Tampilkan postingan dengan label Hong Kong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hong Kong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Cerita Ramadhan di Negeri Orang

Tahun 2003, untuk pertama kalinya saya menikmati Ramadhan di negeri beton Hong Kong. Waktu itu baru  3 mingguan saya datang, ramadhan juga datang. Saya pun minta ijin ke majikan untuk menjalankan ibadah puasa.


"Nyonya, bolehkah saya puasa?"

"Puasa itu apa?"

"Puasa itu tidak boleh makan dan minum  seharian"

"Hah, kamu pingin mati ya?"

"Tidak nyonya, kami orang Indonesia sebentar lagi hari raya jadi harus puasa. Saya sudah biasa melakukannya"

"Tidak boleh, nanti kalau kamu sakit gimana? Kalau tidak kuat kerja gimana?"

"Oh... ya sudah kalau tidak boleh"

Sedih rasanya ketika majikan tidak mengijinkan saya puasa dengan alasan takut sakit atau takut tidak kuat kerja. Tapi saya tidak menyerah begitu saja. Kebetulan majikan kerja dari pagi hingga malam, sehingga saya bisa puasa dengan sembunyi-sembunyi. 

Berat, itulah yang saya rasakan ketika saya harus puasa tanpa sepengetahuan majikan. Apalagi saat itu saya masih potongan gaji, jadi saya tidak punya uang untuk membeli makanan sendiri. Setiap hari saya menyembunyikan 2 lembar roti tawar jatah sarapan buat makan sahur. Sebotol air putih dan 2 lembar roti tawar itulah menu makan sahur saya setiap hari. Makannya pun di dalam kamar yang gelap, karena takut ketahuan majikan.

Sedangkan untuk berbuka, saya biasa minum air putih dulu sambil menunggu majikan pulang kerja. Hampir setiap hari saya harus menahan lapar sampai jam 8-9 malam karena tidak ada makanan apa-apa.. Majikan memang suka masakan yang masih panas, jadi masaknya beberapa menit sebelum majikan pulang. Pas selesai masak pas majikan pulang, barulah bisa makan.

Sering airmata saya menetes ketika ingat keluarga di kampung. Biasanya saat berbuka maupun sahur, aneka makanan sudah siap di meja dan tinggal santap. Tapi di Hong Kong saya harus makan seadanya. Nelongso banget rasanya.... pertama kali kerja di negeri orang harus mengalami seperti ini. "Sabar...", itu yang selalu saya ucapkan untuk menyemangati diri sendiri.

Dengan sabar dan niat yang kuat, meskipun hanya makan sahur dengan 2 lembar roti tawar dan sebotol air, saya tetap kuat berpuasa. Tapi sempat bolong juga karena benar-benar tidak kuat. Daripada terjadi apa-apa dan ketahuan majikan, terpaksa saya tidak puasa.

Dan alhamdulillah..... hal ini hanya terjadi di tahun pertama saya kerja. Tahun ke dua saya tetap puasa sembunyi-sembunyi tapi saya sudah punya uang untuk membeli makanan sendiri. Setelah saya pindah majikan dan merawat nenek, saya bisa bebas berpuasa. Saat sahur, nenek asuhan saya sering membangunkan saya dan nenek menyuruh saya menyisihkan makanan buat makan sahur. Sedangkan saat berbuka, majikan rela makan lebih awal biar saya bisa segera buka puasa.

Berakit-rakit ke hulu, berenang renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Begitu kata pepatah dan saya bisa membuktikannya. :)

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka  Ramadhan Giveaway  dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat


Selasa, 05 Maret 2013

Kado Terindah Sepanjang Usia

Merayakan hari ulang tahun adalah hal yang tidak biasa dilakukan oleh keluarga saya. Sejak kecil, hari ulang tahun berlalu begitu saja tanpa ada ucapan selamat maupun acara tiup lilin. Dan saya tidak pernah protes kepada orang tua saya, karena memang seperti itulah kebiasaan di kampung saya. Tapi ketika usia saya menginjak 17 tahun, saya minta untuk merayakannya dan orang tua mengijinkan. (Ceritanya pernah saya tulis di postingan Ultah ke 17).



Setelah saya jadi TKW Hong Kong, saya selalu menyisihkan sebagian rejeki untuk merayakan hari ulang tahun. Tepatnya bukan merayakan sich.... tapi hanya sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepada saya. Tidak ada pesta, tapi hanya dengan mentraktir makan teman.

Kalau rejekinya banyak makannya ya di Restoran Padang, kalau rejekinya sedikit makannya ya di KFC atau di Lapangan terus kalau hujan pindah ke atas jembatan penyeberangan *Karena bulan Juni di Hong Kong selalu diguyur hujan*. Kadang ada kado kadang tidak ada, kadang ada kue, kadang juga tidak ada. Meskipun begitu, saya sudah sangat bahagia karena ada teman berbagi disaat saya jauh dari keluarga.

Menikmati kue ultah di atas jembatan penyebrangan samping hotel Regal Causway Bay

Dan cerita ulang tahun saya menjadi lain ketika saya sudah kembali ke kampung halaman. Karena ada suami yang menemani di hari ulang tahun saya yang ke 29. Yah... meskipun tak ada kado atau puisi romatis dari suami untuk saya, tapi saya tetap bahagia. Karena suami mengajak saya makan di tempat yang suasananya romantis. 

Padahal sebelum hari H, saya sudah mengingatkan "Mas, ultah nanti aku minta kado. Masa dari dulu ndak pernah kasih kado buat aku". Tapi tetap saja tidak ada kado buat saya. Hikz. 

Meskipun suami tidak memberikan kado untuk saya, tapi ALLAH telah memberikan kado yang lebih indah untuk saya. Kado itu adalah janin yang mulai tumbuh di rahim saya. Ya... waktu itu saya hamil lagi, setelah 6 bulan sebelumnya saya mengalami keguguran. Sebuah anugrah yang tidak hanya membuat saya dan suami bahagia, tapi juga keluarga besar kami. 

"Wah mbak Tarry baru ulang tahun ya? Selamat ya mbak....buku ini jadi kado terindah donk mbak", kata bu Bidan sambil menyerahkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kepada saya. Buku yang belum sempat saya miliki karena ALLAH mengambil calon buah hati kami yang dulu, akhirnya bisa saya miliki sebagai kado ultah untuk saya. Ach.... rencana ALLAH memang jauh lebih indah dari apa yang saya bayangkan.
Dan sekarang, kado terindah itu telah hadir di tengah-tengah keluarga kami menjelang usia saya ke 30 *ketahuan kalau sudah tua*. Meskipun saat peri kecil kami lahir 15 januari 2013, ultah saya kurang 5 bulan lagi, toh saya harus bilang umur saya 30 saat dokter atau perawat menanyankan umur saya. Karena tahunnya sudah berganti :).

Semoga ALLAH memberi saya umur panjang agar bisa merawat dan membesarkan kado terindah ini menjadi anak yang sholehah..... berbakti kepada orang tua, dan memberi manfaat kepada semua umat. Amiiin


Postingan ini diikutsertakan pada GiveAway Ultah Samara



Minggu, 17 Februari 2013

Kisah Sedih di Negeri Orang

"Saya tidak suka nyonya memukul saya", ucap saya sambil menahan bendungan airmata yang hampir jebol karena perlakuan majikan perempuan yang super judes. Entah dapat keberanian darimana hingga saya berani melawan dia ketika dia menampar pipi kemudian mendorong saya dengan keras. Andai saja tidak ada wastafel di belakang saya, pasti saya sudah jatuh tersungkur di lantai.

Mendapat perlawanan dari saya, dia memperendah volume suaranya dan segera meninggalkan saya. Sebelum kejadian itu, majikan perempuan saya memang suka memakai tangannya ketika saya melakukan kesalahan atau tidak paham dengan apa yang dia katakan. Kadang mendorong, kadang mencubit atau memukul tubuh (bukan wajah). Tapi hari itu dia menampar pipi saya, sehingga muncul keberanian saya untuk melawan.

Setelah kejadian itu, dia tidak pernah memakai tangannya lagi. Tapi bukan berati selesai penderitaan saya, karena dia melampiaskan kejengkelannya dengan ngomel-ngomel atau menyuruh saya melakukan pekerjaan tidak pada waktunya. Seperti lap jendela saat hujan atau cuci kamar mandi tengah malam dengan alasan pekerjaan saya kurang bersih. Setiap waktu istirahat tiba, sering airmata tumpah untuk mengurangi beban di dada.

"Kalau seorang tarry menangis, bukan berati tarry cengeng. Tapi karena beban yang harus dipikul terlalu berat" curhat saya kepada seorang teman. "Iya, saya tahu.... Kamu seorang yang tegar. Seberat apapun beban yang harus kamu pikul, kamu pasti bisa", kata teman saya memberi semangat.

Dan saya bisa membuktikan bahwa saya bisa. Meskipun hari-hari yang saya lalui penuh omelan dan makian, toh saya bisa menyelesaikan kontrak kerja saya 2 tahun. Saya hanya memasukkan kata-kata menyakitkan majikan lewat kuping kanan dan mengeluarkannya lewat kuping kiri. Lagian ketemunya dengan majikan hanya pagi-pagi bangun tidur sama malam menjelang tidur. Tapi herannya, waktu yang sedikit itu kok dimanfaatkan buat ngomel-ngomel terus. Hehe.

Kisah diatas adalah pengalaman paling menyedihkan selama saya menjadi TKW Hong Kong. Saat itu saya baru pertama kalinya kerja di luar negeri. Jauh dari orang tua, kekasih dan keluarga, belum punya pengalaman kerja dan belum bisa bahasanya. Rasanya pingin pulang agar terbebas dari majikan jahat itu. Tapi saya ingat, impian saya belum kesampaian.
                                      Di Hong Kong ada keindahan, tapi tak ada kebahagiaan

Selalu bersabar, terus bertahan, dan ganti-ganti majikan, itulah yang saya lakukan untuk mengejar impian dan kebahagian. Sampai tak terasa, 8 tahun lebih saya merantau di negeri orang. Tapi sekarang sudah setahun hidup tenang di tengah keluarga tercinta. Karena kebahagiaan itu bukan berasal dari uang melainkan dari hati yang tenang dan tentram. :).


Artikel ini diikutkan dalam "Giveaway Gendu-Gendu Rasa Perantau"


Rabu, 06 Februari 2013

Narsisis Artistik - Tomboy Yang [Sok] Feminin

Untuk ke 2 kalinya Una mengadakan Giveaway dengan tema lain dari yang lain. Dulu tentang Pengalaman pertama, dan saya beruntung dapat hadiah buku. Tulisan saya yang berjudul Pengalaman Pertama - Kepuncak Hong Kong Jalan Kaki memang bukan yang terbaik, tapi saya berhasil jadi pertamax. Sehingga Una berbaik hati memberikan hadiah buku untuk saya. Alhamdulillah.....


Kali ini Una mengambil tema Narsisis yang Artistik *Maksudnya iki opo Na?*. Kalau foto narsis mungkin banyak, tapi apa foto tersebut masuk kategori artistik? Biarlah Una yang menilai sendiri. Dan setelah obrak-abrik file, akhirnya saya milih beberapa foto untuk dipajang disini.

 Narsis di mall, Tai Koo Shing, Hong Kong.

Foto ini diambil ketika saya baru memulai pakai jilbab. Saya yang sebelumnya suka dandan tomboy, butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Meskipun pakai jilbab, pakaian saya masih sama seperti saat dandan tomboy. Celana jeans, kaos, dan sepatu all star masih jadi pakaian favorit saya.

Sampai akhirnya ada seorang teman yang memaksa saya untuk dandan feminin. Teman saya ini mengantar saya beli baju di butik dan memilihkan beberapa potong baju yang dirasa pas buat saya. "Aku gelem, asal mbok tukokne (Aku mau asal, kamu yang beliin)", kata saya agar terhindar dari dandan feminin. Saking pinginnya lihat saya dandan feminin, teman saya ini rela kehilangan beberapa ratus dollar untuk membayar baju yang dia pilih. Hikz.

 Inilah gaya sok feminin saya yang mirip foto model kesasar di jembatan penyeberangan Causeway Bay. Tapi belum sepenuhnya feminin ya, wong masih pakai sepatu sejenis All star dan tas selempang.

Dipaksa pakai sepatu jinjit dan tas cewek. Tapi malah kelihatan aneh dan ga pede. Mendingan jadi diri sendiri saja. Lebih Pede dan lebih enjoy. :)

Postingan ini diikutkan di Narsisis - Artistik Giveaway

Minggu, 22 Januari 2012

Keindahan Hari Raya China

Postingan lalu saya sudah mengajak sahabat untuk senyum-senyum Mengenang Hari Ultah ke 17, lalu mengajak sahabat ikut terbawa dalam kesedihan saya ketika mengenang bayi saya yang sudah tiada sebelum melihat indahnya dunia (baca: 3 Minggu Aku Jadi Calon Ibu). 



Dan saat ini, saya akan mengajak sahabat untuk mengenang perayaan hari raya China tahun lalu yang belum sempat saya posting. Bukannya mau ikut-ikutan merayakan tahun baru Naga air loh, tapi hanya sekedar mengenang pengalaman saya waktu di Hong Kong saja kok. Tahun baru saya khan jatuh pada tanggal 1 muharram, dan saya orang jawa tulen bukan orang keturunan. Hehe.

Tahun kemarin, adalah tahun terakhir saya menikmati hiruk pikuknya menyambut tahun baru China. Bagi BigBoss saya yang asli orang Chinese, tahun baru China adalah segalanya bagi mereka. Makanya saya sebagai pembantu jadi sok sibuk dan super capek dibuatnya. Tapi tetap ikhlas saja, itung-itung hanya setahun sekali dan yang bikin semangat ada ampownya. Yach.... meskipun nilainya ga mencapai gaji sebulan seperti teman-teman tapi alhamdulillah bisa buat nambah uang jajan hehe.

Dan yang paling saya suka, rumah jadi indah karena ada pernak-pernik yang identik dengan warna merah serta bunga-bunga yang indah.

 Ada anggrek

 Yang ini ga tau namanya, ga tahan lama tapi mahal. Karena belinya hanya setahun sekali :).

 Bunga yang ini kalau hari biasa harganya sekitar $80-$120, tapi kalau pas hari raya harganya bisa sampai $400. Tapi ya tetap dibeli, "yach.... hanya setahun sekali, gapapa lah" kata mereka.

 Ada banyak makanan, dan ciri khas makanan hari raya ditaruh kotak merah ini.

Ini dia yang bikin kerja jadi semangat :)

 Pertamax ngerangkai bunga dan hasilnya..... banyak bunga yang jatuh berguguran karena ketidak hati-hatian tangan saya hikz.

 Meskipun ini bukan pohon untuk hari raya, tapi kebiasaan majikan saya untuk menyelipkan ampow berisi $2 di setiap tanaman yang ada di rumah.

Pohon jeruk ini hanya ada pas hari raya

Bunga yang ini juga hanya ada pas hari raya. Bunga aneh (menurut saya), kayak dahan kering tanpa daun tapi bunganya indah sekali :).

Ya sudah, itu saja yang ditampilkan. Hanya sekedar melepas kerinduan pada negeri beton yang baru 2,5 bulan saya ditinggalkan. Hehehe

Selasa, 01 November 2011

Blog Belajar Cantonese


Bahasa Cantonese merupakan bahasa utama yang dipakai sehari-hari oleh orang Hong Kong. Ada sebagian yang berkomunikasi dengan bahasa mandarin, bahasa Inggris, maupun bahasa China Tradisional. Untuk saya yang dapat job merawat orang tua, sangat dituntut untuk bisa ngomong bahasa Cantonese. Karena kebanyakan orang tua atau lebih tepatnya Lanjut usia, tidak bisa bahasa Inggris. Lagian saya juga ga bisa bahasa Inggris. Hehehe.


Menurut saya, belajar cantonese itu jauh lebih mudah dibanding bahasa inggris yang njlimet dan bikin saya mumet dan suka bolos sekolah. Sehingga, 6 tahun belajar bahasa Inggris tak membuat saya pinter bahasa Inggris. Sedangkan dengan belajar cantonese, 9 bulan di PT dan 3 bulan praktek ngomong langsung setiap hari membuat saya bisa cas cis cus ngomong cantonese. Kebetulan job pertama saya jaga anak TK sehingga makin mudah belajarnya. Apalagi anak yang saya asuh dengan sabar mengajari saya apa saja yang tidak saya mengerti.

Belajar Cantonese itu tidak cukup dengan hapalan suku kata saja, tetapi harus praktek ngomong langsung. (Semua bahasa sepertinya juga begitu ya?? hehe). Buktinya, 9 bulan saya belajar di PT dengan hasil ujian yang lumayan bagus, tapi waktu sampai Hong Kong ya cuma bengong waktu diajak ngomong majikan. Jadi kuncinya ya harus banyak-banyak praktek ngomong. Seperti kata pepatah "Tresno jalaran soko kulino" (lho??). xixixi

Terinspirasi dari obrolan saya dengan mom beberapa waktu yang lalu. Sehingga saya membuat blog BELAJAR BAHASA CANTONESE . Beliau bilang, "Paling kamu lupa caranya ngomong cantonese kalau kamu sudah di Indonesia". Nach..... kata-kata itu berhasil menyentil saya dan muncullah ide untuk membuat blog ini. Selain untuk tempat berbagi, saya sendiri akan terus mengasah kemampuan saya berbahasa Cantonese. Agar apa yang saya dapat dari Hong Kong tidak menguap begitu saja bersama berjalannya sang waktu.

Blog ini adalah kamus pribadi saya, sehingga apa yang saya tulis pengucapannya sama dengan tulisan (misal: goe dibaca juga goe). Setahu saya Cantonese hanya dalam bentuk tulisan China tidak ada tulisan inggrisnya. Kalau bahasa mandarin khan ada tuch. Meskipun ucapan ama tulisan kadang ga sama bunyinya. Hehehe....

Ada yang mau belajar bahasa Cantonese bersama-sama dengan saya??? Mungkin Cantonese bahasa yang kurang mendunia, dibanding bahasa Inggris dan lainnya. Tapi kalau anda bisa, setidaknya anda akan mengerti  ketika ada teman facebook anda yang jadi TKW Hong Kong lagi cuap-cuap pakai cantonese. Nach lho..... 


Senin, 31 Oktober 2011

Berburu Makanan HALAL

Minggu kemarin adalah libur terakhir saya. Minggu depan pengasuhnya nenek yang libur dan minggu depannya lagi saya sudah bisa makan nasi pecel buatan emak di rumah *udah ga sabar* xixixi. Dan saya ga menyangka, meskipun jatah libur saya kurang dari 12 jam, tapi kemarin saya berhasil menjelajah beberapa tempat dengan dikawal temannya Mom untuk membeli sesuatu. "Kok diantar?", yach karena saya tidak tahu tempatnya hehe.


Dari rumah, saya langsung ke CauseWay Bay menyelesaikan urusan sedikit dan menunggu teman. Katanya sich mau di traktir makan Kare sapi HALAL yang berada di Wanchai. Makanan Halal disini sangat jarang sekali, makanya saya sering makan ikan daripada daging. Dan sambil menunggu, saya sempat jalan-jalan menyusuri Victoria Park. Setelah bertemu, kami berjalan menuju Wanchai. 

Setelah sempat lirik kanan kiri lihatin barang bagus, kami menuju ke Food Centre yang ada di pasar Wanchai. Ternyata benar, di warung yang kami tuju ada label HALALnya. Meskipun yang jual orang Chinese. Banyak orang pakistan, anak Indonesia, dan juga orang Chinese yang makan disana. Harganya lumayan murah ($29) dengan porsi wah (porsinya kuli bangunan). Kami berdua beli 2 porsi sampai ga habis saking banyaknya. Selesai makan, kami langsung menuju ke MTR (kereta bawah tanah) mau Ke Mong Kok.

Di Mongkok inilah kami memulai perburuan, tempat-tempat yang kami datangi dan mungkin bisa untuk rekomendasi kalau anda tour ke Hong Kong adalah: 
  • Fa yuen Street 
Adalah sebuah pasar di sepanjang Fa Yuen Street. Berbagai macam barang tersedia disini. Tapi yang banyak sich baju, ada juga souvenir, mainan anak-anak dll tapi ga terlalu banyak. Harganya juga bisa diajak kompromi, karena kebanyakan obral  misalnya $100 for 3, dll. Jadi ga perlu takut dibohongi,  tapi tetap harus hati-hati lho.
  • Ladies Street 
Dari Fa yuen street kami berjalan terus menuju ke Ladies Street yang merupakan pasar juga. Sesuai dengan namanya, pasar yang satu ini lebih banyak didominasi dengan hal-hal yang berbau wanita. Harganya juga bisa diajak kompromi, hampir sama kaya Fa Yuen Street. Untuk para wanita dijamin ga kecewa kalau jalan-jalan kesini. Buat yang mau beli elektronik seperti TV, HP, Camera dll, bisa menuju ke Sai Yeung Choi Street. Banyak sekali pilihannya dengan kualitas terjamin.
  • Yau Ma Tei, Temple Street Night Market
Dari Ladies Street yang di Mongkok, kami terus berjalan dan tak terasa sampai di Yau Ma Tei. Kami menuju toko peralatan membuat kue. Wah saya jadi ngiler pingin beli semua. Berbagai macam alat membuat kue ada disana. Tapi saya berusaha merem aja setelah mendapatkan apa yang saya inginkan. Kalau nurutin hati bisa rugi bandare euy hihihhi.

Setelah mendapatkan cetakan kue kami berjalan lagi menuju Night Market tapi belum buka. Baru satu dua saja yang siap-siap buka toko. Night Market biasa buka mulai jam 16.00- midnight. Pasar ini pas banget buat  Cowok dan anda yang pingin cari souvenir berbau Hong Kong. Selain itu juga banyak peramal dan juga pengamen profesional buka tenda-tenda stand. Mirip Marlioboro kayaknya hikz. Tapi harus hati-hati dan pandai menawar. Kalau ga jeli bisa-bisa anda dikibuli. Contoh yang terjadi dengan saya dan seorang penjual souvenir kemarin minggu.

S: "Bu, ini satu biji harganya berapa?" nunjuk gantungan kunci gambar Hong Kong.
P: "$40, mbak" 
S: "Wah kok mahal?" mau beranjak pergi.
P: "$20 buat kamu lah"
S: Geleng doank mau pergi
P: "$15 gimana?" *saya masih geleng* "$10 mau ga?"
S: jawab dengan PD "oke"
Tiba-tiba teman saya kok nyeletuk "$5 lah bu, oke ga?"
P: "kalau beli 20 biji, boleh lah $5"

Saya langsung loncat kegirangan dan memilih 20 biji. Nach lho..... awalnya $40/biji, tapi karena teman saya  pinter nawar jadi $5/biji. Dulu banget juga pernah beli rompi yang harga awalnya $139 bisa dapet $70. Gila khan??? Kalau ga bisa nawar mending ga usah kesini hikz.
$100 dapat 20 biji. xixixixi

Karena di Yau Ma Tei barang yang kami cari tidak ada, kami naik bus menuju ke Sham Shui Po. Pasar di Sham Shui Po sama-sama di sepanjang jalan seperti di Mongkok dan Yau Ma Tei, tapi di dominasi dengan alat-alat perlistrikan seperti kabel lampu, teropong, dll. Jalan disini langsung silau man..... Lha wong siang-siang lampunya mencorong terang banget kok hehe. Bagi yang mau ngirit tapi bisa bergaya, disinilah tempatnya. Banyak HP murah made China yang dijual bebas di pasar ini. Tapi untuk kualitas ya..... bisa ditebak sendiri. Hehe.

Selain alat listrik, juga ada mall besar yang menjual Souvenir-souvenir murah dan bagus-bagus (nama mall nya lupa). Dan bagi penggemar bakso, ada warung bakso asli Indonesia yang rasanya bisa nggoyang lidah. Enak plus murah, hanya $25 per mangkok. Kalau ga salah berada di MTR exit B2  (maaf lupa lagi) xixixi.

Setelah mendapat barang yang saya inginkan, saya berpisah dengan temannya mom. Karena beliau naik bus, saya naik MTR mau ke Causway Bay menemui teman sekaligus perpisahan. Hemmm, ga terasa libur terakhir, saya berhasil menjelajah beberapa pasar sambil bernostalgia. Dulu saya sering main kesana tapi sudah luama ga main kesana, makanya banyak yang lupa nama tempatnya. Sekian kisah saya, Semoga bermanfaat buat anda yang mau tour ke Hong Kong. Hehe




Minggu, 23 Oktober 2011

Cintaku Berat Di Ongkos

"Cintaku berat di ongkos" semboyan yang pas buat saya kayaknya. Karena Hong Kong, (mungkin) adalah satu-satunya negara yang menerima dan menelpon pakai HP harus bayar. Jadi ditelpon dan menelpon sama-sama keluar duitnya. Bagi mereka yang pakai isi ulang, kalau ga punya pulsa ya ga bisa angkat telpon. Nyambungpun tidak, alias "tulalit tulalit" bunyinya. Kalau yang pakai monthly fee, bisa bebas ngobrol tanpa batas. Tapi ada resikonya lho, kalau ngobrolnya melebihi jatah bisa-bisa tagihannya bayar ribuan dollar (lho???). Iya bener, ada yang sampai ribuan dollar hanya buat bayar HP lho.

Pengalaman pertama dan terakhir saya bayar HP $1200 sedangkan gaji saya $1800 *langsung kejang*. Tapi untuk telpon rumah, cuma bayar monthly fee sudah bisa ngobrol serta internetan sepuasnya. Kalau mampu dan ga takut sariawan bibirnya, ngobrol 24 jam nonstop juga ga akan mempengaruhi tagihan telponnya. Mau coba??? Hihihihi



Kebetulan dari dulu hingga sekarang, HP saya selalu pakai yang monthly fee. Meskipun nomernya sudah ganti-ganti karena sesuatu alasan (bukan karena banyak hutang lho). Tapi saya tetap setia dengan provider yang satu itu. Tapi harus hati-hati pakainya, harus sering ngecek jatahnya ngobrol sudah habis apa belum via SMS atau telpon. Dan alhamdulillah, saya sekarang (dulu sering) sudah bisa mengontrol pemakaian HP. Jadi ga sampai over, paling-paling cuma SMS atau MMS saja yang banyak.

Untuk yang monthly fee, saat ini banyak provider yang memberikan diskon besar-besaran tapi dengan sistem kontrak (1 tahun). Kalau belum selesai kontrak pingin berhenti pakai, ya harus bayar dendanya. Kalau ga pingin nanggung beban, bisa tanpa kontrak. Yang sewaktu-waktu bisa dihentikan pemakaiannya. Seperti saya saat ini, karena sudah mau pulang. Tapi bayarnya (agak) mahal, tapi ya sudahlah..... daripada pakai kontrak, bayar murah tapi kalau berhenti harus bayar denda???. Sama saja to???

Bagi pelanggan lama diskonnya malah plus-plus dan untuk pelanggan baru syaratnya buka nomer juga lebih mudah. Diantaranya tidak perlu pakai kontrak kerja dan boleh tanpa surat tagihan.  Ga seperti jaman dulu waktu pertama kali saya punya HP. Seperti sekarang ini, saya hanya bayar $98+ $12 (karena ga pakai kontrak), bisa ngobrol 1400 menit dan internetan untilimited, SMS dan MMS nya dihitung sendiri. Dan alhadulillah ga sampai over pemakaiannya tapi kalau IDD harus beli kartu telpon (lagi)

Sebelumnya saya suka was-was kalau ngobrolnya over, jadi bayarnya dobel. HP $68 dan Internetnya $98 dengan jatah ngobrol 3000 menit. Itu belum termasuk kartu telpon dan SMS nya lho. Bisa dibayangkan to berapa ratus dollar jatah saya untuk menghidupi satu HP saya???. Kadang sampai heran, ada teman yang pakai 2-3 HP dengan provider yang berbeda-beda. Tapi kayaknya mereka yang 3 HP habisnya sama dengan saya yang 1 HP. Maklum, saya khan sedang pacaran jarak jauh. haha.

Karena saya sudah mau pulang, saya menyempatkan diri untuk bongkar-bongkar lemari. Dan saya ,menemukan harta karun yang berupa kertas tagihan dan kartu telpon. Sekarang masih saya kumpulin belum saya buang. Mau dibuang kok eman-eman, karena disana tertulis berapa besar tabungan saya. Kalau ga dibuang rasanya sakit hati lihat angka-angka yang sudah saya buang untuk biaya telpon. Jadi bagaimana enaknya????

Surat tagihan saya selama 3 tahun terakhir ini. Yang dulu-dulu saya pakai nama teman jadi suratnya bukan saya yang nyimpan. Kalau ditanya, berapa tabungan saya??? Ya tinggal ngitung saja tuch xixixi.

**********

Ayo keluarin THE POWER OF KEPEPETnya.
Kurang seminggu lagi.

Kamis, 20 Oktober 2011

Pengalaman Pertama - Ke Puncak Hong Kong Jalan Kaki

GiveAway maning euy.... Kali ini temanya Pengalaman pertama.  Setelah mikir sejenak, Cling!! langsung muncul ide buat nulis pengalaman ini. Yach, pengalaman pertama saya ke The Peak (puncak tertinggi di Hong Kong) dengan jalan kaki. Sebelumnya saya sudah 2 kali ke The peak dengan naik bus. Dan mumpung ada teman yang pernah naik kesana jalan kaki, ya saya pingin mencoba jalan kaki juga. Pengalaman ini  pernah saya  tulis dalam bentuk puisi amburadul di postingan yang berjudul Go To The Peak. Kalau sekarang dalam bentuk apa ya??? Hikz.


Kejadiannya tanggal 3 februari 2011 hanya berdua dengan sahabat saya namanya Gendis (nama di dunia maya). Waktu itu pas hari raya China. Biasanya kalau hari raya pertama, keluarga majikan saya jam 8 pagi makan nasi tapi lauknya bukan daging melainkan vegetarian. Terus seharian tidak boleh mengerjakan apapun, jadi daripada saya dirumah nganggur tidak ada kerjaan ya saya minta libur. 

Selesai mengerjakan tugas, saya keluar rumah bawa sisa nasi. Eh bukan sisa sich, emang sengaja saya masaknya lebih. Karena perjanjiannya, saya bawa nasi dan  Gendis bawa lauknya. Kami bertemu di toko Indonesia dekat rumah saya. Kami belanja lumayan banyak, karena takut diatas nanti ga ada makanan. Maklum kalau hari raya China banyak toko yang tutup. Dengan tas full makanan kami mulai berjalan menyusuri jalan yang masih datar. 

Setelah jalan beberapa ratus meter di jalanan mulus dan sempat melewati Mall, kami harus menaiki tangga tinggi yang kemiringannya lumayan ngeri. Sempat ga yakin, "bisa ga ya aku melaluinya??" Kalau teman saya mah sudah biasa, hampir tiap minggu dia jalan-jalan bareng majikan dan momongannya. Tapi dengan modal nekad, pelan-pelan namun pasti, saya berhasil melaluinya meskipun tangan saya tak lepas dari pegangan. Dan setelah sampai atas (belum habis tangganya), ada tempat peristirahatan dan kami memutuskan untuk berhenti mengurangi bekal. Biar ga terlalu berat bawa tasnya. Hehe

Posisi tangga diambil dari bawah

Setelah melewati tangga yang seperti itu 2x, jalannya mulai datar meskipun agak nanjak.  Kadang-kadang juga ada tangga tapi kemiringannya biasa aja. Sepanjang jalan saya seperti orang katrok yang baru saja main ke kampung. "Waaaah, waaaah" hanya kata-kata itu yang sering terucap dari bibir saya. Pemandangannya indah sekali dan serasa di kampung halaman. Banyak dedaunan berserakan, hutan bambu, hamparan laut dan gedung-gedung yang menjulang tinggi nampak di depan mata. Jadi ingat waktu sekolah dulu suka naik gunung tapi jalannya becek dan berdebu. Tapi disini jalannya alus hehe. 

Hong Kong nampak dari puncak

Sepanjang jalan, kami juga bertemu banyak bule yang membawa anjingnya jalan-jalan. Waktu itu lumayan sepi, mungkin karena momentnya pas hari raya jadi banyak orang Hong Kong yang silaturahmi daripada naik gunung. Kalau hari biasa kata teman saya ramai banget. Kami juga papasan dengan beberapa anak Indonesia, ada yang memulai perjalanan dari atas. Mungkin kalau dari atas ga terlalu capek ya?? Jadinya turun gunung bukan naik gunung yak hehehe. 


 Ada penunjuk jalan dan ada yang jual makanan khas China, kayak dadar gulung tapi kering isinya gula dan parutan kelapa kering

Di setiap sudut jalan, ada penunjuk jalannya, jadi tidak perlu takut kesasar meskipun belum pernah kesini. Dan saya yang takut kelaparan, ternyata malah kekenyangan karena diatas juga ada penjual makanan. Yach meskipun harganya lebih mahal. Tapi salut dech sama bapak penjual makanan tersebut yang mau susah-susah bawa barang dagangan ke atas bukit.  ^_^.

Setelah berjalan selama 2 jam lebih, kami pun berhasil sampai puncak Hong Kong yang lebih dikenal dengan sebutan The Peak. Puas banget rasanya, lelah yang tadinya saya rasakan langsung hilang dan berganti kegembiraan. *loncat-loncat girang*

Yes Merdeka!!! Bisa sampai di The Peak Tower. Gambarnya beda moment xixixi.

Sebenarnya dari atas The Peak Tower kita bisa menikmati keindahan negara Hong Kong, tapi kami memilih jalan-jalan di mall saja ga naik ke atas tower. Karena selain panas, naiknya juga harus bayar $15 kalau ga salah. Maaf lupa hikz. Lagian, saya sudah 2 kali naik kesana, Toh pemandangannya itu-itu juga *halah alasan*. Setelah puas istirahat dan menikmati sisa bekal makanan, kami pun turun ke terminal bus, Pulang ke Causway Bay. "ga jalan lagi??", ngga lah takut jlungup kalau turun gunung jalan kaki. *halah alasan lagi* haha.

Yach inlah pengalaman pertama dan terakhir saya naik ke puncak Hong Kong jalan kaki. Kenapa kok terakhir??? Karena memang sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kesana. Orang bilang saya kurang kerjaan, ngapain susah-susah jalan kaki, wong banyak bus yang bisa mengantar kita kesana. Ya memang susah , lelah dan tak mudah, tapi lelah itu terbayar sudah dengan indahnya pemandangan yang terlihat selama perjalanan. Anggap saja menikmati keindahan ciptaan ALLAH jadi ga rugi donk kalau harus membayarnya dengan kaki pegel-pegel hehe.

Artikel ini diikutsertakan dalam acara My First GiveAway - Pengalaman Pertama yang diadakan oleh Mbak Una.


Rabu, 19 Oktober 2011

Indomie Masuk Tivi

Beberapa hari yang lalu, TV channel di rumah majikan  saya error dan terpaksa  lihat TV biasa, semacam TVRI atau Indosiar gitu dech. Tiba-tiba kok ada iklan Indomie, entah saya yang ga pernah lihat atau memang iklannya baru tayang, saya tidak tahu. Tapi sempat kaget dan ketawa juga Indomie bisa tayang di TV hikz. Saya bangga donk, tapi bertanya-tanya "iklan ini mengiklankan indomie asli Indonesia atau Indomie made in China ya??". Entahlah.....


Saat ini, Indomie yang dijual di toko-toko Indonesia maupun di supermarket yang tersebar di Hon Kong bukan hanya Indomie made Indonesia tapi juga ada yang made in China. Jadi musti jeli kalau membeli. Karena rasanya jelas beda meskipun bungkusnya sama. Caranya membedakan bagaimana??? Biasanya yang made in China dalam kemasan 1 pack isi 5, yang asli Indonesia bukan kemasan tapi disolasi 5 biji. Atau masih dalam kemasan kardus dan bisa milih berbagai macam rasa sesuai kesukaan kita. Tapi kalau pas laper mau asli mau ngga rasanya sama aja kok. Yang penting KENYANG. xixixixi

 Ini lho.... iklan yang di Tivi Hong Kong 

Bahasa Indonesianya kira-kira seperti ini
Istri     : "Nach Indomie"
Suami : " Hih, aku mau Mi goreng Indonesia lho"
Istri    : " Lha ini juga mie goreng Indonesia lho"
Suami : " Kamu bilang indomie??"
Istri    : "Lha iya ini Mie goreng Indonesia, Indomie lho".
Suami : "Mie goreng indonesia".
Istri   : "Indomie".
Setelah eyel-eyelan, sang suami baru bilang "enaaaaak". xixixi

Minggu, 04 September 2011

VICTORIA PARK ITU APA SICH???

Di blog ini saya sering menyebut VICTORIA PARK, atau TAMAN VICTORY. Tapi ngomong-ngomong, sahabat blogger tahu ga sich Victoria park itu apa, seperti apa dan dimana tempatnya???. Ada teman facebook saya yang bertanya "Mbak.... victory itu sebenarnya apa sich???". Bagi orang yang 'sok', mungkin akan bilang "Hari gini ga tahu Victory??? Apa kata dunia??". Tapi saya bukan orang kejam yang tega ngomong seperti itu kepada siapa saja yang bertanya. (Sok baik euy haha).


Baiklah, posting kali ini saya akan mencoba memberikan gambaran tentang victoria park kepada sahabat blogger. Biar ga bingung kalau saya menyebutnya lagi diposting yang akan datang. Victoria Park adalah sebuah taman luas yang terdiri dari lapangan rumput, lapangan sepak bola, Kolam renang, Lapangan Tenis, Playground, taman yang penuh pepohonan dll. Victoria Park berada di daerah Causeway Bay, Hong Kong. Terletak beberapa ratus meter dari laut (bukan pantai) Causeway Bay. Jadi kalau merasa jenuh dengan hiruk pikuk manusia di Victoria Park, kita bisa jalan-jalan di pinggir laut untuk menghitamkan kulit (hah emangnya kurang hitam??? hikz). 

Bagi yang pingin melihat keindahan air laut, di tempat ini kita bisa menyewa perahu boat yang ukuran kecil untuk membawa kita muter-muter di area itu saja. Bukan nyebrang ke Kowloon lho.... tarifnya tergantung penumpang, Makin banyak yang naik makin murah bayarnya. Saya dulu pernah naik sekitar 10 orang bayarnya $10/orang. Tapi sudah lama ga pernah naik lagi karena ga ada yang mau diajak naik, alasannya kalau naik perahu kecil pasti mabuk. Haduh ternyata ada yang lebih katrok dari saya. xixixixi

Untuk mencari Victoria Park bukan suatu hal yang sulit. Bagi TKW yang di daerah Hong Kong, selain bus, mini bus (Siu pa), MTR (kereta bawah tanah) juga bisa naek  Teng-teng/Tram yang murah meriah tapi jalannya pelan seperti keong racun. Saya sering ga sabar kalau naik kendaraan yang satu ini. Hikz. Yang di daerah Kowloon dan New Teritories bisa naik Bus atau MTR (kereta bawah tanah). Jadi dimanapun TKW berada, bisa bertemu dan berkumpul  di Victoria Park. Sehingga tempat ini sering di juluki kampung Indonesia atau Kampungnya para TKW. Tapi hanya hari libur saja Victoria Park berubah jadi lautan manusia. Kalau hari biasa lebih banyak warga Hong Kong yang olah raga, bermain bersama anak-anak atau sekedar jalan-jalan menghirup udara segar.

Beberapa gambar di bawah ini saya ambil sekitar 2 bulan yang lalu, ketika mengajak nenek jalan-jalan. Waktu itu saya dari North Point menyusuri jalan-jalan kecil sambil mendorong kursi roda dan akhirnya sampai juga di Causeway Bay. Padahal lumayan jauh lho, tapi alhamdulillah sambil ngobrol sama nenek ga terasa pulang pergi jalan kaki hehe. 

 Kami menyebut tempat ini "BUNDARAN AIR MANCUR". Biasanya banyak yang memanfaatkan tempat ini untuk janjian. Di sebelah air mancur ini ada TV besar dan kami sering menjadikannya penunjuk jalan. "Dimana yu??" biasanya kami sering menjawab "Air mancur/ bunderan bawah TV besar". Nach gampang khan???

 Yang ini "LAPANGAN SEPAK BOLA" nampak dari samping. Dan bangunan di seberang itu "LIBRARY" (krem dibalik pohon kecil). Lapangan ini terdiri dari 6 pasang gawang sepak bola. Catet bukan 6 gawang tapi 6 pasang gawang hihihi. Luas sekali khan?? Bagian yang paling ujung ada gawang basketnya juga. Tempat ini kalau matahari sudah mulai sembunyi di balik awan, akan banyak sekali TKW berjemur. Tapi harus hati-hati, karena sewaktu-waktu bisa ada bola melayang di kepala. Dan pada event-event tertentu, lapangan ini sering dijadikan tempat perayaan seperti bazar, Flowers show, Demo, Konser musik dll.

Yang ini "LAPANGAN RUMPUT", luasnya beberapa meter lebih kecil dari lapangan sepak bola. Tempat ini juga akan jadi lautan manusia kalau hari libur tiba. Apalagi kalau menjelang malam, biasanya kalau siang banyak yang memilih jalan-jalan dan malamnya kembali ke lapangan ini untuk makan malam bersama, atau buat latihan dancer (bagi grup-grup dancer). Dan masih banyak lagi ragam kegiatan positif dan negatif yang dilakukan di lapangan ini.

 Diantara Lapangan Rumput dan lapangan Sepak Bola ada jalan setapak  area jogging. Seperti tulisan pada gambar diatas "JOGGING ONLY", jalan ini khusus buat mereka-mereka yang jogging. Mau nekad??? Silahkan saja. Tapi di ujung jalan para petugas akan menegur anda untuk jalan di jalur pejalan kaki. "Lho Mbak Tarry kok tahu???" ya tahu lah.....saya waktu ambil gambar ini  khan sudah nyoba jalan di jalur ini sambil dorong kursi roda. haha

 Ada banyak playground disini, bagi yang tinggal di daerah Causewa Bay dan sekitarnya bisa mengajak momongannya main-main. Ada banyak permainan yang pas buat anak-anak. Tapi harus hati-hati lho.... jangan sampai lengah kalau ga pingin momongannya jatuh hehe.

 Tidak perlu takut kesasar kalau pergi kesini, karena ada petunjuk jalan di setiap sudut-sudut taman.

Patung ini berada di tengah-tengah lapangan sepak bola. Namanya "STATUE OF QUEEN VICTORIA". Duduk dengan gagahnya menghadap ke LIBRARY, tanpa kenal panas dan hujan. hehe


Kalau yang ini kami sering menyebutnya "PERAHU-PERAHUAN". Tempat ini digunakan untuk main perahu yang pakai remot itu lho. Tapi saya tidak begitu suka ke tempat ini karena berisik banget oleh suara perahu. Tapi seru juga kalau lihat mereka berlomba-lomba memainkannya. Ikutan teriak-teriak histeris. hehe katrok banget yach.

Lebih jelasnya lihat gambar ini. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang menarik untuk di tulis. Ada kolam renang, lapangan tenis, paling atas ada tenda biru "TENDA PUTIH" yang biasa digunakan untuk forum-forum atau pengajian organisasi TKW di Hong Kong. Tempatnya sejuk sekali, disekitarnya banyak pepohonan layaknya hutan kecil.

Akhirnya dengan keterbatasan saya, hanya mampu memberikan tulisan ini untuk sahabat semua. Semoga masih ada waktu menyusuri pojok-pojok victory di detik-detik terakhir saya berada disini. Semoga bermanfaat......

Selasa, 30 Agustus 2011

LEBARAN DI HONG KONG

Senin 29 agustus, di penghujung bulan ramadhan rumah saya panasnya seperti di bawah terik matahari. Puasa terakhir ga sahur, panas pisan. Saya yang biasanya tak merasakan panas, hari itu benar-benar merasakannya. Apalagi majikan perempuan saya, kalau saya sudah merasakan panas apalagi dia??? 2 kipas angin tak mampu menyejukkan ruangan. Tak ada angin yang masuk menerobos jendela rumah kami majikan. Jalan satu-satunya ya buka AC. Alhamdulillah bisa merasakan kesejukan AC, tapi mata tak bisa di ajak kompromi. Nguantuk pakai banget dan tidak berani tidur. Maklum ada juragan di sebelah. hehe.


Siang saya nyuci mukena sampai kering kaya keripik kritik-kritik bunyinya. Tapi ndak saya angkat sampai malam. Saat kami sedang menikmati makan malam, hujan deres dan saya tidak tahu. Oh..... pantes saja panas, ternyata mau hujan. Mukena yang tadinya sudah meripik jadi basah lagi dech. Sempat bingung juga karena itu mukena satu-satunya yang biasa ringgo (garing di enggo/ kering di pakai). Langsung saya nyalain  kipas angin dan alhamdulillah bisa kering. Bisa berabe kalau ga kering karena selasa mau sholat id.

Hari minggu saya sudah yakin seyakin-yakinnya kalau selasa 30 agustus lebaran. Tapi mendadak jadi galau gara-gara lihat status di Facebook yang kebanyakan bilang "Ga jadi lebaran". Sekitar jam 11 malam saya telp teman "eh bener ga sich besok sholat id". Dia jawab "Lebarannya  rabu tanggal 31, barusan ada pemberitahuan". Waduh saya makin galau, dan mencoba telp teman yang lain "lebarannya kapan sich yu??". Teman yang ini bilang "Minggu aku buka bersama di konsulat dan Pak Konsulatnya memutuskan tanggal 30 lebaran".

Akhirnya saya putuskan tetap libur, kalau tidak ada sholat id di lapangan Victory ya pulang dan besok datang lagi. Sayapun bisa memejamkan mata sekitar jam 1 malam tapi lupa nyalain alarm. Rencananya saya bangun jam 6 dan berangkat jam 7. Eh.... jam 6.20 baru melek, dan langsung loncat dari ranjang dan mau mandi terus langsung melarikan diri. Tapi ternyata mami ada di luar lihat Tivi. Yach dengan terpaksa saya beres-beres dulu (sok rajin). Selesai beres-beres maunya cepat mandi eh.... 'sir' juga bangun. Yach.... kalah cepet mandinya. Setelah sibuk ini itu, akhirnya 7.30 baru keluar rumah. Kemarin saya sudah janji ama temen, "Tak carikan tempat ya???". Tapi kenyataannya teman saya yang dari kowloon yang cari tempat duluan hikz. 

Suasana Sholat Id di Lapangan rumput Victory
Tidak sia-sia saya libur, karena hari ini di lapangan Victory memang ada sholat Id, tapi besok juga ada Sholad Id (lagi) di Masjid. Kenapa kok hari ini sholat Id??? mungkin karena pihak KJRI sudah boking lapangan dan keamanan yang melibatkan Hong Kong  Police serta menyiapkan konsumsi. Jadi Sholat Id tetap dilaksanakan sesuai rencana. Yach namanya juga di negara orang yang semuanya ada aturan dan tidak bisa dirubah semau gue. Dan meskipun bukan hari libur tapi jamaah sholat Id kali ini lumayan banyak. Lapangan rumput Victory penuh. Ini menunjukkan kalau Majikan Hong Kong itu menghargai kami para TKW.

Tahun ini, ceramah dan do'anya bisa menyentuh hati saya dan membuat mata saya basah oleh airmata. Inti dari ceramahnya adalah "kekuatan iman dan do'a", dan pak ustadnya berkali-kali menyebut Khasbunallah Wani'mal wakhir. Beliau mengambil contoh, seorang TKW Hong Kong terancam hukuman penjara gara-gara bayi dalam gendongannya jatuh dan meninggal. Tapi pak Ustad bilang "Kalau kamu benar-benar tidak sengaja menjatuhkan bayi itu, yakinlah bahwa Allah tidak buta, Allah tidak tidur, Allah maha tahu, Allah maha mendengar dan akan menujukkan mana yang benar. Ucapkan berkali-kali, pasti Allah akan memberikan pertolongan ".  Dan besoknya saat sidang, TKW ini dinyatakan tidak bersalah dan dalam waktu 48 jam harus sudah meninggalkan Hong Kong. Subhanallah..... "itulah kekuatan iman itulah kekuatan do'a" kata pak ustad.

 Narsis dulu..... Tapi bukan berati mau eksis yak hehehe. Yang ini sahabat saya waktu SMEA dan sudah 2 x ini sholat Id bareng dia.

 Makan-makan ala kadarnya sehabis Sholat Id. Menikmati indahnya kebersamaan bersama sahabat disaat jauh dari keluarga dan orang tercinta.

 Yang ini aseli satu-satunya saudara saya (satu nenek) yang di Hong Kong. Yang kebetulan bisa keluar beberapa jam karena ngaku hari raya. Biasanya sich ga pernah libur sama sekali. Baru 2 tahun, barusan renew kontrak dan bisa cuti bareng saya bulan 11 hehe.

 Ramadhan telah berlalu, sedih dan juga seneng. Seneng karena kita telah sampai pada hari kemenangan. Sedih karena telah berpisah dengan bulan Ramadhan dan perpisahan ini belum tentu ada pertemuan. Karena kita tidak tahu apakah kita diberi umur panjang dan bisa bertemu bulan Ramadhan tahun depan. Semoga, kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan sucu ramadhan kembali. Dan dengan perginya bulan Ramadhan semoga tak membuat kita malas beribadah. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Amiiiin.

Buat yang Lebaran hari Rabu,
SELAMAT IDUL FITRI 1432 H
MINAL AIDIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Sabtu, 20 Agustus 2011

SEHARI BERSAMA MBAK DHANA

Di posting yang  Mbak Dhana [bukan] Wanita Biasa, saya sudah menulis tentang terjadinya kopdar antara saya dan  Mbak Dhana/戴安娜 yang disambi-sambi karena mbak Dhana tidak libur. Dan alhamdulillah kami yang waktu itu janjian mau ketemu lagi tanggal 13 agustus, akhirnya terlaksana juga. Sebenarnya hampir gagal karena ada perubahan jadwal boss saya. Tapi berkat nego yang setengah memelas, akhirnya saya bisa libur dengan resiko, jum'at jam 3 siang (panasnya 30 derajat lebih) saya yang lagi puasa harus jalan naik turun ke pasar belanja (lagi). Karena pagi sudah belanja tapi sedikit. Yach sabar.... ada keindahan di balik kesusahan. hikz.


Jam 8 saya sudah keluar rumah dan langsung sms mbak Dhana. Tapi mbak Dhana masih belum berangkat. Karena  saya ga pingin membuat mbak Dhana menunggu, saya langsung saja naik Teng-teng pergi ke MTR. Maklum rumah saya di kampung, ada MTR (kereta bawah tanah) saja belum jadi pembangunannya. Rencananya kami mau ke Big Budha yang berada di Tung Chung. Saya dari Sheung Wan dan Mbak Dhana dari Tuen Muen ketemunya di Lai King. Ga sampai 30 menit saya sudah sampai tujuan dan nunggu mbak Dhana. Namanya Hong Kong, seberapapun jauhnya, masih bisa ditempuh beberapa menit atau jam saja. Kalau di Indonesia??? tahu sendiri khan Indonesia terdiri dari sabang sampai merauke. hehe

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya mbak Dhana datang dan kami berangkat lagi bersama MTR menuju Tung Chung. Keluar dari MTR kami naik bus no 23 menuju Ngong Ping tempat Big Budha bersemedi xixi. Tarif busnya $17.40/orang. Saya disini tidak akan membahas tentang Big Budha karena mbak Dhana sudah lebih dulu posting dan pastinya lebih lengkap di sini. Saya hanya menambahkan yang masih kurang saja yach hehe.

Dalam perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam itu, kami ngobrol ngalor ngidul tentang banyak hal. Saya jadi lebih tahu banyak  rahasia hal tentang mbak Dhana. Keluarganya, perjalanan hidupnya, pendidikannya sampai masalah cinta semua dikupas habis. Dari cerita mbak dhana saya bisa ambil kesimpulan kalau perjalanan mbak Dhana untuk menjadi yang seperti sekarang ini tidak semulus kulitnya Dian Sastro (bintang iklan sabun) hihihi. Semua butuh perjuangan dan kesabaran. Tapi salut sama mbak Dhana yang kelihatannya lemah tapi dibalik tubuh ringkihnya yang penyakitan (dulunya) tersimpan kekuatan dan ketegaran yang sangat luar biasa. Perlu dicontoh ini. hehe

Oh iya, saya juga baru tahu kalau mbak Dhana punya saudara kembar lho. Adik kembarnya juga di Hong Kong dan sudah resident Hong Kong. Bukan nikah sama orang Hong Kong tapi melalui proses yang rumit sehingga bisa lepas dari gelar TKW dan jadi ibu rumah tangga di Hong Kong. Saat ini suaminya sudah dibawa kesini (barang kali pakai di bawa-bawa hehe) dan bisa bebas keliaran di Hong Kong tanpa ada ikatan pekerjaan dengan majikan seperti saya dan mbak Dhana. Hebat-hebat yach 2 bersaudara kembar ini.

Bus membawa kami naek pegunungan yang hijau dan menanjak. Biasanya sich saya mabuk tapi sama mbak Dhana kok gapapa yach??? Biasanya mbak Dhana juga ngantuk'an (katanya), tapi juga betah tuch cerita terus. Dan ketika sampai tujuan, kami merasa asing dengan suasananya. Saya pernah ke tempat ini desember 2007 dan mbak Dhana juga 4 tahun yang lalu. Sekarang lokasinya keliatan luas sekali. Yang dulunya hutan sekarang sudah nampak bangunan-bangunan yang kanan kirinya patung-patung. Pokoknya indah banget dech hehe. Kami berjalan lumayan jauh sambil menikmati pemandangan sekaligus bule-bule yang pada pakai caping nggunung (topinya petani). Serasa di Indonesia kata mbak Dhana. hehe

Gambar ini saya ambil waktu baru turun dari bus dan beberapa puluh langkah masuk ke lokasi Patung Budha.

 Kalau yang ini saya ambil pas di bundaran yang apabila ngomong atau teriak suara kita mantul ke telinga kita sendiri seperti di gua, padahal ini di tempat terbuka lho. Patungnya tinggi banget khan??? Ada yang bilang "saya kuat ga ya naik kesana??" Pasti kuat, kami yang hari itu puasa saja kuat kok. Karena tangganya setiap 15 tingkat dikasih jarak 2 meteran baru naik lagi jadi ada kesempatan melemaskan otot hehe.




Cerita bersambung =>>>commentnya nanti saja xixixi

Rabu, 20 Juli 2011

MAKANAN SEHAT DI POJOK VICTORY

Setiap hari libur tiba, Taman Victory Hong Kong selalu dibanjiri TKW yang haus akan kebebasan. Tidak hanya di lapangan rumputnya tapi di sudut-sudut taman ini berubah jadi lautan manusia. Keadaan ini tak disia-siakan oleh para pemburu dollar yang sebagian besar juga TKW. Mereka rela meluangkan waktunya untuk memasak makanan sehat khas Indonesia, untuk pengobat rindu para TKW dengan makanan khas Indonesia seperti bakso, soto, rawon, pecel dll tidak usah disebutkan yach.

Sebenarnya di rumah majikan untuk kebutuhan makanan sehat sudah pasti terpenuhi. Dengan menu ikan, sayur, daging, soup dan juga nasi setiap hari sepertinya semua zat yang dibutuhkan tubuh ada semua. Tapi yang namanya lidah orang Indonesia (seperti saya) kadang-kadang pingin menikmati makanan negeri sendiri. Tapi sayangnya tidak semua TKW bisa menikmatinya saat hari kerja.

 
Ini salah satu menu di rumah majikan saya, hanya 3 orang (saya, mom dan sir).
Kare sayap ayam, sayur dan tom yum kung (soup seafood khas thailand)

 Kalau yang ini menikmati salah satu makanan sehat ala Victory, Masak sendiri dan sebagian beli. hehe


Nach. . . .bagi mereka yang tidak bisa menikmati makanan sehat khas Indonesia di hari kerja, hari liburlah saat pelampiasannya. Banyak toko Indonesia diseluruh Hong Kong yang menyediakan makanan-makanan itu. Tapi disini saya tidak akan membahas toko-toko itu melainkan warung lesehan di pojok Victory. Yang bukanya hanya hari libur saja.

Kalau saya berjalan di sepanjang jalan pojok Victory (depan Library), saya menemukan banyak mbak-mbak yang jualan makanan sehat khas Indonesia. Tapi apakah makanan itu menyehatkan? Melihat kondisi dan lokasi yang lesehan di pinggir jalan serta banyaknya orang yang lalu lalang, Saya sendiri tidak bisa menjamin makanan itu sehat atau tidak. Musti dibawa ke laboratorium kali yach. Hehe.

Beberapa teman saya ada yang bilang "jangan beli makanan disana, tempatnya jorok". Pernah saya beli nasi pecel dibungkus dan saya kasih teman saya itu. Apa yang terjadi? Habis tuch satu bungkus. Dan selama ini saya tidak pernah sakit perut meskipun saya sering beli makanan itu, Tapi lewat bagian pemasaran yang mirip pedagang asongan di terminal tidak langsung ke grosirnya (halah bahasane sok xixi). Jadi bisa diambil kesimpulan yang dijual adalah makanan sehat. Selain masakannya lezat harganya juga hemat. Tidak jauh beda dengan yang di warung-warung Indonesia yang harganya 2x lipat. So, tetap pede makan makanan di lesehan pojok victory. Hehe

Artikel ini saya ikutkan di acara ADUK di BlogCampnya Pakde Cholik

Senin, 18 Juli 2011

Orang Kuper Pergi Ke MACAU

Beberapa tahun yang lalu, ada aturan baru untuk kami para TKW HongKong. Yaitu setiap 2 tahun sekali (finish kontrak) harus pulang Indonesia dulu baru kerja lagi, tapi aturan ini mendapat reaksi keras dari para TKW. Karena pulang Indonesia biayanya tidak murah. Kurang lebih sekali pulang bisa habis 10juta bahkan lebih. Setelah banyak demo dari para TKW, akhirnya diambil kesepakatan boleh tidak pulang Indonesia tapi dalam satu tahun pertama di kontrak baru harus exit dari HongKong. Bisa ke MACAU, CHINA atau kemana saja yang penting keluar dari HongKong.

Nach..... Saya termasuk yang tidak mau pulang Indonesia, jadi harus keluar dari HongKong dan Macau lah pilihan saya. 2 tahun lalu saya diantar Boss dengan label GRATIS tapi jalan-jalannya di kawal oleh temannya Boss. Tidak bebas itu pasti, tapi dengan sabar temannya Si Boss mengantar saya menyusuri sudut-sudut Macau, belanja souvenir, foto-foto dan yang terakhir dilepas sendirian di dalam THE VENETIAN (salah satu casino terbesar di Macau) sambil nungguin mereka ngumpulin point. "Point apa???" saya sendiri kurang tahu, yang jelas point itu bisa ditukar dengan tiket ferry gratis pulang ke HongKong. Rasanya tidak percaya saya bisa ada didalam Casino yang dulu saat saya masih kecil hanya bisa lihat di TV. Di film nya siapa tuch yang dewa judi xixixi.


Karena kebebasan saya terenggut oleh Boss, makanya tahun ini dengan PD nya saya bilang mau ke Macau sama teman tidak mau diantar lagi. Yach.... karena boss terlalu sayang sama saya, dia pun janji mau antar tapi sampai Macau disuruh main sendiri. Naik ferry VIP (GRATIS lagi) tapi berangkatnya jam 12 kata si Boss. Saya sich ga masalah tapi kedua teman saya langsung protes. Berangkat jam 12 apa ya cukup buat jalan-jalan??? Akhirnya saya mengalah, ikut teman tidak mau diantar si Boss. Ga jadi dapat VIP gratis dech.

Akhirnya kami 3 orang kuper berangkat ke Macau tanpa Si Boss (minggu 10 juli, baru sempat posting sekarang hikz). Kami yang rencana berangkat jam 8 pagi terpaksa mundur gara-gara teman yang satunya, jam 10 baru datang. Pesan tiket dapatnya jam 10.35 (mulai jengkel).  Masuk keimigrasian HongKong lancar ga begitu ramai, sampai di ruang tunggu ferry huaaaa orangnya banyak. Maklum hari minggu banyak rombongan tour.
Ga jadi gratis VIP, cuma mampu beli economy hihihi
Tepat jam 10.35 ferry membawa kami menuju Macau, dan sekitar jam 12an kami mulai antri lewat imigrasi Macau. Alamak yang antri kaya mau nonton piala dunia saja. Kebetulan kami antrinya di barisan yang tulisannya RESIDENT HONGKONG. Kedua teman saya ragu, betul apa salah kita antri disini??? Kita khan bawa pasport bukan resident HongKong(warga HongKong maksudnya). Setelah hampir setengah jam antri dan giliran kami sebentar lagi, eh kedua teman saya balik kanan antri lagi di belakaaaaaaang (saking panjangnya). Saya tetap antri ga terpengaruh oleh teman saya. Dan hasilnya ga sampai 10 menit saya sudah lolos dari imigrasi.

Jengkel melanda hati saya karena hampir satu jam mereka baru bisa lolos. Ditambah muter-muter cari bus yang menuju ke City Centre. Setelah sampai di City Centre pada kelaparan, terus makan dulu. Habis makan sudah jam setengah 3. Mereka cari oleh-oleh (makanan) lama banget, sedangkan jam ditangan terus berjalan. Haiah, jadi jengkel sendiri cuma sempat mengunjungi gereja tua. Saya yang rencananya jalan-jalan malah jadi shopping. Selesai Shopping kembali ke pelabuhan. Ga jadi dapat VIP gratis, ga jadi jalan-jalan, di tambah antrinya ngecop visa pas sampai HongKong  juga tujuh turunan lamanya. Judulnya  MACAU KELABU ini mah xixixi.

Dari pengalaman ini bisa diambil kesimpulan, bahwa kekompakan itu penting. Apalagi kita masuk ke negara orang. Dimana HP kami tidak bisa dipakai telepon. Hanya bisa menerima telp dan SMS dari luar Macau. Intinya kemana-mana harus bersama gitu dech. Biar ga kehilangan jejak. Dan satu lagi, berjalan dengan orang yang ga sepaham itu susah. Saya maunya begini dia maunya begitu. Pokoknya ga sesuai dengan gaya hidup saya gitu lho..... (ceileeeeh)

 Berburu SOUVENIR, kemanapun, dimanapun saya pergi yang paling utama adalah harus bawa pulang souvenir kecil-kecil apalagi kalau yang berbau hello kitty (haduh bisa pusing kalau ga dibeli). Insyaallah ntar pulang dibagi ke sahabat Blogger untuk mengurangi isi lemari hehehe.

 Reruntuhan Igreja De Sao Paolo (gereja Santo Paulus), satu-satunya tempat yang sempat saya kunjungi. Gereja yang tinggal tembok depannya saja tapi tetap berdiri kokoh. Kok bisa ya??? Buktinya itu ada hikz


Yang ini GRAND LISBOA, salah satu Casino terbesar juga kayaknya. Ada Casino, Hotel, dan Restaurant (mungkin) Saya hanya lewat depannya jadi ga tahu pasti ada apa didalamnya.xixixi

 Toko oleh-oleh yang berada di kanan kiri sepanjang jalan kecil menuju reruntuhan gereja. Yang khas dari Macau apa ya??? Kayaknya Pastelaria sama daging sapi/babi kering dipanggang (ga tahu namanya apa) hikz. Tapi saya ga doyan, takut ga ada label halalnya hehe.
Yang ini ga tahu apa namanya, hanya bisa saya ambil gambarnya lewat kaca bus. tempat ini terletak di dekat pelabuhan. Tapi karena terbatasnya waktu jadi ga sempat mengunjungi.


 Nach Lhooooo, shopping beneran khan???? Tuch belanjaannya banyak. (padahal punya tetangga) xixixi. Sekian saja kisah saya ke Macau yang menjengkelkan tapi tetap bisa tersenyum. Karena sampai di HongKong sudah disambut teman saya di KFC (yang ini baru gratis). Setelah isi perut, lansung ngacir naik taxi pulang karena sudah terlambat pulang. Tapi nenek ga marah karena satu kotak pie nanas kusodorkan buat dia. Haha nyogok nih ye.....