Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Pingin Vario Dapat Revo

Sekitar 2 bulan lalu, kami mengajak Alfi ke rumah seorang teman yang tinggal di Madiun kota. Karena cuaca cerah, kami memilih naik motor biar lebih irit BBM sekalian melatih Alfi bepergian naik motor. Irit sih irit, tapi saya kok merasa tidak nyaman. Jok si beaty sepertinya sudah terlalu sempit untuk kami bertiga. Beberapa kali saya harus gerak untuk ganti posisi dan membuat suami sedikit ngomel.


Akhirnya setelah sampai di rumah, kami ngobrol-ngobrol sebelum tidur. "Mas, gimana kalau kita ganti motor baru, dari dealer", saya mengawali obrolan kami. "Duitnya mana to dek?" jawab suami ragu. "Kita niat aja, kita pasti bisa. Nanti aku ikut nabung, kalau masih kurang perhiasanku boleh dijual", jawab saya meyakinkan. Kemudian kami menghitung-hitung uang kami dan kami memutuskan tahun 2014 harus punya motor baru.

Setelah niat kami kuat, sayapun membuat celengan dari kotak sepatu yang saya bungkus dengan kertas kado. Tak lupa saya menuliskan kata VARIO 2014 di kotak tersebut. Setiap hari saya memasukkan uang hasil dari toko antara 5ribu-20ribu. Kadang sempat berpikir, nabung segini kapan ngumpulnya? Tapi saya segera menepis pikiran itu, kami pasti bisa.

Ternyata, uang yang saya masukkan ke kotak itu sedikit demi sedikit lama-lama menjadi banyak. Waktu saya buka tahun baru kemarin, jumlahnya sudah 1.265.000. Mungkin jumlahnya tak seberapa, tapi cara ini melatih saya untuk konsisten dalam menabung. Selama ini celengan saya berlubang jadi bisa diambil sewaktu-waktu saya butuh, makanya uang saya ndak ngumpul-ngumpul. :).

 Bongkar celengan. :)

Dan alhamdulillah, berkat usaha keras kami dan hasil panen yang lumayan bagus impian kami untuk memiliki motor baru akan segera terwujud kalau si beaty laku. Tapi kenyataan tak sesuai harapan, si beaty yang masih mulus itu harganya tak seperti yang kami inginkan. Kamipun mikir-mikir lagi, kalau harus nambahnya terlalu banyak, tabungan kami habis donk. Dan akhirnya kami memutuskan tidak jadi beli Vario.


Sebagai gantinya, kami membeli motor Revo milik sebelah rumah yang harganya jauh lebih murah karena sudah di otak-atik sama anaknya. Ndak dapat Vario dapat Revo, okelah kalau begitu. Nanti si beaty tinggal balik nama saja, khan sudah jadi milik sendiri. :).

Karena sudah dapat Revo, si biru terpaksa harus kami lepaskan. Kebetulan ada teman yang menginginkan si biru sejak lama. Selamat tinggal si biru.... selamat tinggal motor kenangan.... 

Rabu, 24 Juli 2013

Cerita Ramadhan di Negeri Orang

Tahun 2003, untuk pertama kalinya saya menikmati Ramadhan di negeri beton Hong Kong. Waktu itu baru  3 mingguan saya datang, ramadhan juga datang. Saya pun minta ijin ke majikan untuk menjalankan ibadah puasa.


"Nyonya, bolehkah saya puasa?"

"Puasa itu apa?"

"Puasa itu tidak boleh makan dan minum  seharian"

"Hah, kamu pingin mati ya?"

"Tidak nyonya, kami orang Indonesia sebentar lagi hari raya jadi harus puasa. Saya sudah biasa melakukannya"

"Tidak boleh, nanti kalau kamu sakit gimana? Kalau tidak kuat kerja gimana?"

"Oh... ya sudah kalau tidak boleh"

Sedih rasanya ketika majikan tidak mengijinkan saya puasa dengan alasan takut sakit atau takut tidak kuat kerja. Tapi saya tidak menyerah begitu saja. Kebetulan majikan kerja dari pagi hingga malam, sehingga saya bisa puasa dengan sembunyi-sembunyi. 

Berat, itulah yang saya rasakan ketika saya harus puasa tanpa sepengetahuan majikan. Apalagi saat itu saya masih potongan gaji, jadi saya tidak punya uang untuk membeli makanan sendiri. Setiap hari saya menyembunyikan 2 lembar roti tawar jatah sarapan buat makan sahur. Sebotol air putih dan 2 lembar roti tawar itulah menu makan sahur saya setiap hari. Makannya pun di dalam kamar yang gelap, karena takut ketahuan majikan.

Sedangkan untuk berbuka, saya biasa minum air putih dulu sambil menunggu majikan pulang kerja. Hampir setiap hari saya harus menahan lapar sampai jam 8-9 malam karena tidak ada makanan apa-apa.. Majikan memang suka masakan yang masih panas, jadi masaknya beberapa menit sebelum majikan pulang. Pas selesai masak pas majikan pulang, barulah bisa makan.

Sering airmata saya menetes ketika ingat keluarga di kampung. Biasanya saat berbuka maupun sahur, aneka makanan sudah siap di meja dan tinggal santap. Tapi di Hong Kong saya harus makan seadanya. Nelongso banget rasanya.... pertama kali kerja di negeri orang harus mengalami seperti ini. "Sabar...", itu yang selalu saya ucapkan untuk menyemangati diri sendiri.

Dengan sabar dan niat yang kuat, meskipun hanya makan sahur dengan 2 lembar roti tawar dan sebotol air, saya tetap kuat berpuasa. Tapi sempat bolong juga karena benar-benar tidak kuat. Daripada terjadi apa-apa dan ketahuan majikan, terpaksa saya tidak puasa.

Dan alhamdulillah..... hal ini hanya terjadi di tahun pertama saya kerja. Tahun ke dua saya tetap puasa sembunyi-sembunyi tapi saya sudah punya uang untuk membeli makanan sendiri. Setelah saya pindah majikan dan merawat nenek, saya bisa bebas berpuasa. Saat sahur, nenek asuhan saya sering membangunkan saya dan nenek menyuruh saya menyisihkan makanan buat makan sahur. Sedangkan saat berbuka, majikan rela makan lebih awal biar saya bisa segera buka puasa.

Berakit-rakit ke hulu, berenang renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Begitu kata pepatah dan saya bisa membuktikannya. :)

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka  Ramadhan Giveaway  dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat


Selasa, 16 Juli 2013

Gagal Panen

Saat ini di daerah saya lagi panen padi. Tapi banyak petani dibuat menangis karena hasil panennya jauh dari harapan. Ada sebagian yang hanya balik modal, ada juga yang malah gulung tikar. 

Gagal panen yang dialami para petani kali ini diakibatkan karena serangan hama wereng, tikus dan juga potong leher. Ditambah turunnya hujan deras yang terjadi beberapa kali pada malam hari menambah penderitaan petani semakin lengkap. Karena padi yang belum menguning dengan sempurna itu banyak yang ambruk. Sehingga padinya tidak bisa menguning dengan sempurna dan mempersulit petani saat menuainya.


Karena banyak padi yang diserang hama dan ambruk, banyak orang yang ogah-ogahan disuruh menuai padi. Kalaupun mau, mereka memilih dibayar uang daripada dibayar padi. Kalau dibayar padi, mereka merasa rugi karena satu petak yang biasanya dapat 1 ton lebih padi, kali ini dapat kurang lebih separonya. Kalau dibayar uang, setiap satu petaknya mereka minta 450ribu sampai 600ribu, tergantung banyak tidaknya padi yang ambruk.

"Manut sajalah, daripada ndak ada yang menuai", kata sebagian petani pasrah. Kalau dipikir-pikir harga segitu bikin petani rugi karena hasil panennya yang tidak terlalu bagus. Tapi mau gimana lagi? Petani tidak punya pilihan lain. 

Padinya pada bobok manis.

Alhamdulillah..... meskipun banyak petani yang mengalami gagal panen termasuk mertua saya, tapi saya tidak mengalaminya. Memang hasil panennya agak menurun dari panen kemarin, tapi sudah termasuk baguslah, buat beli pupuk masih ada sisa. Yach.... mungkin rejekinya si Alfi, karena lebaran nanti mau ngadain acara nujuh bulannya Alfi. Apapun hasil panen kali ini, semoga kami bisa selalu bersyukur. Amin....





Minggu, 14 Juli 2013

28 Tahun Lalu, Aku Membencimu

28 tahun lalu, aku tak menginginkan kehadiranmu di dunia ini. Karena aku belum puas menikmati kasih sayang dan juga ASI dari emak. Kamu tumbuh di rahim emak ketika usiaku belum genap 1,5 tahun. Masih terlalu kecil untuk mempunyai adik bukan? 


Tapi apalah daya.... meskipun emak sudah ikut program KB, tapi ALLAH berkehendak lain. Kamu tetap saja tumbuh di rahim emak. Karena emak masih memakai alat kontrasepsi, emakpun tak menyadari kehadiranmu sampai hampir 4 bulan. Tapi alhamdulillah setelah alat kontrasepsi dilepas, kamu tumbuh dan lahir dengan selamat 

Ketika kamu lahir, aku selalu nangis kalau melihat emak menggendong atau memberimu ASI. Aku melarang emak menyentuhmu, kadang aku juga minta gendong ketika emak menggendongmu. Sehingga emak menitipkan aku di rumah embah (dari bapak). Pagi-pagi aku diantar ke rumah embah dan pulangnya sore setelah mandi. Jadi emak bisa bebas mengurus kamu tanpa ada gangguan dari aku.

Setelah kehadiranmu, emak harus membagi kasih sayang untuk aku dan kamu. Apalagi kamu sering sakit-sakitan, membuat emak lebih memperhatikan kamu daripada aku. Aku masih ingat ketika kamu mimisan tak henti-henti. Emak panik dan langsung membawamu ke puskesmas tanpa memperdulikan aku yang merengek ingin ikut. Aku berlari mengejar motor yang membawamu, tapi kaki kecilku tak mampu mengejarmu. Aku pun hanya berdiri menatapmu yang semakin jauh dari pandanganku.

Ach....kalau ku tulis semua kisah masa kecil kita tak akan pernah habis ceritanya. 28 tahun telah berlalu, aku tak lagi membencimu tapi aku selalu rindu akan kehadiranmu. Jarak dan waktu yang memisahkan kita, membuat aku rindu masa-masa kecil kita yang selalu bersama. 

Tapi masa-masa itu sudah tak mungkin terulang kembali. Sekarang kita sudah sama-sama dewasa, memiliki keluarga dan menikmati hidup yang jauh lebih baik dari masa kecil kita. Semua itu berkat emak sama bapak yang kerja keras dan teak pernah lelah mendo'akan kita. Semoga kita semua diberi umur panjang agar bisa menikmati lebaran tahun ini bersama-sama.  Amin.

Lebaran 2012
Selamat Ulang Tahun Adikku sayang.....Semoga panjang umur, lancar rejeki, cepet dapat momongan, lancar segala urusan dan semoga sisa umurnya semakin berkah. Amin.

Senin, 17 Juni 2013

Memasuki Kepala Tiga

15 juni 30 tahun lalu, beberapa hari setelah terjadi gerhana matahari total, seorang bayi mungil yang cantik lahir ke dunia ini. Mungkin, bayi mungil itu tak ingin melihat terjadinya gerhana matahari total, sehingga dia kerasan didalam perut ibunya selama 10 bulan lebih.

Orang menyebutnya bukan bayi biasa, karena ketika umurnya baru 5 hari, dia sudah bisa menghabiskan sebuah pisang yang lumayan besar. Ibunya terpaksa menyuapi pisang karena tangisnya cetar membahana dan tak henti-henti. Tapi itu hanya berlangsung beberapa hari, selanjutnya bayi itu kembali seperti bayi pada umumnya yang hanya minum ASI.



Tapi bukan ASI dari ibunya, melainkan ASI dari budhenya (kakak kandung ibunya) yang kebetulan punya bayi laki-laki yang berumur sebulanan. Setiap ibunya mau memberi ASI, dia selalu menangis histeris sambil mengangkat kepalanya. Dia juga tidak doyan susu formula, hanya ASI dari budhenya yang dia mau.

Sebenarnya banyak yang melarang, karena anak budhenya laki-laki. Takutnya kalau besar nanti, mereka saling suka dan menikah. "Di ingat-ingat lho ya.... kalau besar nanti mereka jangan sampai menikah. Karena mereka satu ibu susu", begitu pesan orang-orang.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama, ketika usianya tepat 2 bulan dia baru mau minum ASI ibunya. Selanjutnya, bayi itu tumbuh, tumbuh, dan tumbuh menjadi gadis dewasa yang saat ini umurnya tepat 30 tahun. Dia juga sudah menjadi seorang istri dan ibu dari seorang peri kecil bernama Alfi.

Ternyata bayi yang kata orang bukan bayi biasa itu adalah saya sendiri. Dan sekarang, saya juga bisa merasakan apa yang emak saya rasakan dulu. Alfi juga baru mau minum ASI ketika umurnya 2 bulan, suka nangis histeris tapi tak seheboh saya dulu. "Ada yang diturun tuch", kata orang-orang setiap Alfi nangis. Tapi Alfi tidak kerasan di dalam perut seperti saya dulu, karena Alfi harus melihat indahnya dunia sebelum usianya genap 9 bulan di dalam perut saya. Dan alhamdulillah, Alfi doyan susu formula jadi ndak kerepotan cari ibu susu. hehe.

Alhamdulillah.... usia saya sudah memasuki kepala tiga. Alhamdulillah....ALLAH masih memberi kesempatan saya untuk melihat indahnya dunia. Semoga ALLAH memberi umur panjang agar bisa mengantarkan Alfi menjadi anak yang sholehah dan memberi manfaat untuk keluarga, agama dan negara. Dan semoga sisa umur saya penuh berkah. Amin.

Bersamaan dengan ultah saya, Alfi juga ulang bulan yang ke 5. Di usianya yang ke 5 bulan, Alfi makin pinter, makin gemuk, makin tembem, makin panjang, dan makin lincah. Alfi sudah bisa guling-guling tapi masih suka kejedok lantai karena baliknya dari tengkurap terlalu cepat. Alfi juga mulai belajar makan pisang atau bubur sungsum (dari tepung beras). Dan masih banyak lagi perkembangannya yang bikin gemes siapa saja. Cepat besar ya nak.... :)

Sebagai kado ultah, saya dan Alfi diajak jalan-jalan sama suami ke Madiun dan bisa kopdar sama Mbak Reni. Cerita kopdarnya di posting berikutnya saja. :)

Rabu, 15 Mei 2013

Berteman Di Hong Kong, Reuni Di Indonesia

Hari jum'at 11 mei lalu, Nanik teman saya waktu di Hong Kong yang tinggal di Blitar sms "Mbak, kalau mau ke rumahmu enaknya naik kereta apa naik bus ya?". Menerima sms seperti itu, saya agak kaget juga. Karena sejak dia pulang ke Indonesia bulan februari, dia baru memberi kabar sekitar seminggu lalu. 

"Bener nich mau main ke Madiun? Naik kereta aja, nanti biar dijemput suamiku di stasiun", jawab saya. Setelah sms an dan sempat telponan, akhirnya dia memutuskan hari minggu berangkat dari Blitar. Rencananya, dia mau bermalam di rumah saya dan besoknya minta diantar ke rumahnya Yu Tun yang berada di Lembeyan Magetan.

Saya, Nanik, dan Yu Tun adalah sahabat baik waktu di Hong Kong. Saya dan Nanik sudah pulang ke Indonesia lebih dulu dan Yu tun masih di Hong Kong. Dan yang ada di rumah cuma simboknya tok, karena anak semata wayangnya ikut budhenya. Tapi Nanik pingin main ke rumah Yu Tun, meskipun Yu Tun tidak ada di rumah. "Mumpung main ke Madiun, biar tahu rumah Yu Tun", katanya.

Hari minggu, akhirnya Nanik dan suaminya berangkat ke Madiun naik bus, karena tiket kereta ekonomi dari Blitar ke Madiun harganya sama dengan tiket ke Jakarta yaitu 130 ribu. Ya sudah... suami tidak perlu jemput ke Stasiun tapi di jalan raya dekat daerah saya.

Sekitar jam 1 siang mereka sampai di rumah saya. Seneng sekali bisa bertemu Nanik lagi. Dan yang bikin tambah seneng, Nanik sedang hamil 4 bulan. Terharu rasanya.... mereka mau datang ke Madiun meskipun sedang hamil. Setelah bercerita sebentar, saya menyiapkan makan siang seadanya. Ada nasi, ada sayur, ada telur dan kerupuk saja, tapi alhamdulillah mereka suka. *lapar kali yak* :).

Kebetulan penjual sayur depan rumah ndak belanja ke pasar. Ada ikan dan ayam peliharaan bapak tapi belum cukup umur untuk dimasak, jadi emak tidak bisa masak yang special. Akhirnya, saya mengajak mereka makan malam di tempat makan langganan kami. Niatnya sich kami mau nraktir mereka tapi malah kami yang di traktir oleh mereka. "Lho tamunya kok malah nraktir? dompetnya masih tebel ya....", kata saya sambil meledek mereka. Maklum Nanik baru 4 bulan di Indonesia pasti duitnya masih banyak donk... hehe.

Paginya.... jam 10 lebih kami berangkat ke Magetan. Saya menyuruh mereka bermalam lagi, tapi mereka tidak mau. Katanya adiknya pulang dari pondok karena sakit. Sedangkan di rumah tidak ada siapa-siapa, jadi mereka harus segera pulang. Sekarang Nanik dan suaminya jadi orang tua buat adiknya. Ibunya sudah meninggal 3 tahun lalu, bapaknya sudah menikah lagi dan tinggal di rumah istrinya. 

 Sebelum berangkat ke Magetan, foto dulu. :). 

 Pertama kalinya Alfi diajak pergi jauh. Dan dia tidur terus sepanjang perjalanan.

Setelah salah belok 2x karena saya dan suami lupa jalan masuknya, akhirnya sampai juga di rumah Yu Tun. Depan rumah Yu Tun sawah, dan nampak keindahan Gunung Bancak dari halaman rumah. Hawanya dingin banget, apalagi cuacanya lagi mendung mau hujan.
Hawa dinginnya membuat Alfi gembira, karena di rumah hawanya panas sekali.

Meskipun hawanya dingin, namun kehangatan keluarga Yu Tun kami rasakan saat menyambut kedatangan kami. Begitu kami datang, tak lama kemudian aneka masakan dihidangkan untuk kami. "Hah, baru datang kok disuruh makan", ucap saya sambil bercanda. "Makan dululah, nanti baru ngobrol", jawab kakak perempuan yu Tun yang orangnya super kocak dan ramah.

Tapi kami tak bisa berlama-lama disana karena Nanik dan suaminya harus segera kembali ke Blitar. Setelah pamitan, kamipun segera meluncur meninggalkan rumah megah yang belum sempat dihuni pemiliknya karena masih bekerja di Hong Kong.

Kami mengantarkan Nanik dan suaminya di Jalan raya Ponorogo-Madiun dan menunggunya sampai dapat bus jurusan Surabaya. "Hati-hati ya... jaga dedeknya baik-baik ya.... jangan terlalu capek ya.... terimakasih atas kedatangannya ya....", ucap saya sebelum berpisah. Berteman di Hong Kong, reuni di Indonesia itu rasanya sesuatu banget. :)


Minggu, 12 Mei 2013

Menikmati Hari Bersama Alfi

Sudah sebulan lebih saya melalui hari-hari hanya bersama Alfi di rumah. Setelah kesehatan saya mulai pulih, emak mulai tega meninggalkan saya bersama Alfi. Ya... sekarang gantian emak yang jualan es jus di toko. Tapi sebelum berangkat, emak sudah memasak dan menyelesaikan pekerjaan lainnya. Jadi saya tidak perlu mengerjakannya dan tugas saya hanya mengurus Alfi. :).


Untuk menghilangkan rasa jenuh, biasanya saya ajak Alfi jalan-jalan ke rumah tetangga yang jaraknya sekitar 50 m. Karena disana banyak orang lewat, kalau hari libur banyak anak-anak yang bermain di halaman. Dan itu membuat Alfi lebih ceria, tidak rewel dan akhirnya tidur dengan sendirinya. Kalau sudah tidur, baru di ajak pulang. :)

Alfi bisa tertawa dan senyum-senyum karena banyak temannya.

 Anak-anak ada yang main lompat tali, naik sepeda, kejar-kejaran, dll.

 Melihat mereka main, jadi teringat masa kecil saya. Tapi sekarang banyak yang melupakan mainan ini. Mereka lebih suka melototin Tivi, main Play Station atau main komputer.

Emak sama anak pipinya saingan tembemnya. Hikz.

Alhamdulillah.... meskipun hari-hari hanya bersama Alfi, tapi hati saya bahagia sekali. Makanya badan saya juga makin melar. Tapi ndak apa-apa.... yang penting kebutuhan ASI buat Alfi terpenuhi. Soal diet nanti saja dipikirin lagi. Semoga saja melarnya ndak kebablasan. Hikz.

Kamis, 02 Mei 2013

Alergi Susu Formula

Sejak lahir, Alfi nafasnya kadang-kadang bunyi seperti orang ngorok dan tidurnya juga sering ngorok. Apalagi kalau lagi nangis suaranya terdengar seperti sedang pilek dan ada dahak di tenggorokannya. Emak bilang, biasanya kalau bayi nafasnya seperti itu waktu lahir kena air ketuban. Tapi Alfi lahirnya khan caesar, masa kena air ketuban?

Saya sempat khawatir dan membawanya ke tempat bu Bidan. Kalau menurut bu Bidan, hal itu sudah biasa dan akan sembuh dengan sendirinya setelah si bayi sudah bisa duduk. Tapi penjelasan bu Bidan tak bisa membuat saya tenang. 

Kebetulan ada tetangga yang  menyarankan untuk membawanya ke dokter specialis anak. Waktu itu Alfi masih berumur 1,5 bulan tapi kami membawa Alfi ke dokter specialis anak yang berada di Jln Bali Madiun. Berharap ada tindakan dari dokter agar Alfi terbebas dari dahak yang ada di tenggorokannya.

Begitu bertemu dokter, kami menceritakan keluhan kami. "Minum ASI?" tanya dokter. "Campur susu formula, minum ASInya susah" jawab saya. Setelah tahu Alfi minum susu formula, tanpa memegang Alfi dokter langsung bilang "alergi susu formula ini, kenapa ndak dikasih ASI saja to?". Setelah bilang begitu, dokter baru membuka baju Alfi dan memeriksa Alfi pakai testoskop (eh apa ya namanya?). 

"Bayi kalau sering kentut, sering gumoh, sering ceguk'an itu alergi susu", kata dokter sambil memeriksa Alfi. Apa yang disebutkan dokter memang terjadi pada Alfi, sehingga dokter makin yakin kalau Alfi Alergi susu. "Ibunya kurang telaten mungkin, dikasih ASI saja bu, ASI itu terbaik di dunia lho", kata dokter sambil memberikan resep obat. "Sudah ya dok?", tanya suami sambil melongo.

Setelah keluar dari ruang dokter, suami baru mengungkapkan kekecewaannya. "Cuma begitu doank? ndak ada tindakan apa-apa?" ucap suami kesal. Dan kekesalannya makin bertambah ketika ambil obat harus menunggu lumayan lama. "Sabarlah mas.... dicoba aja dulu. Siapa tahu setelah minum obat, Alfi sembuh", ucap saya untuk meredam kekesalannya.

Setelah pulang dari dokter, kami berpikir keras agar Alfi mau minum ASI. Selain memberikan obat dari dokter, kami juga mencoba ganti merk susu. Siapa tahu dengan ganti merk susu, Alfi bisa sembuh. Tapi semua sia-sia, sampai obat habis Alfi tetap tidak ada perubahan. Kamipun hanya bisa pasrah.

Tapi seiring berjalannya waktu, keadaan Alfi mulai membaik. Nafasnya yang kayak orang ngorok sudah mulai hilang setelah kami sering menggendong Alfi dengan posisi agak duduk. Berati Alfi bukan alergi susu, karena sampai sekarang Alfi masih minum susu formula meskipun hanya buat selingan saja.


Meskipun kami agak kecewa dengan dokter anak tersebut, tapi kami sangat bersyukur karena kami diingatkan akan pentingnya ASI untuk Alfi. Saya jadi lebih telaten dan lebih sabar agar Alfi mau minum ASI. Andai saja dokter tidak bilang Alfi alergi susu, pasti sampai saat ini Alfi belum mau minum ASI. Memang selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. :)


Selasa, 30 April 2013

Hampir Kena Tipu Pembeli

Pembeli : "Buk beli rokok Samsu (sambil menaruh uang 100 ribu diatas etalase dan emak tidak mengambilnya)".
Emak : "Samsunya habis pak"
Pembeli : "Lha itu apa?" (sambil menunjuk rokok Sampoerna ijo yang kemasannya memang mirip samsu).
Emak : "Itu sampoerna kretek"
Pembeli : "Ya sudah, yang itu saja buk"
Emak : "Ini" (menyerahkan rokok pakai tangan kanan dan pegang uang kembalian di tangan kiri).
Pembeli : "Yang isi 16, buk" (emak mulai ingat penipuan di beberapa toko dekat rumah)
Emak : "Tidak ada yang isi 16 pak, adanya isi 12"
Pembeli : "Ada"
Emak : "Disini tidak ada, bapak beli di tempat lain aja" (agak emosi)
Pembeli : "Maaf bu, kok sepertinya marah ya?"
Emak : "Ndak marah kok, kalau ga jadi beli gapapa kok pak"


Kemudian Emak menyimpan kembali uang kembalian dan rokok yang tidak jadi dibeli sedangkan si bapak akhirnya beli Aqua botol kecil pakai uang 2000an.

Modus penipuan dengan cara ganti-ganti barang yang dibeli ini sudah terjadi sejak lama di kampung saya. Biasanya si pembeli pakai helm dan uangnya 100ribuan. Setelah barang di berikan, dan uang kembalian diserahkan, dia pura-pura tidak jadi beli barangnya. Saat mengembalikan barang dan uang kembalian yang sudah diterima, biasanya dia akan mengambil lembaran 50 ribuannya dan mengembalikan sisanya.  Nach... setelah dia pergi.... barulah si penjual sadar kalau uang 50 ribuannya hilang.

Alhamdulillah, emak ingat cerita tentang modus penipuan seperti itu, jadi ketika si bapak mulai plin plan, emak malah membentaknya. Dan untungnya, emak masih memegang uang kembaliannya di tangan kiri. Sehingga si bapak tidak sempat melakukan aksinya. Ada-ada saja cara orang untuk melakukan penipuan.

Setelah kejadian itu, emak lebih hati-hati dan tidak berani di toko sendirian. Maklun toko kami letaknya agak jauh dari tetangga. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, sekarang emak selalu ditemani bapak atau keponakan kalau suami sedang keluar. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Amiiin. 

Senin, 22 April 2013

Solar Oh Solar

Sudah hampir 2 minggu, solar jadi bahan bakar langka di tempat saya dan mungkin juga terjadi di beberapa daerah. Banyak pihak yang dirugikan, karena bukan hanya kendaraan saja yang membutuhkan solar tetapi para petani juga butuh solar untuk ndisel atau membajak sawah. Kebetulan saat ini di daerah saya selesai panen dan waktunya nggarap sawah.

Setiap hari antrian panjang terjadi di POM, bahkan ada yang rela berangkat subuh untuk antri. Sedangkan datangnya solar tidak tentu jam berapa. Banyak orang yang keleleran di POM hanya untuk mendapatkan solar, itupun hanya dapat jatah 100 ribu untuk mobil dan 50 ribu untuk jirigen.

Awalnya suami sempat kebingungan karena tangki mobilnya bocor. Tapi gara-gara solar langka, mau ga mau tangkinya harus ditambal. Jadi bisa diisi 100 ribu terus  di tab ke jirigen buat ndisel sawah, terus besoknya kalau tidak repot antri lagi. Karena antrian mobil lebih cepat dapat daripada antri jirigen.

Ada sebagian orang yang tidak sabar menunggu dan memilih beli di toko dengan harga 7 ribu/liter. "10 ribupun juga mau asal dapat solar", kata seorang petani. Sebegitu pentingnya solar, sampai rela membayar mahal untuk mendapatkannya.

Karena kelangkaan solar, ada kejadian tragis yang terjadi pada hari kamis 18 April kemarin. Kecelakaan maut terjadi ketika sebuah truck berhenti di tengah jalan tanpa menyalakan lampu peringatan karena kehabisan solar. Dari arah belakang ada sepeda motor menabrak truck dan 2 pengendara sepeda motornya meninggal dunia.

Pengendara tersebut adalah seorang pelajar SMA yang baru saja selesai mengikuti Ujian Nasional, sedangkan si ibunya adalah calon TKI Taiwan yang kebetulan cuti pulang dan seharusnya terbang ke Taiwan hari senin 22 April. Maksud hati ingin bertemu keluarganya sebelum terbang ke Taiwan, tapi ternyata ibu itu pulang untuk selama-lamanya.

Andai saja solar tidak langka.... mungkin kejadian tragis itu tidak perlu terjadi. Atau mungkin karena si pengendara sepeda motor yang kurang hati-hati? Truck sebesar itu masa ga kelihatan meskipun suasananya agak gelap? Atau trucknya yang salah karena tidak menyalakan lampu peringatan? Entahlah.... ALLAH mempunyai banyak cara untuk mengambil nyawa manusia.....

Kamis, 11 April 2013

Menghapus Jejakmu + Sahabat Yang Beruntung

"Dek kalau pulang nanti, semua yang bikin aku sakit hati dibuang ya...", kata suami sebelum kami pulang ke Indonesia. Sayapun mengiyakan permintaan itu karena sebagai istri saya harus patuh kepada suami. Tapi setelah kami bertemu, rencana untuk membuang sesuatu yang bikin sakit hati itu telah kami lupakan. Suami juga tidak pernah menanyakan, sayapun tidak berani mengingatkan.



Beberapa waktu lalu, saya bongkar-bongkar lemari meja rias dan ternyata barang-barang tersebut ada disana. Ada foto, surat, diary, dll yang terbungkus rapi di dalam tas bergambar hello kitty. "Mas yang ini jangan di buka ya", begitu bunyi notes yang tertempel di tas tersebut. Ternyata suami memang benar-benar tidak membukanya.

Akhirnya saya sendiri yang membereskan barang-barang tersebut. Karena saya tahu, kalau suami melihat pasti akan membuatnya sakit hati dan terluka lagi. Saya tidak mau merusak kebahagiaan kami, sehingga saya membakar barang-barang tersebut untuk menghapus kenangan masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu, yang penting jalani hidup yang sekarang bersama keluarga tercinta.

Karena acara bakar-bakar itu, saya punya ide untuk mengadakan giveaway Tebak Gambar Berhadiah sebagai ucapan syukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepada saya dan keluarga. Sengaja tidak bikin giveaway yang pakai postingan di blog masing-masing karena sekarang ngeblognya sambil momong si kecil jadi saya tidak punya banyak waktu untuk BW. :)

Meskipun tidak ada promosi... alhamdulillah ada 19 sahabat yang menjawab. Semua memiliki jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Tapi hanya ada 3 sahabat yang beruntung dengan jawaban paling ciamik dan akan mendapatkab buku karya Pakdhe Cholik yang berjudul Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti plus pulsa Rp. 20.000.


Mereka yang beruntung adalah....
  1. Pak Ies Djangan Pakies
  2. BlogS of Hariyanto
  3. Ila Rizky Nidiana
Untuk 3 sahabat yang beruntung harap mengirimkan alamat + no telp ke tania_koe@yahoo.com atau inbok ke facebook Tarry Kitty HolicTerimakasih untuk semua sahabat yang telah mendukung giveaway sederhana ini.

Jumat, 29 Maret 2013

Tebak Gambar Berhadiah

Akhir-akhir ini rasanya banyak banget nikmat yang ALLAH berikan kepada saya dan juga keluarga.
  • Pertama, mobil L300 milik suami sudah atas nama sendiri. "Dulu pingin motor saja ndak dibeliin sama ortu, kemana-mana naik sepeda jelek tapi sekarang bisa beli motor dan mobil sendiri", kata suami yang membuat saya terharu.
  • Kedua, kelahiran putri kami yang pertama pada tanggal 15 januari kemarin.
  • Ketiga, panen kali ini hasilnya alhamdulillah bagus. Padahal banyak petani yang mengalami kerugian gara-gara padinya potong leher.
  • Ke empat, beberapa kali beruntung dapat buku dari Giveawaynya sahabat blogger. Semoga saya bisa me review nya satu per satu. Amiin.
  • Ke lima, blog ini sudah mencapai 300 postingan sejak september 2010 sampai hari ini. dan masih banyak lagi nikmat ALLAH yang tidak bisa saya sebut satu persatu.

Untuk itu, saya berniat mengadakan giveaway kecil-kecilan sebagai ungkapan rasa syukur saya atas nikmat yang ALLAH berikan. Caranya sangat mudah dan tidak perlu bikin postingan di blog dan siapapun boleh ikutan asalkan punya alamat di Indonesia.

Ceritanya saya habis bongkar-bongkar barang di lemari dan saya mengumpulkan beberapa barang tidak penting tapi bisa jadi masalah besar kalau terus saya simpan, kemudian saya bakar barang tersebut untuk menghapus jejak seseorang dalam kehidupan saya. Iseng-iseng saya mengabadikan moment bakar-bakar tersebut dan hasilnya foto dibawah ini.


PERTANYAANNYA: MENURUT SAHABAT BLOGGER APA YANG MENARIK DARI FOTO DIATAS? 


  • Jawab pertanyaan di kolom komentar postingan ini mulai postingan ini terbit sampai tanggal 5 april pukul 23.00. 
  • Komentar yang mengandung jawaban akan di moderasi. 
  • 3 sahabat yang Jawabannya sesuai dengan tujuan saya bakar-bakar akan mendapatkan Buku + pulsa Rp. 20.000 (judul buku bisa milih sendiri).
  • Pengumuman pemenang insyaallah tgl 15 april bertepatan dengan ultah suami dan ulbul nya putri kami.
Sekian pemberitahuan dari saya, kalau ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih.......

Rabu, 27 Maret 2013

Makin Kaya, Makin Banyak Utangnya

Suami :"Dek, tadi aku ngobrol sama si Anu. Dia cerita kalau punya utang ratusan juta. Terus setiap bulannya harus bayar 11 juta dan sekarang petugas bank hampir setiap hari datang karena dia tidak mau bayar utang", 

Saya :"Hah? ratusan juta? 11 juta sebulan? Berati dia harus kerja keras ya mas?"

Suami : "Iya, tapi dia pintar. Tempat usahanya yang dijadikan jaminan. Jadi kalau bank mau menyitanya dia bisa mengelak. Kalau tempat usahanya disita, bagaimana dia bisa bayar utang?"

Saya : "Hemmm, berati kita harus bersyukur ya mas? Meskipun usaha kita kecil-kecilan tapi  ndak usah mikir utang".



Suami : "Iya, tapi kalau mau maju ya memang harus berani begitu"

Saya : "Iya juga sich.... Tapi kalau tidak bisa menyesuaikan kemampuan kita apa ga malah menyusahkan?"

Suami : "Halah embuh dek.... ben dipikir dewe"

Saya : "Lha iyo masa mau bantuin mikir?"

Suami : "Hehe iyo, tapi bisa jadi pelajaran buat kita, biar lebih hati-hati kalau berurusan dengan yang namanya kredit mengkredit"

Saya : "Emangnya mau belajar utang? Emangnya punya barang yang bisa buat jaminan?"

Suami : "BPKB mobil khan juga bisa buat jaminan?"

Saya : "Mobilmu gerobak emange bisa buat pinjam 100 juta? Oalah mas.... belajar kok belajar utang bank", langsung ngacir meninggalkan suami.

Padahal saya sempat iri dengan si Anu itu. Punya mobil bagus, punya motor baru, punya truck, punya usaha besar, dll. Tapi ternyata, dibalik itu semua si Anu menanggung utang yang jumlahnya tidak sedikit. Makin besar usahanya, makin besar pula utangnya.

Berati saya jauh lebih beruntung dari dia ya..... Meskipun apa yang saya punya tak sebagus dan tak sebanyak apa yang dia punya, tapi yang penting tidak punya tanggungan. Kalau mereka bilang "punya utang bikin semangat kerja", kalau saya bilang "punya utang bikin semangat kerja jadi hilang". Karena hasil kerja  keras kita harus diberikan kepada orang lain. :)

Bagi saya, lebih baik memulai sesuatu dari yang kecil dan menjadi besar. Daripada memulai sesuatu dari yang besar kemudian jatuh tersungkur dan kembali menjadi kecil. Semoga saya selalu bisa bersyukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepada saya. Amiiin.

Kamis, 21 Maret 2013

Giveaway Rame Rame - 3 Bersahabat

Ngomongin tentang angka 3 saya jadi teringat kalau sejak SMP sampai gede, saya selalu punya 2 sahabat baik. Tapi bukan berati yang lain ga baik lho.... 2 sahabat ditambah saya sendiri, jadilah kami 3 bersahabat. Yach meskipun kami tidak mampu mempertahankan persahabatan kami karena alasan jarak dan waktu, tapi setidaknya saya pernah bersahabat baik dengan mereka.

Sahabat waktu SMP saya bernama Reni dan Ida, dan persahabatan kami putus karena kami melanjutkan ke SMA yang berbeda. Kemudian di SMEA sahabat saya namanya Santi dan Tiwa. Kebetulan kami berasal dari Madiun Selatan, sehingga keakraban terjalin dengan sendirinya. Untuk Tiwa, saya harus berterimakasih kepadanya, karena ALLAH mengirimkan jodoh untuk saya melalui Tiwa.

Setelah lulus SMEA, hubungan kami mulai renggang karena Santi langsung mengakhiri masa lajangnya setelah menerima ijazah, dan Tiwa merantau ke Malaysia. Setahun kemudian saya yang merantau ke Hong Kong. Karena waktu itu alat komunikasi tak secanggih sekarang, hubungan kami sempat putus. Tapi sekarang hubungan kami mulai membaik dengan adanya HP dan Facebook. Sekarang mereka sudah punya 2 anak yang sudah SD, sedangkan anak saya masih bayi. Hikz.

Eni, Ena &Tarry, Juni 2009
Ena adalah teman PKL (Praktek Kerja Langsung) di daerah Darmo Surabaya waktu saya proses jadi TKW Hong Kong. Kami berasal dari PJTKI yang berbeda tapi bisa kerja di tempat yang sama. Hubungan kami sempat terputus setelah kami kembali ke PJTKI masing-masing. Tapi tanpa sengaja, saya bertemu Ena lagi di lapangan Victory Hong Kong. Dan dari Ena saya kenal Eni yang kemudian menjadi sahabat baik saya sampai mereka kembali ke tanah air tahun 2010 lalu. Sekarang saya masih bisa komunikasi dengan Ena melalui Facebook dan HP.


Tarry, Yu Tun, & Nanik, Oktober 2011
Setelah Ena dan Eni pulang ke tanah air, Yu Tun dan Nanik menjadi teman baik saya. Mereka teman baiknya Ena dan Eni, tapi sebelumnya saya tidak begitu akrab dengan mereka. Yu Tun seorang single parent yang bisa bersikap dewasa, Nanik seperti anak ABG yang memasuki masa pubernya. Sedangkan saya, wanita biasa yang memiliki sifat dari keduanya. Namun perbedaan itu tak menghalangi kami untuk bersahabat sampai saya pulang ke tanah air. Sekarang Nanik juga sudah pensiun jadi TKW tinggal Yu Tun yang masih disana.

Sulis, Tarry, & Rini, Oktober 2011
Sulis dan Rini adalah teman SMEA saya yang memilih jadi TKW setelah dapat ijazah. Dulu kami tidak begitu akrab, tapi setelah sama-sama di Hong Kong kami jadi sahabat baik. Mereka juga menjadi dewa penolong saat saya baru sampai di Hong Kong. Rini sekarang sudah pensiun dan sedang menunggu kelahiran sang buah hati yang tinggal menghitung hari. Sedangkan Sulis masih di Hong Kong dan menikmati masa lajangnya.
Tarry, Nanda, & Watik, Nopember 2011
Watik adalah teman sekaligus guru bahasa Cantonese waktu di PJTKI. Dia pernah kerja di Hong Kong 4 tahun, sehingga pimpinan PT menunjuk dia untuk mengajari bahasa calon TKW Hong Kong. Sedangkan Nanda adalah teman yang saya kenal setelah di Hong Kong, yang kemudian malah jadi teman baiknya Watik setelah mereka saya kenalkan. Dan persahabatan kami agak renggang setelah saya menikah. Tapi seminggu sebelum saya pulang ke tanah air, mereka menyempatkan diri menemui saya yang lagi momong nenek. Mungkin itu pertemuan terakhir kami. Hikz.

Ya itulah sekelumit cerita tentang 3 sahabat yang saya persembahkan untuk tiga blogger cilik, dan tiga blogger gede yang sedang menggelar hajatan syukuran rame-rame. Saya sendiri ndak tahu tulisan saya ini masuk kategori apa, yang penting saya ikut partisipasi. :). Selamat Ulang Tahun untuk semuanya..... Semoga panjang umur dan sukses dalam segala hal. Amin.

  POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVINLITTLE DIJA DANACACICU

Kamis, 14 Maret 2013

[Ribetnya] Bikin Akte Kelahiran

"Mbak, tolong diantar ke rumah saya KK, KTP suami istri, dan KTP 2 saksi (ASLI). Karena aturan baru dari kabupaten harus asli. Besok saya susulkan, karena kalau sampai jum'at belum masuk nanti kena denda", bunyi SMS dari bu Bidan hari rabu 13 Maret. Mendapat SMS dari bu Bidan, saya baru nyadar kalau si kecil Alfi sudah berumur 2 bulan. Itu berati batas waktu pembuatan akte kelahiran sudah hampir habis.



Sebenarnya kami sudah jauh-jauh hari mengurus surat-surat yang dibutuhkan. Tapi semuanya jadi terlambat gara-gara ngurus KK (Kartu Keluarga) nya sebulan lebih baru jadi. Padahal suami sudah minta dipercepat tapi petugas kecamatannya bilang "tenang saja mas, batas waktunya 2 bulan. Waktunya masih banyak". Akhirnya suami pasrah saja ketika pengambilan KK tertulis tanggal 28 Februari.

Banyak waktu bagaimana? Lha wong kami ngurusnya KK seminggu setelah si kecil lahir, ditambah bulan Februari kalendernya cuma sampai tanggal 28. Sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Setelah KK jadi, suami segera melengkapi semua persyaratan dan diantar ke tempatnya bu Bidan. Tapi ternyata ada kesalahan. KKnya belum di tandatangani sudah di fotocopy duluan, terus saksinya harus tetangga dekat tidak boleh orang lain kampung. Akhirnya pinjam KTP tetangga sebelah, fotocopy lagi baru diantar ke tempatnya bu Bidan. Setelah persyaratan lengkap, berkas diberikan kami lagi untuk meminta tanda tangan pak Kepala Desa. Setelah itu dikembalikan lagi ke Bu Bidan.

Besoknya Bu Bidan SMS lagi "Mbak, karena lahirnya di RS, harus ada surat lahirnya dari RS". Saya kira tidak ada surat lahir dari RS, tapi ternyata di buku KIA ada keterangan lahir 2 lembar yang satu lembar memang untuk mencari akte kelahiran. Ya sudah... akhirnya yang selembar saya gunting dan diantar ke tempatnya bu Bidan.

Saya kira semua sudah beres, eh.... setelah waktunya sudah hampir habis kok ya ada lagi masalahnya. Persyaratan yang dulunya hanya pakai fotocopy, kok ya tiba-tiba minta yang aslinya. Kasihan tuch bu Bidannya harus bolak-balik ke Madiun untuk ngurus akte. "Sepertinya memang mempersulit kita kok mbak, wong dulu pakai fotocopy aja bisa", kata bu Bidan waktu saya mengantar KTP dan KK asli. Semoga setelah ini tidak ada masalah lagi. Amiin.

Alfi 2 bulan
Alhamdulillah, usia Alfi hari ini sudah 2 bulan. Alfi sudah bisa mendengar dan melihat siapa saja yang ngajak dia bercanda. Sudah belajar miring, dan pernah sekali sampai tengkurap. Tapi sama mbah utinya dibalikin lagi, soale belum waktunya tengkurap katanya. Sudah bisa nengok ke kiri, tapi sudah terlanjur agak peyang kepalanya gara2 suka nengok ke kanan. Makin banyak gerak, dan sudah mau minum ASI. Kalau dulu ASI hanya untuk selingan, sekarang Susu Formulanya yang untuk selingan, kalau Alfi kurang kenyang. Dan masih banyak lagi kemajuan-kemajuan lainnya.  Cepat besar ya nak.... 

Jumat, 08 Maret 2013

Luka Bekas Operasi Caesar Keluar Nanah

Seminggu pasca operasi Caesar, saya kontrol ke rumah sakit dan Dokter bilang jahitannya sudah bagus tidak perlu kontrol lagi. Dokter juga tidak memberi saya resep obat tapi hanya memberi saya salep untuk dioleskan ke luka setelah mandi, pagi dan sore hari.

Tapi setelah 40 hari pasca melahirkan, luka operasi saya muncul gelembung berisi air (mirip kulit yang baru kena barang panas). Saya sempat khawatir, takut terjadi infeksi di luka saya. Makanya saya berniat kontrol lagi ke rumah sakit. Tapi malamnya luka tersebut mendadak kempes dan di baju saya ada bercak berwarna kekuningan dan baunya mirip nanah. Saya makin khawatir, sampai-sampai saya tidak berani mandi.



Paginya, saya diantar suami pergi ke rumah sakit. Setelah bertemu dokter, saya menceritakan keluhan saya. Kemudian saya disuruh berbaring dan perawat memeriksa luka saya. "Wah keluar nanah bu....", kata perawatnya. Saya sempat kaget dan tambah khawatir aja mendengar luka saya ada lubang kecil dan keluar nanah plus darah. Tapi kata perawat, itu sudah biasa. "Ada benang yang tidak bisa terserap oleh tubuh, jadi dia berusaha mengeluarkannya", kata perawatnya.

Setelah perawat membersihkan luka saya, suami dipanggil masuk. Kemudian suami diajari cara merawat luka saya. Pagi sore, luka saya harus dibersihkan sampai nanahnya tidak keluar. Kemudian lubang kecilnya dikasih gula pasir, terus dikasih salep lalu di tutup dengan kain kasa. "Harus dibersihkan pagi sore lho pak, kalau ndak dibersihkan nanti ibunya bisa meriang", pesan perawat kepada suami. Saya juga dikasih resep 3 jenis obat, salah satunya anti biotik dan harus dihabiskan.

Awalnya luka saya terasa sakit kalau suami membersihkannya. Tapi lama-lama sakitnya berkurang dan nanahnya juga semakin sedikit, tapi suami tetap rajin membersihkannya. Dan 4 hari kemudian, saya kontrol lagi. "Lubangnya sudah nutup bu?" tanya perawat. "Belum, tapi nanahnya masih sedikit", jawab saya.

Setelah luka saya diperiksa dan dibersihkan, perawat memutuskan untuk mengganti salepnya. Mungkin salep yang diberikan sebelumnya tidak cocok jadi luka saya masih berlubang. "Sudah membaik kok bu, obatnya yang dulu dihabiskan ya, lukanya tetap dibersihkan pagi sore", kata perawatnya.

Setelah ganti salep, 2 hari kemudian lukanya mulai mengering dan tidak keluar nanah lagi. Kebetulan, saya cerita ama adek ipar tentang luka saya. Kemudian, adik ipar membelikan obat herbal ramuan dari china dan mengirimkannya ke Madiun. Obatnya berisi 6 kapsul untuk 2 hari tapi harganya 600ribu lebih.

Baru minum 1 kapsul lubangnya sudah menutup. Entah kapsulnya yang mujarab atau memang sudah waktunya sembuh. Yang jelas saya bersyukur sudah dikasih sakit. Karena suami makin perhatian kepada saya dan rela bangun lebih pagi untuk membersihkan luka saya sebelum berangkat kerja. Selain suami, juga ada adik ipar yang bela-belain pulang kerja ga langsung istirahat gara-gara harus beli obat herbal tersebut. Ya....Selalu ada hikmah dibalik masalah.....

Note : setelah baca postingan bundanya Samara saya jadi tahu kenapa luka saya harus dikasih gula. :)

Selasa, 05 Maret 2013

Kado Terindah Sepanjang Usia

Merayakan hari ulang tahun adalah hal yang tidak biasa dilakukan oleh keluarga saya. Sejak kecil, hari ulang tahun berlalu begitu saja tanpa ada ucapan selamat maupun acara tiup lilin. Dan saya tidak pernah protes kepada orang tua saya, karena memang seperti itulah kebiasaan di kampung saya. Tapi ketika usia saya menginjak 17 tahun, saya minta untuk merayakannya dan orang tua mengijinkan. (Ceritanya pernah saya tulis di postingan Ultah ke 17).



Setelah saya jadi TKW Hong Kong, saya selalu menyisihkan sebagian rejeki untuk merayakan hari ulang tahun. Tepatnya bukan merayakan sich.... tapi hanya sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepada saya. Tidak ada pesta, tapi hanya dengan mentraktir makan teman.

Kalau rejekinya banyak makannya ya di Restoran Padang, kalau rejekinya sedikit makannya ya di KFC atau di Lapangan terus kalau hujan pindah ke atas jembatan penyeberangan *Karena bulan Juni di Hong Kong selalu diguyur hujan*. Kadang ada kado kadang tidak ada, kadang ada kue, kadang juga tidak ada. Meskipun begitu, saya sudah sangat bahagia karena ada teman berbagi disaat saya jauh dari keluarga.

Menikmati kue ultah di atas jembatan penyebrangan samping hotel Regal Causway Bay

Dan cerita ulang tahun saya menjadi lain ketika saya sudah kembali ke kampung halaman. Karena ada suami yang menemani di hari ulang tahun saya yang ke 29. Yah... meskipun tak ada kado atau puisi romatis dari suami untuk saya, tapi saya tetap bahagia. Karena suami mengajak saya makan di tempat yang suasananya romantis. 

Padahal sebelum hari H, saya sudah mengingatkan "Mas, ultah nanti aku minta kado. Masa dari dulu ndak pernah kasih kado buat aku". Tapi tetap saja tidak ada kado buat saya. Hikz. 

Meskipun suami tidak memberikan kado untuk saya, tapi ALLAH telah memberikan kado yang lebih indah untuk saya. Kado itu adalah janin yang mulai tumbuh di rahim saya. Ya... waktu itu saya hamil lagi, setelah 6 bulan sebelumnya saya mengalami keguguran. Sebuah anugrah yang tidak hanya membuat saya dan suami bahagia, tapi juga keluarga besar kami. 

"Wah mbak Tarry baru ulang tahun ya? Selamat ya mbak....buku ini jadi kado terindah donk mbak", kata bu Bidan sambil menyerahkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kepada saya. Buku yang belum sempat saya miliki karena ALLAH mengambil calon buah hati kami yang dulu, akhirnya bisa saya miliki sebagai kado ultah untuk saya. Ach.... rencana ALLAH memang jauh lebih indah dari apa yang saya bayangkan.
Dan sekarang, kado terindah itu telah hadir di tengah-tengah keluarga kami menjelang usia saya ke 30 *ketahuan kalau sudah tua*. Meskipun saat peri kecil kami lahir 15 januari 2013, ultah saya kurang 5 bulan lagi, toh saya harus bilang umur saya 30 saat dokter atau perawat menanyankan umur saya. Karena tahunnya sudah berganti :).

Semoga ALLAH memberi saya umur panjang agar bisa merawat dan membesarkan kado terindah ini menjadi anak yang sholehah..... berbakti kepada orang tua, dan memberi manfaat kepada semua umat. Amiiin


Postingan ini diikutsertakan pada GiveAway Ultah Samara



Jumat, 22 Februari 2013

Menjaga Keharmonisan

Suami : "Andai kita punya rumah sendiri... Pasti enak ya dek"
Saya : "Iya, nanti kita bikin rumah sendirilah"

Suami : "Uangnya mana?"
Saya : "Hehe... yang penting udah nyicil beli kayu"

Suami : "Enaknya kita bikin rumah dimana ya dek?"
Saya : "Di sebelah rumah emak aja, aku ga mau jauh dari emak"

Suami : "Emoh, aku pingin bikin rumah di dekat mbokku"
Saya : "Bukannya ga mau, tapi eman-eman khan kalau sawahnya di bikin rumah?. Khan bisa buat makan?"

Suami : "Iya sich.... tapi...."
Saya : "Tapi kalau bikin rumahnya disamping rumah mbok, gimana mobil bisa masuk? Lha wong rumahmu di tengah sawah"

Suami : "Ngenyek...."
Saya : "Emang kenyataan toh? Mau bikin jalan? Biaya buat bikin jalan sudah bisa buat bikin pondasi rumah kaliii"

Suami : "Iya juga sich..."
Saya : "Halah.... dipikir belakangan sajalah mas, wong kita juga belum punya apa-apa"

Suami : "Yo harus dipikir"
Saya : "Yowes, nanti aja dipikir lagi"

Suami : "Andai kita punya rumah terus bisa beli sawah lagi..... pasti enak ya dek"
Saya : "Omongo dewe mas...." (pergi meninggalkan suami).

*****Obrolan ga penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga*****.


Kadang kami memang ngomongin hal-hal yang agak berat seperti obrolan diatas. Tentang impian.... tentang masa depan.... tentang rencana-rencana yang akan datang dan seterusnya. Yach.... meskipun saat ini kami belum punya sesuatu untuk mewujudkan impian kami, tapi tak ada salahnya khan kalau kami punya impian??

Rumah mewah (mepet sawah) kami yang paling kiri. Foto diambil waktu kakak ipar mau pulang ke pekanbaru, Kisahnya pernah saya tulis di postingan Satu Atap Lima Keluarga

Dengan posisi rumah yang depannya sawah dan belakangnya rumah adik2nya bapak mertua, dengan jalan masuk yang lebarnya 1 meter lebih dikit, rasanya ga mungkin khan saya bikin rumah disana? Bisa dua kali kerja kalau ngangkut bahan-bahan bangunannya. Kalau bikin rumahnya di atas sawah, eman-eman sawahnya khan?? Entahlah.... Biar waktu yang akan menjawabnya..... hehe

Kamis, 21 Februari 2013

Sebaskom Berdua

Sudah menjadi kebiasaan budhe saya (kakaknya emak) membuat tumpeng lengkap dengan lauk dan ayam panggang setiap mengadakan acara tahlilan. Ketika acara dimulai, tumpeng itu ditaruh di depan undangan yang datang. Kemudian satu atau dua orang bertugas membagi tumpeng tersebut sesuai jumlah undangan yang datang setelah acara selesai.


Selain simple, budhe juga tidak perlu cuci piring setelah acara selesai. Karena piringnya diganti dengan daun pisang. Jadi kalau tidak ingin makan, bisa dibungkus dan dibawa pulang.

Biasanya nasi dan lauknya masih sisa, dan menurut saya makanan sisa itu rasanya enak sekali. Sisa maksudnya bukan sisa orang-orang lho. Tapi tersisa setelah semua kebagian. Kalau menurut orang tua, enak karena ada do'anya. 

Kebetulan, lebaran tahun kemarin saya berkesempatan menikmati nasi tumpeng sisa tahlilan di tempat budhe. Rebutan tulang sama keponakan yang masih kecil, adek dan kakak keponakan. Ach.... jadi terkenang masa-masa kecil saya dulu. Dulu kami masih kecil sekarang kami sudah dewasa dan ada yang sudah punya anak *waktu itu saya masih hamil*
Keponakan dan ayahnya sedang menikmati makanan yang tersisa di baskom. Makan sampai butiran nasi terakhir. Mengajari anak agar menghargai setiap makanan yang ada. Karena di luar sana banyak saudara kita yang tidak bisa makan. 

****Diambil melalui HP Blackberry milik adek. Tanpa di edit meskipun hasilnya agak gelap karena lampu di rumah budhe agak redup.

Rabu, 20 Februari 2013

Jangan Janji Sama Bayi

"Anakmu arep tak tukokne gelang (Anakmu mau tak beliin gelang)", kata emak setelah membuka amplop-amplop dari tetangga yang datang waktu Alfi di Aqiqah. Alhamdulillah waktu itu tamunya banyak banget. Mungkin karena emak punya hajatnya sudah lama, hampir 5 tahun lalu waktu saya nikah. Sedangkan emak sering nyumbang kalau tetangga punya hajat. Jadi sekarang saatnya membuka celengan. :).

Karena takut uangnya habis kalau dipegang sendiri, emak menitipkan uang 500ribu ke saya. "Emang ada yang harga segitu?" tanya saya. "nek kurang yo tambahono", jawab emak. Rencananya entar aja kalau waktunya sudah longgar baru dibeliin. Ya sudah saya manut meskipun harus keluar uang kalau ada kekurangan.

Tapi beberapa malam ini Alfi agak rewel dan maunya di pangku atau digendong terus. Saya dan emak gantian jagain Alfi sambil terkantuk-kantuk. Kami tidak punya pikiran macem-macem tentang rewelnya Alfi. Namanya juga bayi, bisanya khan cuma nangis. :).

Kebetulan emak ketemu sama kakaknya. Mungkin emak cerita kalau janji mau beliin Alfi gelang. "Lha wes janji kok ra ndang di tukokne. Makane rewel (sudah janji kok belum di beliin, makanya rewel)", kata kakak emak. Saya sempat tak percaya, masa iya gara-gara dijanjini sesuatu Alfi bisa rewel begitu. Meskipun tidak percaya, tapi saya berniat segera membelikannya.

Dengan diantar tetangga sebelah, saya pergi ke pasar. Saat saya pergi, Alfi masih rewel dan belum mau tidur nyenyak sejak jam 11 kemarin malam. Sebentar tidur, meleknya lama, sebentar tidur, meleknya lama lagi begiru seterusnya. Bisa dibayangkan gimana ngantuknya saya dan emak setelah semalaman diajak ronda sama Alfi.

Menurut cerita emak, sekitar sejam saya pergi Alfi baru bisa tidur nyenyak. Mungkin saat Alfi bisa tidur, saya sudah mendapatkan gelangnya. Tapi karena saya belanja keperluan toko dulu, jadi perginya agak lama.

Dan ketika saya pulang dari pasar, Alfi masih tidur nyenyak. Pelan-pelan saya memakaikan gelang ke tangan Alfi. Seketika itu juga Alfi senyum-senyum dalam tidurnya. Wajahnya sumringah, tangannya langsung diangkat ke atas. Seolah ingin memberitahukan ke semua orang kalau gelangnya baru. Hikz.
"Ini lho, gelang dari embah utiku"  :).

Waktu mau di mandiin, embahnya mau melepas gelangnya. Niatnya mau disimpan, karena terlalu kebesaran. Tapi Alfi menggenggamnya dengan erat, seperti tidak mau pisah sama gelangnya. :)

Mungkinkah Alfi rewel karena kami belum menepati janji kami?? Entahlah.... Yang penting kami sudah menepatinya, dan lain kali kami akan berhati-hati kalau mau janjini sesuatu untuk Alfi. "Entar malem bobox yang nyenyak ya nak.....".