Senin, 10 Februari 2014

Cinta Tanpa Hiatus


"Dek, kamu tahu kenapa aku ndak suka motor ninja?"

"Karena kamu ndak bisa beli khan?"

"Bukan...."

"Lha terus kenapa?"

"Karena bensinnya campur, campur surung (dorong)", sambil menunjuk seorang cowok yang menuntun motor ninjanya karena kehabisan bensin.

"Hahaha", tawaku pecah melihat cowok itu terseyok-seyok seperti keberatan bawa motornya.

"Mending kita ya, biar motor jelek yang penting jalan terus. Sama seperti cintaku padamu, cinta tanpa hiatus.  Dari dulu kamu masih pakai putih abu-abu, sampai sekarang kamu jadi ibu, hingga nanti memutih rambutmu, cintaku padamu tak akan pernah berkurang sedikitpun. Pokok'e tak akan lelah aku mencintaimu.

"Cie cie.... sok puitis" kupukul mesra pundak suami dan tawa kamipun pecah penuh kemenangan ketika motor kami mendahului cowok tersebut.

Cinta Tanpa Hiatus
Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cinta Tanpa Hiatus

Man Shabara Zhafira (Siapa yang Bersabar Akan Beruntung)

Bersabar & ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan. 
Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung & di rantau. 
Jauhilah perbuatan buruk & ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi & di atas bumi. 
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir. 
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses & impian kan tercapai. 
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu. 
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda. 
Singsingkan lengan baju & bersungguh-sungguhlah menggapai impian. 
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan. 
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan. 
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

Rabu, 05 Februari 2014

Hamparan Padi Baru Tanam

Pingin berlibur ke pantai, lihat matahari terbenam, bermain air laut, bermain pasir dan melihat pemandangan alam. Tapi apalah daya..... keadaan belum memungkinkan untuk jalan-jalan terlalu jauh. Sebagai gantinya, lihat hamparan padi yang baru di tanam aja dech sambil lihat awan yang bergumpal dengan berbagai bentuk. :)

 Padi baru tanam.





Matahari mau kembali ke peraduan

Pemandangan ini bisa kami nikmati setiap mau belanja ke pasar. Hamparan sawah yang masih lumayan luas ini panjangnya sekitar 200 meter yang menghubungkan desa saya dan desa sebelah. 

Tapi saat ini sudah mulai dibangun rumah. 5 atau 10 tahun ke depan mungkin jalan di tengah sawah ini sudah dihiasi rumah-rumah megah di kanan kirinya. Lalu dimana lagi kita akan mengajak anak cucu kita melihat pemandangan seperti ini? Entahlah.....


Minggu, 02 Februari 2014

Nenek Penjual Sapu Lidi

Seorang nenek penjual sapu lidi menghampiri saya kemudian menepuk pundak saya. "Masyaallah.... saiki kok maleh lemu maleh ayu, tokomu yo maleh apik", kata nenek itu sok akrab, sok kenal sambil mengelus pundak saya. Saya yang memang tidak mengenal nenek itu, jadi Ge eR dan hanya melongo sambil senyum-senyum menjawab pertanyaan-pertanyaan nenek itu.


Rupanya nenek itu sudah sangat lama tidak liwat daerah saya. Beliau nampak kaget ketika saya beritahu kalau pemilik toko yang lama sudah meninggal. "Innalillah.... lha kowe bojone anyar to nduk (kamu istri barunya ya)?", tanya nenek itu kepada saya. Kemudian saya menjelaskan cerita yang sebenarnya dan kamipun ngobrol ngalor ngidul.

Sampai akhirnya obrolan kami beralih ke sapu lidi. Nenek itu merayu saya untuk membeli sapunya. "Setunggal pinten mbah? (satu berapa mbah?)", tanya saya iseng. "5000 nduk", jawab nenek itu. Saya sempat menawar karena ikatannya kecil-kecil. "Yowes 4000 wae nduk", jawab nenek. Sayapun beli 2 dan memberikan selembar 10 ribuan tanpa minta uang kembalian. 

Melihat wajahnya yang keriput saya kok jadi nyesek. Nenek setua itu masih semangat mengais rejeki. Berjalan kaki sambil menggendong sapu lidi menyusuri jalan dari satu desa ke desa lain. Sementara banyak orang yang masih muda tapi malah memilih pegang ecek-ecek atau hanya sekedar menengadahkan tangan untuk minta sedekah. "Yang penting usaha, ndak minta-minta", begitu kata nenek itu menyemangati diri. 

Mendengar kata nenek itu saya jadi tersentil. Saya yang tinggal duduk manis menunggu pembeli datang kok masih suka mengeluh. Sementara nenek itu, harus berjalan kaki berkilo-kilo, kepanasan, kehujanan, itupun belum tentu ada yang beli sapunya. Berati saya jauh lebih beruntung dari nenek itu ya. Jadi jangan mengeluh dan harus tetap bersyukur dengan keadaan saya sekarang. Semangat!!!!!.  

Nenek penjual sapu lidi. Saya beli 2 ikat harganya 10ribu. Padahal di toko dekat rumah harganya 2ribu/ikat. Tertipukah saya?? Saya rasa tidak. :).


Jumat, 24 Januari 2014

Apa Yang Dilihat Cowok Pada Cewek

cewek montok


Apakah Anda yakin kalau pria hanya melihat Anda dari ukuran boobs atau pinggul?

Jangan keburu percaya apa yang dikatakan orang deh. Tak semua pria seburuk itu penilaiannya. menurut Dr. Paul Dobransky, penulis The Secret Psychology of How We Fall In Love, selama 5 menit pertama seorang pria melihat wanita, tentunya ada hal yang menarik perhatiannya. Hal fisik yang menjadi penilaian utama, karena yang paling mudah ditangkap oleh mata.

Tetapi apa saja sih yang dilihat pria pertama kali? Mari kita lihat hasil penelitian tersebut:

1. Mata

Justru hal pertama yang dilihat oleh pria dari wanita adalah mata. Yeap, karena merupakan jendela hati, mata selalu menarik perhatian pria yang mencoba-coba membaca isi hati wanita.

Tanpa disadari, sebenarnya mata juga menceritakan sekilas tentang hidup Anda kepada pria yang sekarang ada di depan Anda. Ia akan segera tahu apakah Anda jujur, apakah Anda hanya asal bicara atau sedang menyembunyikan sesuatu.

2. Senyuman

Hal kedua yang dilihat dan menarik perhatian pria adalah senyuman. Apalah arti punya wajah cantik kalau tak pernah tersenyum. Sudah seharusnya memang wanita memperlihatkan senyum ramahnya untuk membuat setiap hati jatuh pacarnya.

Bahkan kekuatan senyuman ini mengalahkan semua jenis makeup yang Anda pulaskan di wajah.

3. Rambut

Inilah kenapa sebabnya Anda harus memperhatikan tatanan rambut Anda. Disebut sebagai mahkota karena memang juga menjadi pusat perhatian mata para pria. Wanita kerap meremehkan hal ini, membiarkan tampilan rambutnya acak-acakan, tidak disisir, tidak diatur rapi.

Padahal kalau wanita mau menyempatkan waktunya untuk menata rambut, pria akan semakin mudah kagum padanya.

Oya, satu lagi yang perlu Anda perhatikan dari rambut adalah kebersihan dan aroma wanginya. Malas mencuci rambut akan meninggalkan aroma kurang sedap karena rambut sudah dipenuhi debu, kotoran dan juga minyak.

4. Kaki

Yang satu ini mungkin mengejutkan bagi Anda, tetapi cukup masuk di akal kalau kaki adalah hal lain yang menjadi pusat perhatian pria. Lihat saja para desainer sepatu yang sebagian besar adalah pria, Christian Louboutin, Manolo Blahnik, dan lain sebagainya menganggap bahwa kaki wanita itu sangat menarik dan indah.

Inilah juga yang menjadi salah satu alasan utama agar Anda memperhatikan kebersihan serta kelembutan kulit, dan mencari alas kaki yang tak hanya nyaman namun juga cantik dilihat.

5. Boobs

Nah, tiba ke hal yang sudah Anda duga. Tak dipungkiri pria memang suka bagian tubuh wanita yang satu ini. Tak hanya enak dipandang, tetapi pria juga punya rangkaian imajinasi tentang cewek montok.

Dan merawat tekstur serta kecantikan boobs tak kalah pentingnya dengan merawat bagian tubuh lainnya. Anda bisa mencoba latihan beban untuk membuat dada tetap kencang dan naik.

6. Kulit

Pria lebih senang melihat wanita dengan kulit yang bersih, ok kami ulangi ya kulit yang bersih bukan kulit yang putih. Wanita seringkali salah paham akan satu hal ini dan menganggap bahwa wanita yang cantik adalah wanita yang kulitnya putih. Padahal, bagi pria cukup melihat kulit yang bersih, bebas jerawat dan noda, untuk membuatnya jatuh cinta.

Sekarang Anda bisa mulai memfokuskan kondisi kulit Anda, bukan mencari perawatan yang memutihkan tetapi perawatan kulit yang akan membuat kulitmu bersih dan lembut.

7. Pakaian

Jangan dikira selera pakaian pria itu buruk. Kalau soal menilai penampilan wanita, pria adalah ahlinya. Dan pria sebenarnya tidak merasa tertarik pada pakaian-pakaian yang terlalu terbuka. Pria lebih senang melihat wanita yang cerdas memilih pakaian yang dapat mengungkapkan kepribadiannya.

Jadi ladies, cerdaslah dalam memilih busana yang Anda pakai sehari-hari. Memberikan kenyamanan dan tetap menjaga kesopanan akan membuat pria menaruh respect pada Anda.

Kamis, 23 Januari 2014

Pakai Clodi, Irit Tapi Bukan Pelit

Alfi lahir di bulan januari setahun lalu, saat musim penghujan. Kami yang tidak memiliki mesin cuci sempat kerepotan karena cucian menumpuk ndak kering-kering. Meskipun persediaan perlengkapan Alfi sudah banyak, tapi tetap saja kurang karena Alfi sering pipis. Sehingga, dengan terpaksa Alfi harus pakai diaper. Sehari Alfi habis 2-3 diaper untuk mengurangi cucian.


Kebetulan ada teman yang datang terus kasih tahu kalau ada popok isi ulang. Kalau pipis tinggal ganti kainnya dan tidak bakal tembus sampai bedong atau alas tidurnya. Saya penasaran dan menanyakan dimana belinya. Tapi waktu itu umur Alfi baru seminggu dan kondisi saya masih belum memungkinkan untuk pergi-pergi. 

Ketika umur Alfi sebulan, saya diperbolehkan pergi ke pasar. Sayapun pergi ke toko perlengkapan bayi untuk membelikan Alfi popok isi ulang yang kemudian saya tahu namanya clodi (cloth diaper). Ada, tapi tinggal 1 itupun berbentuk celana dan kurang cocok untuk bayi baru lahir. 

Akhirnya saya browsing di internet dan menemukan apa yang saya cari. Kemudian saya order 3 buah dengan harga 198 ribu sudah termasuk ongkos kirim. Tak perlu keluar masuk toko, clodi yang saya inginkan sudah sampai rumah. Itulah salah satu keuntungan belanja online. :)

Beberapa hari setelah pesanan clodi saya sampai, Antehnya Alfi (istrinya Adik) juga kirim 1 clodi buat Alfi. Jadi Alfi punya 4 clodi dan itu sangat membantu kami untuk mengurangi pemakaian diaper dan juga cucian. Kalau biasanya semalam habis 2  menjadi 1 diaper. Paginya, sehabis mandi juga tidak perlu pakai diaper karena sudah ada clodi. Berati saya bisa irit diaper dan irit uang belanja juga donk. :).

Alfi umur sebulan lebih, Clodinya masih kedodoran.

Semakin tambah usia Alfi, semakin berkurang pula volume pipisnya Alfi. Dan Alfi seperti gerah, tidurnya kurang nyenyak kalau pakai diaper. Awalnya saya masih nekad, habis mandi sore langsung pakai diaper. Tapi Alfi malah rewel dan tidurnya gelisah. Begitu diaper dibuka Alfi langsung tidur pulas. Ya sudah, bye-bye diapers dech.  Hanya saat bepergian jauh saja pakai diaper, kalau perginya dekat cukup pakai clodi saja. 

Alfi 3 bulan. Pakai clodi ga bakal ngompol di pangkuan. :)

Sebagian ibu mungkin akan mikir-mikir dulu untuk beli clodi karena harganya yang lebih mahal dan perawatannya yang ribet. Tapi kalau di hitung-hitung pakai clodi jauh lebih murah daripada pakai diaper lho. Saya beli 198ribu sampai sekarang umur Alfi 1 tahun masih bisa dipakai. Sedangkan kalau pakai diaper? Jika 1 biji harganya 2000, sehari habis 2 dikalikan 30hari dikalikan 12 bulan, sudah berapa ratus ribu coba? Uang Diaper setahun sudah bisa dibelikan mesin cuci kali ya.... Tapi saya kok belum beli ya..... :).

Alfi 4 bulan. Pakai clodi tetap enjoy bermain tanpa takut ngompol di tempat orang. :).

Ketika tahu Alfi tidak pakai diaper, ada beberapa tetangga yang agak gimana gitu. Menurut mereka, mungkin saya pelit "Kok ndak pakai pamp**s, kalau di ompoli gimana?", kata mereka. "Diompoli ya ganti to....", jawab kami enteng. Tapi Alfi memang anak pintar, kalau pingin pipis dia pasti melorot dari pangkuan. Jadi ndak bakal ngompol di pangkuan. Itupun kalau sudah sangat kebelet, karena Alfi sudah biasa pipis di catur (eh apa ya namanya?).

Biarkan saja orang mau bilang saya pelit atau apa, yang penting saya bisa irit uang belanja sekaligus bisa mengurangi jumlah sampah. Kalau di tempat saya mungkin tumpukan sampah tidak menjadi masalah karena bisa di timbun di pekarangan. Tapi di kota-kota besar sampah menjadi salah satu penyebab banjir bukan? So, pakai clodi ga bakal rugi dech... :).

Giveaway Irit tapi Bukan Pelit

Minggu, 19 Januari 2014

Pengakuan yang Terpendam

Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang ku belum mengatakannya karena... Yah... Karena berbagai alasan & alasan utamanya adalah karena ku takut. Kalau ku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan? Apakah kau akan menerima pengakuan ku? Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan menatap ku seperti ini? Tersenyum padaku seperti ini? Atau apakah justru kau akan menjauh dari ku? Meninggalkan ku? Tapi ku tahu ku harus mengatakannya padamu. Ku tak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, ku harap berharap 1 hal padamu. Jangan pergi dariku, tetaplah disisiku