ada di luar untuk mencari barang bukti.  Kapolsek juga menghubungi Kepala Polres Metro Bogor Kombes Suntana melaporkan peritiwa tersebut.
Kapolsek mendapat perintah dari Kapolres yakni segera mencari pakaian dan memakaikan pakaian itu ke Novie. Karena perintah Kapolres sudah dilaksanakan, Kapolsek lalu dengan anggota menelusuri dan menyisir sepanjang TKP, mulai dari Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk, karena informasi yang didapat ada lima orang korban yang ditabrak atau terserempet mobil Novie. Ternyata para korban hanya luka ringan dan sudah ada di Polsek.
Kemudian Kapolsek kembali ke polsek dan mengecek ke ruang dimana Novie diamankan. Di situ ternyata sudah ada polwan, yang tengah berusaha memakaikan baju ke Novie. Namun, Novie menolak dan berontak. Baju yang sudah dipakaikan, dibuka kembali. Bahkan pakaian dalamnya pun ingin dia buka. Melihat itu Kapolsek ke luar dan memanggil polwan yang di dalam, menanyakan kesulitanya. Polwan tersebut menjawab, Novie memberontak menolak berpakaian.
Polwan dicakar, diludahi, dan ditendang Novie. Polwan tetap diperintahkan untuk berupaya memakaikan baju kepada Novie. Kapolsek lagu berkoordinasi dengan perwira lainnya, untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya dalam menangani kasus Novie. Selesai koordinasi, Kapolsek mengecek kembali ke ruangan Novie dan didapati Novie sudah berpakaian.


Anggota lalu membawa Novie ke RS Husada untuk tes urin dan pertolongan medis yang diperlukan, seperti obat penenang, karena kondisi kejiwaanya Novie yang labil.  Selanjutnya pukul 21, Novie sudah kembali dari rumah sakit. Para polisi berempati padanya karena kondisi kejiwaannya dan belum jelas siapa keluarganya atau orang yang dikenalnya, yang bisa dihubungi. Sebab, telepon seluler dan dompetnya tidak ada, sehingga menyulitlkan polisi untuk segera mengetahui jati diri Novie, keluarga maupun kerabatnya.
Pada hari Jumat pukul 02.00, Kapolsek mengecek kondisi Novie. Yang bersangkutan sudah lebih tenang, tetapi bicaranya masih cadel. Lalu, Novie oleh anggota polisi diberi makanan hangat, agar kondisi dia cepat lebih pulih. Meski begitu, Novie tetap dijaga polwan, anggota provos, dan anggota yang piket.

Kamis, 01 November 2012

Putus Cinta Video Bugil Cewe Di Upload Ke Facebook

SURABAYA - Gara-gara putus cinta, MFA, pria berusia 25 tahun, menyebar video bugil kekasinya DP (21) di Facebook. Parahnya, pria asal Malang, Jawa Timur, itu mengunggah video bugil di akun Facebook milik perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Informasi yang dihimpun, dua sejoli ini semula berkenalan melalui chatting pada awal 2009. Setelah kopi darat, keduanya sepakat untuk berpacaran.
Saat berpacaran itu mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Beberapa kali hubungan intim sempat mereka rekam atas permintaan MFA. Perempuan asal Sidoarjo itu pernah menuruti permintaan sang kekasih untuk merekam adegan bugil sebagai pengobat rasa kangen. Dalam perjalanannya, hubungan keduanya kandas. MFA diputus DP pada Agustus 2011 lalu. Keputusan itu membuat MFA sakit hati. Sebagai melampiaskan sakit hatinya, MFA nekat mengunggah video bugil DP. Tak terima dengan perlakuan itu, DP melapor ke polisi sehingga kekasihnya ditangkap oleh polisi.
“Karena sakit hati, diputusin oleh DP,” kata MFA di Mapolda Jatim, Rabu (4/4/2012) seraya menambahkan video diunggah pada 5 Februari 2012. MFA masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim.

 Berita Dari Sumber Lainnya

Surabaya (beriatajatim.com) - Lantaran tidak terima diputus cintanya, Rafli Prawandiko (25), warga Perum Jati Karang, Krian, Sidoarjo, malah nekat menyebarkan video dan foto bugil sang pacar di facebook.
Akibatnya, korban yakni AY (17), yang merasa dipermalukan, melaporkan Rafli ke Polrestabes Surabaya bersama keluarganya.
Dijelaskan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, melalui Kanit Resmob AKP Agung Pribadi, Rafli menyebar foto itu karena jengkel diputus cintanya oleh AY, warga Kemlaten, Surabaya.
"Mereka berpacaran sejak akhir 2009 dan putus pada 4 Maret lalu. Karena kesal, foto itu pun disebar tersangka," tegas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman didampingi Kompol Suparti, Rabu (11/4/2012).
Untuk itu, Rafli dijerat pasal berlapis. "Dia kami jerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," terangnya.
Tindakan Rafli itu, dengan cara meng-upload foto tersebut dengan cara membobol akun facebook AY sehingga apa yang dilakukannya seolah-olah dilakukan mantan pacarnya sendiri.
Rafli sendiri mengakui kalau dirinya pernah mengunggah lima foto sang mantan di akun facebook miliknya. Kemudian, foto bugil AY dia kunci hingga tidak apa yang bisa melihatnya.
Awal ceritanya, sekitar tahun 2009 silam, AY berpacaran dengan tersangka. "Kemudian, tersangka merayu korban untuk berhubungan badan tiga kali," lanjut Farman.
Hubungan badan dilakukan di Hotel Hasma Jaya Jalan Pasar Kembang, Surabaya. Selanjutnya, mereka melakukannya di rumah nenek korban. "Foto dan video itu saya rekam dari HP waktu di kamar hotel dan rumah nenek AY," aku tersangka

Rabu, 31 Oktober 2012

Kasus Pemukulan Dimas Andrean

Pemberitaan di media massa yang menyebutkan Dimas Andrean dikeroyok orang tak dikenal karena mengemudi secara ugal-ugalan dibantah istri Dimas, Novita Triutama Dewi. Bantahan Novita itu dengan alasan bahwa kasus yang menimpa Dimas disamakan dengan kasus yang menimpa model Novi Amalia.
"Beritanya sudah beredar seperti itu, banyak orang yang tanya ke saya, kok Dimas bawa mobil ugal-ugalan sih. Sampe orang berpikiran kasus yang menimpa Dimas sama dengan kasus Novi Amalia. Padahal saat kejadian tidak seperti itu. Saya tau semua kronologisnya," papar Novita lewat sambungan telepon, Selasa (30/10).
Novita juga mengatakan hal tersebut terjadi karena berita yang beredar tentang kasus yang menimpa suaminya tidak benar adanya. Selain itu Novita juga menyayangkan sikap pihak berwajib dalam kasusnya.
"Teman media bilang data didapat dari pernyataan pihak kepolisian. Begitu saya tanya, Kasat Reskrimnya bilang kalau pihaknya tidak memberi pernyataan yang sama," ungkapnya.
"Saya cuma heran kenapa pihak polisi dalam kasus ini berani melakukan wawancara dan memberi pernyataan, tapi tidak mau melakukan klarifikasi," sambungnya.
 Akibat pukulan orang tidak dikenal, Dimas Andrean harus mendapat perawatan di pihak rumah sakit. Dia juga mengalami kerugian, karena mobilnya dirusak pelaku.
"Dimas dipukul tiga kali, waktu dipukul Dimas langsung berlumuran darah, kemudian dipisah. Kami langsung melapor ke Polres Tanjung Duren untuk selanjutnya divisum," kata Novi Triutama Dewi, istri Dimas, saat dihubungi lewat telepon, Selasa (30/10).
Novi yang juga pernah bermain di sinetron Bawang Merah Bawang Putih itu mengaku ikhlas atas pemukulan itu. Meski demikian, pihaknya meminta pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.
"Pelakunya memang langsung ditangkap dan minta damai. Kami belum tahu apa kasusnya harus dibawa ke meja hijau, tapi kita minta diproses secara hukum, dan pelaku diberi ganjaran atas perbuatannya," tandasnya.
Meski Dimas sendiri kini sudah bisa beraktivitas kembali, tapi dia masih belum bisa menjalani rutinitas di dunia entertainment. Mukanya masih lebam, sehingga tidak mungkin untuk kegiatan di depan publik apalagi syuting.
"Dimas masih belum mau syuting, karena mukanya kan lebam. Selain itu kita mau nama baik kita dibersihkan. Kami nggak akan melayani klarifikasi lewat jumpa pers. Kami serahkan semua kepada kuasa hukum kami, Arnold Purba," ujarnya.