Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Berteman Di Hong Kong, Reuni Di Indonesia

Hari jum'at 11 mei lalu, Nanik teman saya waktu di Hong Kong yang tinggal di Blitar sms "Mbak, kalau mau ke rumahmu enaknya naik kereta apa naik bus ya?". Menerima sms seperti itu, saya agak kaget juga. Karena sejak dia pulang ke Indonesia bulan februari, dia baru memberi kabar sekitar seminggu lalu. 

"Bener nich mau main ke Madiun? Naik kereta aja, nanti biar dijemput suamiku di stasiun", jawab saya. Setelah sms an dan sempat telponan, akhirnya dia memutuskan hari minggu berangkat dari Blitar. Rencananya, dia mau bermalam di rumah saya dan besoknya minta diantar ke rumahnya Yu Tun yang berada di Lembeyan Magetan.

Saya, Nanik, dan Yu Tun adalah sahabat baik waktu di Hong Kong. Saya dan Nanik sudah pulang ke Indonesia lebih dulu dan Yu tun masih di Hong Kong. Dan yang ada di rumah cuma simboknya tok, karena anak semata wayangnya ikut budhenya. Tapi Nanik pingin main ke rumah Yu Tun, meskipun Yu Tun tidak ada di rumah. "Mumpung main ke Madiun, biar tahu rumah Yu Tun", katanya.

Hari minggu, akhirnya Nanik dan suaminya berangkat ke Madiun naik bus, karena tiket kereta ekonomi dari Blitar ke Madiun harganya sama dengan tiket ke Jakarta yaitu 130 ribu. Ya sudah... suami tidak perlu jemput ke Stasiun tapi di jalan raya dekat daerah saya.

Sekitar jam 1 siang mereka sampai di rumah saya. Seneng sekali bisa bertemu Nanik lagi. Dan yang bikin tambah seneng, Nanik sedang hamil 4 bulan. Terharu rasanya.... mereka mau datang ke Madiun meskipun sedang hamil. Setelah bercerita sebentar, saya menyiapkan makan siang seadanya. Ada nasi, ada sayur, ada telur dan kerupuk saja, tapi alhamdulillah mereka suka. *lapar kali yak* :).

Kebetulan penjual sayur depan rumah ndak belanja ke pasar. Ada ikan dan ayam peliharaan bapak tapi belum cukup umur untuk dimasak, jadi emak tidak bisa masak yang special. Akhirnya, saya mengajak mereka makan malam di tempat makan langganan kami. Niatnya sich kami mau nraktir mereka tapi malah kami yang di traktir oleh mereka. "Lho tamunya kok malah nraktir? dompetnya masih tebel ya....", kata saya sambil meledek mereka. Maklum Nanik baru 4 bulan di Indonesia pasti duitnya masih banyak donk... hehe.

Paginya.... jam 10 lebih kami berangkat ke Magetan. Saya menyuruh mereka bermalam lagi, tapi mereka tidak mau. Katanya adiknya pulang dari pondok karena sakit. Sedangkan di rumah tidak ada siapa-siapa, jadi mereka harus segera pulang. Sekarang Nanik dan suaminya jadi orang tua buat adiknya. Ibunya sudah meninggal 3 tahun lalu, bapaknya sudah menikah lagi dan tinggal di rumah istrinya. 

 Sebelum berangkat ke Magetan, foto dulu. :). 

 Pertama kalinya Alfi diajak pergi jauh. Dan dia tidur terus sepanjang perjalanan.

Setelah salah belok 2x karena saya dan suami lupa jalan masuknya, akhirnya sampai juga di rumah Yu Tun. Depan rumah Yu Tun sawah, dan nampak keindahan Gunung Bancak dari halaman rumah. Hawanya dingin banget, apalagi cuacanya lagi mendung mau hujan.
Hawa dinginnya membuat Alfi gembira, karena di rumah hawanya panas sekali.

Meskipun hawanya dingin, namun kehangatan keluarga Yu Tun kami rasakan saat menyambut kedatangan kami. Begitu kami datang, tak lama kemudian aneka masakan dihidangkan untuk kami. "Hah, baru datang kok disuruh makan", ucap saya sambil bercanda. "Makan dululah, nanti baru ngobrol", jawab kakak perempuan yu Tun yang orangnya super kocak dan ramah.

Tapi kami tak bisa berlama-lama disana karena Nanik dan suaminya harus segera kembali ke Blitar. Setelah pamitan, kamipun segera meluncur meninggalkan rumah megah yang belum sempat dihuni pemiliknya karena masih bekerja di Hong Kong.

Kami mengantarkan Nanik dan suaminya di Jalan raya Ponorogo-Madiun dan menunggunya sampai dapat bus jurusan Surabaya. "Hati-hati ya... jaga dedeknya baik-baik ya.... jangan terlalu capek ya.... terimakasih atas kedatangannya ya....", ucap saya sebelum berpisah. Berteman di Hong Kong, reuni di Indonesia itu rasanya sesuatu banget. :)


Rabu, 17 April 2013

Dari TKI jadi NAPI, Lalu Punya toko Besi

"Maaf besok aku tidak bisa datang di acaramu, aku habis kena musibah" kira-kira seperti itulah pesan singkat yang disampaikan seorang teman di malam menjelang resepsi pernikahan saya 5 tahun lalu. Padahal dia sudah janji, meminjamkan mobilnya untuk membawa keluarga suami ke rumah saya.

Ya..... Malam itu malam menjelang resepsi pernikahan saya, teman kami mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu korban harus kehilangan salah satu kakinya karena diamputasi.

Karena keluarga korban tidak terima, maka dia harus menjalani serangkaian sidang dengan keputusan  penjara selama 3 bulan, membayar biaya pengobatan korban serta membayar biaya service kendaraannya dan kendaraan korban serta biaya lain-lainnya.

Teman kami yang mantan TKI Korea dan sudah lumayan mapan itu mengalami keterpurukan ekonomi karena musibah tersebut. Selain itu dia juga harus menyandang gelar mantan NAPI setelah dia keluar dari tahanan. Suatu keadaan yang bisa membuat orang stress bukan??

Tapi teman kami ini tidak mau menyerah dengan keadaan. Dia berusaha bangkit dari keterpurukan. Dia memulai semuanya dari nol lagi. Dia kerjasama dengan pemborong bangunan dan belajar tentang seluk beluk jadi pemborong bangunan.

Karena keberanian dia main spekulasi, Dia yang dulunya kerja ikut pemborong bangunan lain, sekarang dia sudah jadi pemborong sendiri. Dia yang dulunya beli bahan bangunan di tempat orang, sekarang dia sudah memiliki toko besi dan bangunan sendiri. Dia yang dulu hanya memiliki toko kecil-kecilan, sekarang tokonya sudah tambah besar dan punya pegawai. Dia yang dulu harus pinjam mobil kalau mengangkut barang, sekarang jelek-jelek sudah punya mobil sendiri.

Saya tidak menyangka, dia mampu bangkit dari keterpurukan. Dia tidak pernah minder dengan statusnya yang mantan NAPI. Toh dia harus jadi NAPI bukan karena tindak kejahatan melainkan karena musibah. ALLAH pernah menjatuhkan dia pada titik paling rendah, namun berkat ketekunannya dalam berusaha dan berdo'a, kini ALLAH mengangkatnya kembali ke titik yang lebih tinggi.

Kamis, 21 Maret 2013

Giveaway Rame Rame - 3 Bersahabat

Ngomongin tentang angka 3 saya jadi teringat kalau sejak SMP sampai gede, saya selalu punya 2 sahabat baik. Tapi bukan berati yang lain ga baik lho.... 2 sahabat ditambah saya sendiri, jadilah kami 3 bersahabat. Yach meskipun kami tidak mampu mempertahankan persahabatan kami karena alasan jarak dan waktu, tapi setidaknya saya pernah bersahabat baik dengan mereka.

Sahabat waktu SMP saya bernama Reni dan Ida, dan persahabatan kami putus karena kami melanjutkan ke SMA yang berbeda. Kemudian di SMEA sahabat saya namanya Santi dan Tiwa. Kebetulan kami berasal dari Madiun Selatan, sehingga keakraban terjalin dengan sendirinya. Untuk Tiwa, saya harus berterimakasih kepadanya, karena ALLAH mengirimkan jodoh untuk saya melalui Tiwa.

Setelah lulus SMEA, hubungan kami mulai renggang karena Santi langsung mengakhiri masa lajangnya setelah menerima ijazah, dan Tiwa merantau ke Malaysia. Setahun kemudian saya yang merantau ke Hong Kong. Karena waktu itu alat komunikasi tak secanggih sekarang, hubungan kami sempat putus. Tapi sekarang hubungan kami mulai membaik dengan adanya HP dan Facebook. Sekarang mereka sudah punya 2 anak yang sudah SD, sedangkan anak saya masih bayi. Hikz.

Eni, Ena &Tarry, Juni 2009
Ena adalah teman PKL (Praktek Kerja Langsung) di daerah Darmo Surabaya waktu saya proses jadi TKW Hong Kong. Kami berasal dari PJTKI yang berbeda tapi bisa kerja di tempat yang sama. Hubungan kami sempat terputus setelah kami kembali ke PJTKI masing-masing. Tapi tanpa sengaja, saya bertemu Ena lagi di lapangan Victory Hong Kong. Dan dari Ena saya kenal Eni yang kemudian menjadi sahabat baik saya sampai mereka kembali ke tanah air tahun 2010 lalu. Sekarang saya masih bisa komunikasi dengan Ena melalui Facebook dan HP.


Tarry, Yu Tun, & Nanik, Oktober 2011
Setelah Ena dan Eni pulang ke tanah air, Yu Tun dan Nanik menjadi teman baik saya. Mereka teman baiknya Ena dan Eni, tapi sebelumnya saya tidak begitu akrab dengan mereka. Yu Tun seorang single parent yang bisa bersikap dewasa, Nanik seperti anak ABG yang memasuki masa pubernya. Sedangkan saya, wanita biasa yang memiliki sifat dari keduanya. Namun perbedaan itu tak menghalangi kami untuk bersahabat sampai saya pulang ke tanah air. Sekarang Nanik juga sudah pensiun jadi TKW tinggal Yu Tun yang masih disana.

Sulis, Tarry, & Rini, Oktober 2011
Sulis dan Rini adalah teman SMEA saya yang memilih jadi TKW setelah dapat ijazah. Dulu kami tidak begitu akrab, tapi setelah sama-sama di Hong Kong kami jadi sahabat baik. Mereka juga menjadi dewa penolong saat saya baru sampai di Hong Kong. Rini sekarang sudah pensiun dan sedang menunggu kelahiran sang buah hati yang tinggal menghitung hari. Sedangkan Sulis masih di Hong Kong dan menikmati masa lajangnya.
Tarry, Nanda, & Watik, Nopember 2011
Watik adalah teman sekaligus guru bahasa Cantonese waktu di PJTKI. Dia pernah kerja di Hong Kong 4 tahun, sehingga pimpinan PT menunjuk dia untuk mengajari bahasa calon TKW Hong Kong. Sedangkan Nanda adalah teman yang saya kenal setelah di Hong Kong, yang kemudian malah jadi teman baiknya Watik setelah mereka saya kenalkan. Dan persahabatan kami agak renggang setelah saya menikah. Tapi seminggu sebelum saya pulang ke tanah air, mereka menyempatkan diri menemui saya yang lagi momong nenek. Mungkin itu pertemuan terakhir kami. Hikz.

Ya itulah sekelumit cerita tentang 3 sahabat yang saya persembahkan untuk tiga blogger cilik, dan tiga blogger gede yang sedang menggelar hajatan syukuran rame-rame. Saya sendiri ndak tahu tulisan saya ini masuk kategori apa, yang penting saya ikut partisipasi. :). Selamat Ulang Tahun untuk semuanya..... Semoga panjang umur dan sukses dalam segala hal. Amin.

  POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVINLITTLE DIJA DANACACICU

Minggu, 10 Maret 2013

The Old and The New Photos untuk Bunda Yati

Kali ini waktunya ikut Giveawaynya bunda Yati Rachmat yang mengambil tema The Old and The New Photos. Menurut saya temanya unik karena memaksa kita untuk bongkar-bongkar file yang tentunya akan membuat kita mengingat-ingat kejadian apa dibalik foto tersebut. Foto memang punya kekuatan dahsyat yang bisa membuat kita mengingat kejadian yang mungkin telah kita lupakan. :)


 Foto ini diambil pada akhir tahun 2000 saat saya kelas 3 SMEA menjelang ujian. Foto ini yang tertempel di ijazah SMEA saya. Dulu saya memang suka rambut pendek, tapi setelah pengambilan foto itu, emak melarang keras saya berambut pendek. Setelah rambut saya agak panjang, saya punya pacar (sekarang jadi suami) dan kebetulan pacar saya itu tidak suka cewek yang rambutnya pendek. Padahal pertama kali ketemu rambut saya pendek seperti foto diatas. Tapi tetap saja dia nembak saya. Hikz.

Karena saya memutuskan untuk tidak potong rambut, sehingga pas ujian nasional (awal tahun 2001), rambut saya sudah hampir sebahu. Dan saat ujian, Pengawas Ebtanasnya heran dan berkali-kali mencocokkan nomor yang tertempel di meja dengan saya. "Fotonya mirip cowok tapi yang duduk di bangkunya kok cewek?", Mungkin itu yang dipikirkan oleh pengawas. :)

Kalau foto ini diambil akhir tahun 2011 di rumah kakak ipar, motornya juga punyanya kakak ipar. Waktu memang membawa perubahan ya.... Saya yang dulu tomboy sekarang sudah pakai jilbab, jadi istri dan juga sudah jadi ibu dan berharap bisa jadi nenek seperti bunda Yati. Amiiin.

Saya mengenal bunda Yati sejak  tahun 2011, waktu masih di Hong Kong. Kalau tidak salah sama-sama ikut GiveAway tapi lupa Giveaway yang mana. Waktu itu saya langsung follow bunda Yati karena tulisan bunda enak dibaca dan saya banyak belajar dari pengalaman beliau.

Satu hal yang membuat saya salut dengan bunda adalah semangat beliau yang luar biasa. Di usianya yang tidak lagi muda, beliau masih bisa berbagi ilmu di dunia nyata (jadi guru les anak2 kalau gak salah ingat) dan juga dunia maya melalui tulisan-tulisannya di blog. Semoga saya bisa mencontoh semangat beliau.

Selamat ulang tahun untuk blognya yang ke 4 ya bunda.... Semoga bunda selalu diberi kesehatan dan umur panjang, agar selalu bisa berbagi ilmu kepada kami semua. Amiin.

Foto dan tulisan ini diikutsertakan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS

Minggu, 10 Februari 2013

Sunshine Award

Setelah lama ndak pernah majang award dan ndak pernah dapat award, kali ini dapat award lagi dari Niar Ningrum (yang cantik & fotogenik) dan tergerak hati saya untuk memajangnya di postingan ini.
sunshine-award.bunda Yati
ini dia awardnya

1. Cantumin logo award di post atau blog. 
Ini sudah dipajang ya Niar.....

2. Thanks kepada si pemberi award.
Terimakasih banyak ya Niar.... ata pemeberian awardnya.....

3. Jawab pertanyaan di bawah ini:

  • Favorit colour: Sewaktu belum hamil, saya paling suka warna hitam sama putih. Tapi ketika hamil, saya lebih suka warna coklat sama ungu. Semua baju hamil saya pasti ada warna coklat atau ungu. Setelah si kecil lahir cewek, saya lebih suka warna pink. :).
  • Favorit animal: Suka kucing milik orang, kalau disuruh piara sendiri suka jijik hikz.
  • Favorit Number: Semua nomor suka, tapi tidak ada yang favorit. :)
  • Favorit Drink: Suka milk tea, tapi sayangnya milk tea di Indonesia rasanya tak senikmat milk tea di Hong Kong. Jadi sekarang lebih suka teh tanpa susu aja. 
  • Facebook or Twitter: Facebook, karena pakai twitter ga bisa atau mungkin karena belum terbiasa. Hehe.
  • Your Passion: Membuat kerajinan tangan *kalau lagi rajin*, nulis *kalau lagi ga males*. :)
  • Giving or Getting Presents: Giving, karena kalau kita memberi pasti kita akan mendapatkan balasan. Entah itu balasan dari orang yang kita beri atau balasan dari Allah melalui tangan orang lain.
  • Favorit Physical Activity: Jalan kaki, murah, mudah, dan menyehatkan. :)
  • Favorit day of the week: Bagi saya semua hari sama, tidak ada yang favorit. 
  • Favorit Flower: suka bunga mawar.
4. Ngasih Sunshine Award ke sahabat blogger lainnya.

Sepertinya sudah banyak yang dapat ya.... bingung mau dikasih ke siapa. Bagi yang belum dapat, monggo silahkan di bawa pulang awardnya dan dijawab pertanyaannya.


Minggu, 29 Juli 2012

Ketemu Jodoh Di Facebook

Sebuah hubungan yang diawali dari perkenalan dunia maya dan hanya bisa berkomunikasi lewat kata ataupun telpon, ternyata banyak juga yang berakhir dengan pernikahan. Salah satu diantaranya adalah sahabat saya yang juga teman SMK saya, namanya Rini. 


Beberapa kali mengalami putus cinta di dunia maya, tak membuatnya jera dan putus asa untuk terus mencari sang pemilik tulang rusuknya. Sebagai TKW Hong Kong, dia berkeyakinan "ini adalah salah satu usaha untuk menemukan jodohnya". Memang ALLAH sudah menyiapkan jodoh untuk kita, tapi kalau kita hanya diam dan tak mau berusaha, bagaimana jodoh itu bisa datang??.

Karena ketekunannya dalam berdo'a dan berusaha, ALLAH mengirimkan seorang pangeran tampan untuk dia. Waktu dia cuti ke Indonesia, ada seorang kenalan di facebook yang tiba-tiba menemuinya. Dia tidak menyangka, kalau sang pangeran yang berdomisili di Garut, Jabar itu bela-belain naik kereta executive datang ke Semarang hanya untuk menyatakan cintanya.

Melihat pengorbanan sang pangeran yang begitu besar, dia pun luluh dan menerima cinta sang pangeran. Benar-benar pertemuan singkat namun penuh makna, karena ada 2 insan yang mengikrarkan janji akan saling mencintai. Setelah ikrar di ucapkan, sang pangeran kembali kotanya dan dia kembali ke Hong Kong untuk melanjutkan kontrak kerjanya.

Waktu terus berlalu, hubungan mereka semakin hangat dan semakin dekat. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Sebuah keputusan yang sangat berani, mengingat mereka hanya bertemu sekali. Tapi dia yakin, pangeran itulah jodoh yang akan menjadi teman hidupnya.

Kebetulan semua keluarga menyetujuinya dan bulan April lalu dia kembali ke Indonesia untuk menikah. Dan alhamdulillah saya dan beberapa teman yang lain ikut menjadi saksi saat mereka menghadap pak penghulu mengikrarkan janji sehidup semati dengan ikatan suci pernikahan. 
 Penyerahan mas kawin

Meskipun tak bisa menyaksikan resepsinya, tapi saya bisa bercanda, ngobrol dan duduk bersanding dengan dia setelah akad nikah.

(Foto dari FBnya Rini)
Selamat Menempuh hidup baru sahabatku..... Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah yang selalu diridhoi ALLAH. Amiiin



Selasa, 10 Juli 2012

Reuni Bareng Orang Korea


"Wong ndeso, rejeki kutho (orang desa rejeki kota)", mungkin itulah peribasa yang pas untuk teman saya  yang saat ini menjadi istri orang Korea dan berdomisili di Seoul, Korea. Siapa yang menyangka,kalau gadis desa yang sempat kecewa karena tidak masuk 10 besar waktu lulusan SMK itu sekarang pandai berbahasa Korea dan bekerja sebagai Translator in KBS (Kedutaan Besar Seoul), Translator in Seoul Global Migrant Centre, dan MC in Radio KBS. 


Sama-sama wanita tapi beda nasibnya :). Tapi tetap bersyukur dong. 

Sebagai murid yang pandai cas cis cus bahasa Ingris, dan mata pelajaran lain, besar harapannya untuk bisa jadi 10 besar. Namun kenyataan tak seindah harapan, karena nilai yang tertera saat lulusan sangat mengecewakan. "Kasihan", itulah ucapan sebagian teman.

Namun, nilai bagus bukan menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, melainkan kerja nyata dilapangan. Mungkin karena prestasinya waktu kerja di Jakarta, sang boss yang asli orang Korea itu kesengsem dengan dia lalu menikahinya. Setelah belajar bahasa Korea diapun diboyong ke Korea, hidup disana bersama suami dan anaknya yang berumur 8 tahun dan menjadi wanita karier disana.

Itulah sekelumit cerita yang saya tahu tentang teman SMK saya itu. Dan alhamdulillah, meskipun sudah jadi orang Korea tapi dia tetap ramah dan tak lupa dengan teman-temannya. Tanggal 2-9 Juli kemarin dia datang ke Indonesia bersama suami dan anaknya serta 2 orang kru TV Korea. kedatangannya ke Indonesia dalam rangka dinas, jadi dia tak punya banyak waktu untuk bersantai-santai.

Di tengah kesibukannya, dia menyempatkan diri untuk mengadakan reuni sebelum berangkat ke Korea lagi. Saya yang memang sudah lama tidak bertemu dengannya, menyambut gembira undangan tersebut dan mengabari teman-teman yang lain. 
 Dia tidak menyangka kalau yang hadir banyak sekali 

Malam minggu kemarin, saya dan teman-teman dari Madiun selatan berangkat bareng ke rumah dia. Meskipun sempat bertanya-tanya karena jalannya sudah lupa, akhirnya kami sampai di rumah dia. Sambutan hangat kami terima ketika dia melihat kedatangan kami. Dia memeluk kami satu persatu sambil menyebut nama kami. Ach.... rupanya dia masih mengingat kami. Dan yang bikin kami risih, ada sorot lampu shooting mengarah kepada kami. Ya.... ada kru TV Korea merekam peristiwa langka ini. Kira-kira wajah kita masuk TV Korea ga ya??? *Ngarep* hehe.

Diskusi dengan salah satu kru tentang acara selanjutnya

Ternyata, acaranya bukan reuni biasa. Ada acara dangdutan dan juga menyalakan kembang api. Saya yang dari dulu hanya bisa melihat kembang api dari kejauhan, malam itu saya bisa melihat letupan-letupan kembang api di atas kepala saya. Pokoknya heboh banget acaranya, banyak warga sekitar yang nonton acara tersebut. Kapan lagi ada kembang api seperti itu kalau bukan di TV. 

Dan kamipun pamitan ketika jam menunjukkan angka sembilan. Semoga, ALLAH masih mempertemukan kita lagi dalam suasana yang lebih membahagiakan. Terimakasih atas sambutan hangatnya, terimakasih atas kenang-kenangannya. Selamat bertugas kembali bersama TKI Korea ya kawan.....

Jumat, 25 November 2011

Identitas Palsu Dan Kopdar

Sebelumnya saya mohon maaf kalau tidak sempat balas comment atau Blogwalking, karena saat ini saya hanya pakai internet dari laptop, tidak pakai HP. Jadi tidak bisa di bawa kemana-mana. Alasannya... belum ada income masuk jadi harus ngirit gitu loh. Hihihi. Sekian sekilas Info.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah bilang kalau gara-gara alamat palsu saya bisa kopdar dengan Mbak Reni tanpa foto. Beberapa tanggapan para sahabat langsung menjurus ke Ayu Ting-Ting, padahal saya ndak kenal siapa itu Ayu Ting-ting *katrok* hehe.


Senin, 14 Nopember saya sudah pergi ke Madiun Kota untuk mengurus seuatu di BC*. Dan waktu itu saya sengaja tidak berniat untuk kopdar dengan mbak Reni. Saya pikir, nanti sajalah kalau semua urusan selesai baru kopdar. Dan hari itu saya memutuskan untuk silaturahmi ke rumah mantan boss saya dulu, setelah itu mengunjungi sahabat saya yang rumahnya satu jalan dengan si Boss. 

Setelah acara silaturahmi selesai, saya langsung meluncur ke BC*. Ketika masuk, seorang satpam menyambut kami. Saya sempat tolah-toleh karena ga tahu harus gimana dan agak malu saya tanya ke pak Satpam saja. *keliatan katroknya* "Pak kalau mau ngurus ini gimana ya??" tanya saya. Pak Satpam menyarankan saya untuk ambil nomer antrian dulu. Nomer antrian sudah ditangan dan harus menunggu sekitar 10 orang. Yang setiap orangnya bisa sampai 10-15 menit dengan 2 counter. Suami saya sempat ngomel, karena nunggunya lama banget.

Setelah giliran saya, petugas ketak-ketik mencocokkan data di komputer dengan identitas yang saya bawa.   "Lho kok tahun lahirnya tidak sama mbak??". Saya pun berusaha menjelaskan kepada petugas kalau KTP saya hilang. Dan identitas satu-satunya yang saya punya hanya paspor. Dan sialnya paspor saya dipalsukan oleh pihak PT sewaktu saya daftar jadi TKW Hong Kong. Urusan tak dapat terselesaikan dan petugas menyuruh saya membuat surat keterangan yang ada stempel Desa dan Kecamatan. 

Selasa, 15 nopember saya ke kantor desa untuk membuat surat keterangan lalu ke kecamatan hanya untuk minta stempel dan tanda tangan pak Camat. Setelah selesai, saya minta suami mengantar ke warnet di dekat pasar Pagotan *jauh sekali*. Saya langsung buka blognya Mbak Reni Catatan Kecilku. Dan saya meninggalakan comment sekaligus nomer HP. Tak lama, SMS langsung masuk ke HP saya. Ada undangan dari mbak Reni untuk hadir di Kantornya sebelum jam 3. 

Setelah baca pesan dari mbak Reni, saya langsung mengajak Suami untuk ke Madiun saat itu juga. Kami yang rencananya mau agak sore ke Madiun, saat itu juga (sekitar jam 11an) langsung pulang ambil Helm dan meluncur ke kantornya Mbak Reni. Suami sempat manyun, karena cuaca saat itu sangat panas sekali. Tapi karena sayang sama istri, ya tetap berangkat donk. Hehe

Tak susah untuk mencari lokasi yang ditunjuk Mbak Reni, karena dulu saya juga sekolah di Madiun Kota. Dan setelah parkir motor, saya langsung telp Mbak Reni. Tak lama, seorang wanita berkacamata keluar menyambut kami. Saya langsung mengenalinya karena foto sama aslinya ga jauh beda. Mbak Renipun mempersilahkan kami masuk dan duduk di ruang tamu kantor tersebut.

Kami ngobrol ngalor ngidul dengan akrabnya, seperti kawan lama. Benar-benar tak kelihatan kalau kita hanya kenal di blog melalui tulisan-tulisan serta comment. Mbak Reni orangnya juga enak diajak ngobrol, jadi ga canggung gitu lho. Seperti ga ada perbedaan antara saya dan mbak Reni. Ga nyangka, saya yang hanya TKW bisa berteman dengan seorang pegawai kantoran seperti mbak Reni. Yang sebelumnya sudah wanti-wanti "Mbak kalau nulis tentang kopdar kita, jangan di tulis nama kantor saya ya?". 

Karena saya takut mengganggu aktivitas mbak Reni, saya pun pamit setelah sempat ngobrol beberapa puluh menit. Dan kami juga janjian akan kopdar lagi dengan membawa Sasha putri semata wayang mbak Reni. Tentunya dalam moment yang berbeda, bukan di kantornya mbak Reni lagi. Hehe. Setelah pamitan kami segera meluncur ke BC* lagi untuk menyelesaikan urusan yang kemarin. Dan alhamdulillah, dengan membawa surat keterangan, ga pakai lama urusan saya beres.

Senang banget rasanya bisa bertemu teman ngeblog. Ini semua gara-gara identitas palsu, sehingga saya bisa bertemu mbak Reni secepatnya. Kalau saja, ga ada identitas palsu mungkin sampai hari ini saya belum sempat kopdar dengan mbak Reni dengan alasan sibuk. Terimakasih mbak Reni.... semoga kita bisa bertemu kembali, lengkap dengan foto-foto. Hehe.


Jumat, 04 November 2011

PR Sekolah Dasar

Setelah lama ga ada estafet antar blogger, sekarang muncul lagi dengan tema baru yaitu PR Sekolah Dasar. Tugas ini saya dapat dari 2 orang mama. Yang satu mama muda yang usianya 8 tahun lebih muda dari saya (makin terasa tuanya) yaitu Mama Rani pemilik nama asli Andy Hardiyanti Hastuti (namanya bagus ya) dan   yang satu Mama Ina. PR ini memaksa saya untuk mengingat-ingat masa SD saya yang sudah puluhan tahun berlalu. Oke saya akan berusaha untuk mengerjakannya.


  • FLASHBACK

Saya masuk SD yang ada di kampung saya ketika berumur 6 tahun. Masih lucu, imut, nakal kaya setan (kata emak) dan belum bisa lepas dari dot yang isinya teh atau air gula, bukan susu lho. Saat masuk SD inilah saya berusaha menceraikan dot saya. Dengan bangga saya bilang "Mak aku ga mau ngedot lagi" lalu membuang dot tersebut. Emak saya tanya "bener ga mau ngedot lagi?? Awas yo nek nyari-nyari lagi". Saya tetap yakin dengan keputusan saya itu. Tapi ternyata..... Melepas kebiasaan ngedot itu ga gampang. Ketika pulang sekolah dan tak bertemu dengan dot, sayapun nangis kelesetan. Akhirnya saya ngedot lagi, tapi lama-lama bisa kok hidup tanpa ngedot hihi.

Boleh dibilang, masa SD adalah masa-masa jaya saya. Masa dimana saya mengukir prestasi paling cemerlang selama saya mengenyam pendidikan. Dibalik kenakalan saya yang over dosis, saya punya prestasi yang tidak mengecewakan. Meskipun bukan ranking 1 tapi saya selalu masuk 3 besar dari 28 siswa, setiap ujian Catur Wulan.

Sewaktu kelas 5 dan 6, saya mewakili sekolah ikut lomba gerak jalan tingkat kecamatan. Dan pernah ikut lomba siswa berprestasi tingkat kecamatan, untuk mata pelajaran IPA. Yach.... meskipun cuma tingkat kecamatan dan saya tidak menang, tapi bangga juga khan?? Bisa ketemu murid SD se-kecamatan Geger, Kab Madiun.

Tahun 1995, saya lulus SD dengan NEM 38,84 untuk 5 mata pelajaran. Dan kalau tidak salah ingat, ada angka 9 koma untuk mata pelajaran matematika *uih bangga euy*. Sebuah prestasi yang sangat mengembirakan untuk saya karena dengan angka tersebut saya diterima di SMP negeri I Geger. Orang tua juga bangga atas prestasi saya. Dan ternyata.... itulah prestasi terbaik saya untuk pertama dan terakhir kalinya. Karena setelah SMP dan SMEA prestasi saya makin ancur. Makin lama sekolah bukannya tambah pinter tapi malah ga bener. Haha.

  • GURU FAVORIT

Jaman dulu, satu guru untuk semua mata pelajaran kecuali guru agama dan olah raga. Nach.... guru agama inilah favorit saya, namanya Pak Nurhadi. Selain orangnya ganteng (anak SD aja tahu ganteng), beliau juga enak kalau ngajar. Orangnya ramah dan ga pernah marah. Tapi sayangnya hanya seminggu sekali ada pelajaran agama. hikz

  • GURU KILLER

Guru saya yang paling killer itu guru kelas 5 dan 6, namanya Pak Hartono. Kebetulan waktu itu ada mutasi guru kalau ga salah, sehingga guru di kelas 5 ngikut kami ke kelas 6. Orangnya galak, suka marah dan suka menghukum kalau kami tidak bisa mengerjakan soal terutama matematika. Sering memberi soal dulu sebelum pulang. Kalau bisa mengerjakan ya pulang duluan, kalau ga bisa mengerjakan ya telat pulang plus diolok-olok. Sampai-sampai ada 1 teman yang tersinggung dan mogok tidak mau sekolah. Yang sangat disayangkan, perjuangannya selama hampir 6 tahun harus dilepas begitu saja, karena tetap keras kepala tidak mau ikut ujian. Kami yang tadinya 28 siswa, saat lulusan hanya tersisa 27 siswa. Salah siapa?? Ini salah siapa?? *eh kok malah nyanyi* Hikz

  • TEMAN BOLOS

Kebetulan saya tidak pernah bolos bareng teman, kalaupun bolos ya sendirian. Bolosnya pas ga dikasih uang buat bayar SPP. Jaman dulu ortu saya khan mengandalkan upah dari menjahit dan tukang bangunan. Jadi ga bisa dipastikan kapan punya duit. Kadang teman-teman sudah bayar sayanya belum bayar. Nach... saat itulah saya bolos. xixixi

  • TEMAN BERANTEM

Kalau teman berantem kayaknya ga ada, tapi teman ngejek hampir semua cowok suka mengejek saya. Saya dulu khan sudah terbiasa rambut pendek karena rambutnya kutuan. Nach.... anak-anak cowok suka usil, ngatain saya banci, rambut pendek kok pakai rok. Mau marah??? Mana berani?? Paling-paling cuma diem aja tapi dendam di hati. Hikz
Ini 2 orang teman SD yang kebetulan ketemu di facebook. Keduanya sekarang jadi brandal di Korea haha. Yang atas masih single dan dulu suka ngejek saya. Yang bawah sudah nikah dan suka melindungi *ceileh*. Karena saya satu-satunya cewek diantara 5 cowok yang sekolah di SMP 1 Geger. 

  • JAJANAN MAKANAN/MINUMAN FAVORIT

Jaman saya kelas 1 SD, uang sen masih berlaku. Dan seingat saya uang saku Rp.25 sudah dapat jajan dan es lilin. Terus lama kelamaan sen ga berlaku lagi dan uang sakunya jadi Rp 50, kemudian Rp. 100 itu paling pol. Dan jajan yang paling saya suka adalah bubur kacang ijo terus di cemplungin es lilin. Padahal burjonya encer banget karena kacang ijonya cuma buat syarat, tapi enak banget lho. Selain burjo, biasanya saya beli gorengan, asal gorengan saya suka aja. hehe.

  • JAJANAN MAINAN FAVORIT

Kalau mainan, ga ada yang favorit. Boro-boro beli mainan, buat jajan aja pas-pasan kok. Tapi kadang-kadang suka beli apa ya namanya?? Yang ditiup terus keluar gelembungnya itu lho. Seingat saya, kami menyebutnya "sebulan". Ada yang tahu??

  • SEPATU/TAS FAVORIT
Untuk point ini, saya sudah berusaha mengingatnya tapi saya tidak berhasil. Bener-bener ga ingat, merk sepatu dan tas saya. Saking lamanya kali ya..... atau emang sudah pelupa??? Hihihi.

Alhamdulillah.... Selesai sudah PR saya, sekarang giliran anda yang mengerjakan PR selanjutnya. Bagi sahabat yang namanya tercantum dibawah ini, wajib mengerjakan PR dengan judul sama. Dan dilempar lagi ke yang lain ya.... Terimakasih.

  1. Al Kahfi
  2. Mbak Una Cantik
  3. Arr Rian
  4. Ria Nugroho
  5. Mbak Yunda


Jumat, 28 Oktober 2011

Met Ultah Sahabatku

Aku menelponmu, tapi kamu tak mengangkatnya. Dan aku mengirimkan SMS untukmu. 

"Aku ada waktu, bisakah kita bertemu?"

Kamu tetap tak membalasnya, ada tanya dalam hatiku "Mungkinkah kamu marah padaku?". Dan aku mengirimkan SMS (lagi) untukmu.

"Apakah kamu marah? Kalau ada salahku padamu, maafkan semua salahku. Baik yang aku sengaja maupun tidak aku sengaja"


Argggggh, kau tetap tak membalasnya. Hingga kini sudah hampir sebulan, tak ada kabarmu sama sekali. Kau hanya diam tanpa mau memberi kabar. Tapi aku berusaha positif thinking, dan tak berpikir macam-macam tentangmu. Semoga kamu baik-baik saja disana.

Sahabatku.......
Ingatkah kamu setahun yang lalu?? Kita ke salon bareng. Kau mengantarkan aku merapikan rambut untuk pertama kalinya setelah rambutku panjang. Aku treatment kamupun ikut-ikutan treatment. Yach.... kamu merelakan waktu dan juga uangmu untuk menemani aku.

Sahabatku......
Ingatkah kamu, apa yang aku beli untukmu hari itu??? Bukan kado bernilai mahal yang aku beli untukmu, tapi hanya sebuah kue ulang tahun sederhana yang sudah aku pesan sehari sebelumnya. Yach.... hari itu tanggal 31-10-2010 kamu merayakan ulang tahunmu. Telat 2 hari dengan hari H mu.

Kue Ultah Untukmu waktu itu.

Sahabatku......
Tahukah kamu??? hampir 17 tahun aku mengenalmu, tapi tahun ini adalah tahun yang paling membahagiakan untukku. Yach.... aku bahagia bersamamu.  Melalui tahun-tahun terakhir di negeri beton bersamamu. Namun.... di penghujung waktuku, aku seperti kehilanganmu. Aku tak menemukanmu..... Aku ingin bertanya, tapi aku ga tahu harus bertanya pada siapa. Aku ingin mencarimu, tapi aku takut kau mendiamkanku. Dan akhirnya.... aku hanya diam dan sibuk dengan tulisan-tulisanku. 

Sahabaku.....
Hari ini hari ulang tahunmu. Tapi aku tetap tak punya nyali walau hanya sekedar mengirim SMS untukmu. Aku hanya mampu merangkai kata untuk kado ulang tahunmu. 

SELAMAT ULANG TAHUN SAHABATKU
Hanya do'a yang mampu kupersembahkan untukmu. Semoga segala kebaikan terlimpahkan untukmu. Tercapai semua asamu dan Sukses dunia akhiratmu. Amiiiin


Ya ALLAH......
Disaat KAU menjauhkan dia dariku
KAU mengirim sahabat lama untukku.
Aku memang tak sendiri 
Tapi.....
Seandainya aku boleh meminta
Aku ingin keduanya...... 

Selasa, 18 Oktober 2011

Bagaimana Saya Ngeblog???

Beberapa waktu yang lalu ada yang tanya, "Mbak Tarry ngeblognya bagaimana??". Kebetulan tidak langsung saya jawab, eh sang penanya kok tanya lagi. Terus saya jawab langsung ke blognya dan saya bilang "Insyaallah saya posting mas". Tapi karena saya punya penyakit lupa, jadi sekarang baru sempat posting. hehe.

Sebenarnya saya adalah salah satu diantara ratusan atau mungkin ribuan TKW yang bisa berkarya lewat tulisan. Bahkan mereka, banyak yang sudah menerbitkan karyanya dalam bentuk buku atau sebagai penulis artikel di surat kabar atau majalah yang terbit di Hong Kong maupaun Indonesia. Kebanyakan mereka ini tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) Hong Kong. Sedangkan saya hanya penulis di blog. Tidak ada apa-apanya khan dibanding mereka???

"Mereka khan hanya TKW, kok bisa sampai menerbitkan buku??" Ya bisa lah, lha wong para penulis terkenal seperti Asma Nadia yang karyanya sudah tak terhitung jumlahnya. Kang Abik penulis Novel Ayat-ayat Cinta dan masih banyak lagi penulis handal yang sengaja diundang ke Hong Kong sebagai pembicara tamu. Dan yang pasti, dari beliau-beliau banyak ilmu yang bisa menambah pengetahuan tentang kepenulisan. Para penulis buku di Indonesia saja belum tentu sudah ketemu beliau-beliau lho, tapi para TKW itu sudah bisa berjabat tangan dengan beliau. "Lha Tarry???", belum pernah. Karena saya ga suka ikut organisasi *halah alasan*. Hihihi.

 Tulisan para TKW ada didalamnya, dan masih banyak lagi majalah lain.

Ealah kok ngomongnya keluar topik hiikz. Terus bagaimana Tarry Ngeblog??? Alhamdulillah, saya kerja di majikan yang tidak terlalu berat pekerjaannya. Kalau kemarin tugas saya jaga nenek, yang lebih banyak santainya dibanding jaga anak-anak. Dan sejak pengasuhnya yang baru sudah datang, saya kembali ke rumah majikan dan hanya ada mom, sir dan saya setelah anaknya kembali ke Amerika. Malah lebih santai lagi karena mereka jarang makan di rumah dan ga perlu ngladeni kalau butuh apa-apa. Tugas saya hanya bersih-bersih, masak dan menemani mom nonton tivi. *walah enaknya*.

Nach disela-sela menjalankan tugas itulah saya BlogWalking melalui HP Sony Ericson C510 *jangan kaget*. Atau kalau lagi punya ide, ya saya ketak-ketik nulis di draff. Saking rajinnya internetan, HP saya sudah tak berbentuk ga layak pakai  lagi. Pernah ketinggalan di Lobby building ga ada yang ngambil. Entah HP nya yang jelek atau memang semua orang di building saya baik-baik sehingga ga tega ngambil ya???. hikz.

Nach kalau sudah malam, setelah nonton Tivi sekitar jam 22.30 waktu Hong Kong, saya masuk kamar dan baru buka Leppy, itupun harus berjuang melawan kantuk. Kalau ga kuat mengalahkan kantuk, mata saya langsung merem begitu nempel bantal. Dan membiarkan Leppy nyala sampai pagi. Tapi saya punya kebiasaan aneh, saya sering (ga tiap hari sich) terbangun dan jari saya ketak ketik merangkai kata dan bisa posting. Kalau anda jeli, postingan saya rata-rata tengah malam, atau menjelang sepertiga malam. Kalau ada yang posting pagi atau siang, itu berati saya ketiduran dan baru saya posting pagi lewat HP *buka rahasia*. hihihihi.
 Di atas ranjang ini aku mengistirahatkan ragaku dan menumpahkan isi hatiku lewat tulisan-tulisanku.

Sebenarnya TKW ngeblog tak serumit yang anda bayangkan to??? Semua TKW bisa melakukan tergantung niatnya. Tapi banyak teman (termasuk saya dulu), yang lebih memilih Chatingan atau Facebookan daripada ngeblog. Mereka bukan ga bisa, tapi belum tahu rasanya jadi blogger dan tidak ada yang menuntunnya. Seperti saya dulu sebelum kenal BlogWalking juga males-malesan ngeblog. Tapi berkat bantuan Kang Alie dan  Mas Yatnoz, saya bisa mengenal Blogspot. Dan dengan bantuan Mbak Dhana dan Mas Jier saya bisa memiliki blog Wordpress. 

Terima kasih untuk semua sahabat yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Tanpa kalian saya tidak bisa seperti sekarang ini. Semoga, saya lebih semangat dalam menulis. Dan mohon maaf kalau belum bisa meninggalkan Comment karena kendala BW pakai HP, atau belum sempat berkunjung ke blog sahabat, karena keterbatasan waktu saya. Happy Blogging ^_^.


*TANPA NIAT YANG KUAT, NGEBLOG TAK AKAN SEMANGAT*






Senin, 17 Oktober 2011

Teman Di Awal Perjuangan

"Tut tuuut tut tuuut"  terdengar nada sambung dari seberang sana.

Beberapa detik kemudian, "wai, assalamualaikum" sapa teman saya, Nanda di seberang sana. Pakai salam mentang-mentang saya yang telpon.

"wa'alaikumsalam. wai lei ho, hari sabtu libur apa ndak? Ketemu yuk", Jawab saya.

Setelah basa-basi sebentar, kami menutup pembicaraan karena dia mau masak. Dan keputusannya, hari sabtu ketemuan di kantornya ce Ester, teman kami yang kerja di agen. Dan saya juga telp ce ester mengabarkan rencana kedatangan kami. Takutnya kami pas datang beliau tidak ada di tempat.



Sabtu pagi, hp saya bergetar, "wai, tima??" saya angkat bicara.

"Gimana jadi apa ga?, takutnya aku udah kesana ternyata ga jadi" tanya dia memastikan.

"ya jadilah, aku masih ngepel, terus mandi terus berangkat" jawab saya.

"Oke, setengah 10 ya" kata dia, dan saya mengiyakan.

Saya segera menyelesaikan tugas dan jam 9 saya melangkahkan kaki keluar rumah, menuju toko Indonesia. Rencana mau beli gorengan atau kue. Tapi saat lihat-lihat rak nasi kok ada nasi pecel, ya sudah sekalian ambil 3 bungkus. Saya membayar belanjaan saya yang hanya beberapa puluh dolar tapi dapat 2 kresek makanan. Kalau di tempat lain ya ndak boleh alias lebih mahal. *bilang saja lagi ga punya duit* xixixi.

 Rak nasi, yang menunya sangat menggiurkan dan sesuai dengan isi dompet. hikz

Karena saya pakai acara belanja dulu, si Nanda nya sudah sampai duluan dan beberapa kali telpon. "Dimana???" dan saya selalau jawab, "sebentar masih jalan, tenang, 10 menit naek Teng-teng nyampai kok". Dan saya tidak bohong seperti yang tertulis di artikelnya Kakaakin yang berjudul Era ponsel-era berbohong lho.  Naiknya teng-teng memang 10 menit, tapi ditambah jalan dan nunggu teng-tengnya datang jadinya setengah jam baru bisa ketemu. hehehe.

Setelah bertemu, kami langsung menuju kantor Ce Ester yang jaraknya lumayan jauh dari MTR tempat saya ketemu Nanda. Sepanjang jalan, baunya amis. Karena daerah saya Seung Wan, memang terkenal dengan makhluk laut yang dikeringkan, seperti sirip paus, ikan asin, abalone dll. Ada Western market, yang kata orang (bukan kata saya) juga pusatnya barang-barang tersebut. Mau beli??? Kesini aja..... hehehe.

Singkat cerita, kami sudah ada di kantor Ce Ester. Ngobrol ngalor ngidul, sekali-kali bernostalgia pada jaman remaja (emange sekarang sudah tua??). Sambil ngobrol, saya dan Nanda  makan nasi pecel. Karena Ce Ester sudah sarapan jadi ga ikut makan.
 
 Saya dan Nanda, teman di awal-awal perjuangan saya di Hong Kong

Saya dan Ce Ester, Saya mengenalnya tahun 2003 di PT Surabaya. Sekarang sudah jadi staff agen di Hong Kong. 

Waktu ngobrol tentang kepulangan saya dan rencana-rencana saya, kok sepertinya mereka ga yakin dengan saya ya??? Mereka bilang "Halah pasti setelah punya anak balik ke Hong Kong lagi". Ibu pemilik agennya juga bilang gitu. Arrrrgh benarkah hidup di Indonesia itu susah?? Sampai-sampai banyak orang yang rela meninggalkan anaknya yang masih kecil untuk kembali ke Hong Kong (lagi). Entahlah, saya sendiri tidak tahu.....

Karena di kampung saya punya rencana buka usaha makanan tapi bukan restauran lho ya. Ce Ester kasih saya alamat kursus  memasak yang ada di Surabaya. Ini alamatnya http://www.kursustristar.com/. Katanya, kursus disana bisa dibantu ngurus Surat Ijin usahalah, menyediakan alat-alat membuat kuelah, ada sertifikatnyalah dan fasilitas-fasilitas lain yang bisa mendukung usaha kita. Yach, Insyaallah saya akan coba kalau pulang nanti. Hehehe.

Meskipun banyak orang yang meragukan tekad saya untuk jadi Ibu rumah tangga dan seorang pengusaha di Indonesia. Namun harapan saya, setelah meninggalkan Hong Kong kali ini, saya tidak akan menginjakkan kaki saya ke Hong Kong lagi sebagai pembantu. Kalau sebagai turis itu harus (amin). Ucapan adalah do'a, kalau kita yakin pasti tidak ada yang tidak mungkin bila ALLAH menghendaki. ^_^.

Senin, 10 Oktober 2011

Malam Terakhir

Masih ingat lagu Malam terakhirnya Evie Tamala??? Lagu ini paling berkesan di hati saya dan sampai sekarang akan tetap jadi favorit saya meskipun lagu dangdut. "Kok bisa??". Yach.... lagu ini pernah dinyanyikan teman suami saya 9 tahun lalu, saat suami saya mau berangkat ke Malaysia. Saya yang tadinya tegar dan tak meneteskan airmata, tiba-tiba pecahlah tangis saya gara-gara ada yang iseng nyanyi lagu itu. hikz.

Dan hari ini, saya putar lagu itu berkali-kali karena semalam adalah malam terakhir saya dengan Mbak Tun. Di postingan yang ngomongin paket, saya sudah bilang terakhir ketemu, tapi ternyata kemarin masih bisa ketemu lagi meskipun nyuri-nyuri waktu setelah pulang dari rumah nenek. Yach, saya sempat-sempatkan bertemu karena saya sudah janji mau nraktir makan. Tapi karena Mbak Tun makannya susah, alias harus terjamin kehalalannya. Sehingga usulan saya untuk makan di restaurant warung chinese food ditolak. Sebenarnya ga terlalu fanatik sich, tapi selama bisa menghindari, beliau lebih memilih sayur atau ikan daripada milih daging yang ga tahu gimana cara motongnya. 

Akhirnya kami memutuskan untuk makan di KFC saja, yang kebetulan dekat dengan rumah nenek asuhan saya. Dalam hati saya ya "alhamdulillah" malah lebih murah karena lagi kembang kempis gara-gara belum di gaji sedangkan si Boss pergi ke Beijing. Tapi ikhlas lho.... hehehe

Saya masih ingat, 3 tahun yang lalu saat Mbak Tun memutuskan untuk mengakhiri perjuangannya di Hong Kong. Saya bilang "Hoalah kamu belum melihat aku jadi orang baik kok sudah mau pulang to yu???" Namun, rencana untuk pensiun jadi TKW dibatalkan karena ada musibah ( baca: Bisa Sampai Hong Kong Karena Dihina ). Mbak Tun yang dulu akan meninggalkan saya, sekarang ganti saya yang akan meninggalkannya setelah mampu menunjukkan perubahan saya kepada Mbak Tun.  

Mbak Tun, sudah saya anggap keluarga sendiri, yang bisa saya jadikan contoh. Cara berfikirnya yang dewasa, membuat nasehat-nasehatnya seperti orang tua (memang sudah tua sich hikz). Sindiran-sindiran halusnya mampu menohok hati saya tanpa menyinggung perasaan saya. Sehingga mampu membuat saya merenung dan mau memperbaiki kesalahan. Beliau juga tak mengenal kado saat moment tertentu, tapi sering memberi hadiah-hadiah tanpa saya duga. Dan yang pasti, setiap lebaran kami selalu dapat ampao. Itulah mbka Tun, meskipun single parent tapi tak membuatnya enggan untuk berbagi. Semoga dilancarkan rejekinya. Amiiiin

Dikasih kenang-kenangan selendang panjang 2, yang satu buat emak, katanya. Dan langsung saya pakai *kaya bocah ilang*. Rejeki saya kali yach.... Nraktir KFC ,malah dapat selendang dan ampao rupiah dari Nanik. Alhamdulillah......

 Saya dan nanik (baju hitam), sudah dianggap keponakan sendiri oleh Mbak Tun. Saya dari Madiun, Nanik dari Blitar, dan Mbak Tun dari Magetan bisa jadi saudara ketika jauh dari keluarga.

Setelah ini, mungkin tak akan ada kesempatan berkumpul bertiga lagi. Tanggal 23 nanti Mbak Tun mau cuti untuk memperingati 1000 hari meninggalnya  sang suami. Tinggal nanik saja yang masih tertinggal di Hong Kong dan  masih sempat ketemu saya lagi. Semoga, persahabatan ini tetap abadi meskipun tak berkumpul lagi. Amiiiiin

Minggu, 11 September 2011

Serupa Tapi Tak Sama

Harta yang paling berharga 
Adalah keluarga
Istana yang paling Indah
Adalah..... keluarga
(Penggalan lagu keluarga cemara. Ada yang Masih ingat??)

Lagu ini pasti cocok buat anda yang tinggal di rumah sendiri bersama keluarga tercinta, tapi bukan buat saya. Karena saya hidup sendiri di luar negeri, yang setiap hari terkurung dalam sangkar emas. Dan hanya bisa libur 2 minggu sekali. Bagi saya, keluarga majikan adalah keluarga kedua saya. Tapi ada yang jauh lebih berharga ketika saya jauh dari keluarga yaitu SAHABAT.


Sahabat yang setiap saat mau memberikan pundaknya ketika saya ingin menumpahkan airmata ini. Yang selalu mengulurkan tangannya disaat saya jatuh tersungkur dan tak mampu berdiri. Yang selalu mengingatkan saya, ketika saya salah jalan. Yang selalu  menghibur disaat saya dalam kesedihan. Yach.... dia sahabat yang paling mengerti dan memahami saya yang keras kepala dan belum bisa bersikap dewasa ini.


Pakai baju kompak meskipun  ga janjian hehe

Foto ini saya ambil bulan mei lalu. Lokasinya di Star Ferry tepatnya di Tsim Tsa Tsui, Kowloon dengan background  International Finance Centre (gedung tinggi dibelakang) yang berada di Central, Hong Kong. Kelihatannya dekat sekali yach, padahal gedung itu berada di seberang lautan dan harus naik ferry untuk menyeberang kesana dengan cepat dan murah. Hanya $2 Central - Tsim Tsa Tsui.

Banyak orang yang bilang kami berdua mirip. Bahkan waktu kami beli baju yang sama, salesnya liatin terus. Mungkin yang ada dalam fikiran sales itu kami kembar. hikz. Padahal kalau mau memperhatikan, kami adalah 2 sosok yang sangat berbeda. Dari postur tubuh saja sudah kelihatan, mungkin wajahnya yang mirip ya??? Entahlah saya sendiri tidak tahu. Meskipun kami berbeda, tapi banyak juga kesamaan yang membuat kami tetap rukun.  Tapi sekarang agak jauh semenjak dia punya pacar. huaaaa jeleus *nangis guling-guling* xixixixi

Dan kebetulan tempat kerja kami dekat, sehingga kalau saya libur sering menghabiskan waktu bersama dia. Kemana-mana hanya berdua, dan sering panik kalau pingin foto berdua. Foto diatas bisa kami dapat dengan bantuan anak Philipina. Biasanya kami suka narsis kalau foto-foto sendiri. Kurang inilah kurang itulah sehingga banyak sekali foto dengan pose yang sama. Tapi foto diatas sekali langsung oke. Karena ga berani bilang "one more" ama tuch orang philipina. *ngaku aja dech kalau emang ga bisa bahasa inggris* haha.

Saya berharap, persahabatan ini akan tetap terjalin sampai nanti kita hidup di Indonesia. Ngomong-ngomong kami lahir dari satu kecamatan. Kami dulu satu SMP,  satu SMEA dan sekarang satu profesi. Jadi bukan sesuatu yang sulit untuk tetap bersahabat, kecuali kalau dia nikah ama orang luar negeri kota. Tapi kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Hehe.

Artikel ini diikutkan dalam acara Photo Blogging Kontes oleh HotCoklat.com yang didukung oleh Satukomu.comIndonesia Blog-Media Advertising Community. bagi yang berminat silahkan klik disini
 




Senin, 25 April 2011

MASA IYA KITA MIRIP????

Kalau memandang sekilas, banyak yang bilang kita mirip
(jangan lama-lama lihatnya nanti ketahuan bedanya hikz)
Bahkan ada yang bilang akun facebook kita berdua yang punya 1 orang
Ach..... ada-ada aja tuch orang
Sampai bikin kaku nich perut gara-gara ketawa

Suatu hari, ada teman facebook yang pasang foto dia
Tapi commentnya ditujukan buat aku
Hikz,,,,Gila masa ga bisa membedakan sich???



Kita lahir dari rahim yang berbeda dan ayah yang berbeda
Postur tubuh juga beda, tapi memiliki sifat yang hampir sama
Yang jelas lebih banyak perbedaannya daripada kesamaannya

Hanya saja ALLAH mempertemukan kita sejak SMP tahun 1995
Karena kita tinggal dalam satu wilayah kecamatan tapi lain desa
 Kita juga masuk SMEA yang sama
Dan kebetulan kerja di Hong Kong pun kita masih dipertemukan
Sudah takdir kali ya...... hehehehe
Love u  so much my best friend  Gendis Java Az-Zahra n thanks atas waktumu buat aku

Rabu, 19 Januari 2011

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Ada senyum di sudut bibirku
Walau ada sedikit nyeri dalam hatiku
Karena aku tak ada di dekatmu
Hari ini tibalah saat yang kau tunggu seumur hidupmu
Hari dimana kau akan mengakhiri masa lajangmu

Berbahagialah kamu....
Karena setelah hari ini,
Akan ada seseorang yang akan menemani hari mu
Tapi ingat, ini bukan akhir dari sebuah perjalanan
Melainkan awal dari sebuah pelayaran
Yach,,,,,, pelayaran dalam mengarungi bahtera rumah tangga



Bentangkan layarmu
Lepaskan tali pengikatmu
Dan mulailah pelayaranmu
Badai menghantam pasti ada
Ombak menerjang itu pasti
Namun Yakinkan diri, semua pasti bisa kau lalui

Aku disini,,,, tak bisa berbuat apa-apa
Hanya baris-baris  do'a yang mampu aku panjatkan
Semoga pernikahanmu di ridhoi Allah swt
Sehingga mampu menggapai indahnya keluarga
Yang sakinah mawadah warohmah
Amiiiiiiiiiiiiiiiin

Kamis, 16 Desember 2010

CORETAN UNTUK KAMU

Aku hanya bisa diam
Diam dan hanya diam
Tanpa ada sesuatu yang bisa aku katakan
Sebenarnya.....
Banyak kata yang ingin aku ucapkan
Tapi aku takut akan melukai perasaan

Dan aku hanya bisa diam
Dan menyimpan apa yang aku rasakan
Entah lah,,,,,
Rasa nya tak ingin ada airmata
Aku tak ingin ada luka
Aku hanya ingin senyum itu selalu ada
Seperti hari kemarin yang penuh canda




Hari itu......
Hari yang mungkin terakhir kali bisa kita nikmati
Satu Kebersamaan yang tak mungkin terulang lagi
Karena sebentar lagi kau akan meninggalkan negeri beton ini
Berat hati ini untuk melepasmu pergi

Tapi ini lah kehidupan
Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan
Namun dalam perpisahan belum tentu ada pertemuan.....

Bagaimana pun aku tetap bersyukur
Karena aku di beri kesempatan untuk menikmati kebersamaan ini
Walau hanya sekejap saja
Namun bagi ku ini sangat berarti
Terima kasih atas waktu yang telah kau berikan untuk ku
Maaf kan aku yang tak bisa menemani mu......

Jumat, 22 Oktober 2010

SEPANJANG JALAN KENANGAN

Kulangkahkan kakiku keluar rumah. Menikmati udara kebebasan meskipun hanya sehari. Sendiri tak ada seorangpun yang menemani. Sengaja kuluangkan waktu ku hari ini hanya untuk mengenang seseorang yang pernah mewarnai hari2ku dulu. Ingin kurajut kembali tali persahabatan dengannya, yang sempat putus hampir 2 tahun. Tapi kurasakan berat sekali. Egoku masih terlalu tinggi untuk memulainya. Antara ego dan persahabatan mana yang harus aku pilih????

Aku hanya diam memikirkan 2 pilihan itu dan berjalan  menyusuri sepanjang jalan kenangan. Mencoba mengenang saat yang telah lalu. Saat kita berjalan di sepanjang jalan ini. Aku masih ingat, di bawah teriknya mentari aku mengajakmu berjalan. Tak kuhiraukan keluhanmu. Capek.... Panas..... Lapar..... Kapan sampainya???? masih berapa lama lagi???? Dan aku hanya bisa menjawab, "sebentar lagi sampai" dan itu terjadi ber ulang kali. Sebenarnya aku tak tega mendengar keluhanmu. Tapi mau gimana lagi????? Di sepanjang jalan ini yang ada hanya toko mebel, ga ada yang jualan makanan. Kalau ingat hal itu jadi senyum sendiri. hehehehe


Keraguan masih menghantui pikiranku. Aku masuk warung makan, dan pesan nasi goreng special di bungkus. Setelah dapat nasi goreng kesukaannya..... aku naik kereta bawah tanah (MTR). Stasiun demi stasiun telah ku lewati. Ragu itu masih ada, semakin dekat dengan tujuan semakin gemetar tubuh ini. Takut tak diterima... itu yang paling aku takutkan dari kemarin. Tapi hatiku berkata, niat baik pasti akan disambut dengan baik. Itu juga yang dikatakan temanku. Dengan modal nekad dan keyakinan, sampai juga aku di taman dekat rumahnya. Hanya diam membisu dan hanya mampu menatap atap rumahnya. Keadaan itu berlalu beberapa menit. Akhirnya..... aku beranikan diri call dia.

Hallo' siapa ini???? suara di seberang sana menjawab. Aku jawab pertanyaannya dan kusampaikan maksudku. Bukan sinis atau marah tapi malah kudengar tawanya karena ulah konyolku. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa memberi kabar. Bener-bener surprise buat dia. Bahagianya hatiku, Ternyata semuanya tak seburuk yang aku bayangkan. Aku hanya menakuti diri sendiri dengan negatif thinking. Dia tak memusuhi aku. Dia mau menerima kehadiranku. Dan kita pun bisa ngobrol tentang banyak hal layaknya sahabat lama yang lama tak bertemu. Hikz

Terima kasih Ya Allah.... KAU masih mengijinkan kami bersahabat. Meskipun sudah tak saling menyapa, tapi setidaknya aku tahu kalau dia sudah memaafkanku. Bibirnya tersenyum..... Tapi tak tahu bagaimana dengan hatinya. Aku tak peduli lah..... Yang penting aku sudah bisa memperbaiki persahabatan ini...... hehehehe