Tampilkan postingan dengan label Kehamilanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilanku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Waktu Hamil, Saya Benci Aroma Itu....

Hampir setiap pagi, aroma bumbu yang digoreng tercium oleh hidung saya. Aroma yang membuat perut saya semakin lapar karena aroma itu berasal dari masakan emak di dapur. Emak memang suka memberi bawang merah lebih banyak biar masakan apapun lebih mantab rasanya.



Tapi saya pernah membenci aroma itu ketika saya mulai hamil 7 bulan. Keharuman masakan emak tak membuat saya tertarik tapi malah membuat perut saya mual, kemudian memuntahkan isi perut sampai tak tersisa dan akhirnya membuat saya lemas tak berdaya.

Padahal saat itu, HB (merahnya darah) saya rendah dan disarankan sama bu Bidan untuk memperbanyak makan oseng-oseng sayur berwarna hijau. Karena oseng-oseng kadar gizinya lebih tinggi dibanding kulupan (sayur yang direbus). Tapi lagi-lagi saya harus muntah-muntah ketika memaksa untuk memakannya.

Yang agak memalukan itu waktu kami ke Jakarta saat pernikahan adek. Adek mengajak kami makan dulu di rumah makan Padang sebelum ke kontrakannya. Adek bilang masakannya enak banget, apalagi kepala kakapnya, "wuih mak nyus", katanya.

Tapi apa yang terjadi.... baru melihat makanan di etalase saja saya sudah muntah-muntah. Untung saya belum turun dari mobil, jadi ga begitu malu-maluin karena yang lihat cuma tukang parkir. Setelah dipaksa masuk, akhirnya saya cuma makan ikan goreng sama sambel saja. "Anakmu ngajak kaya mbak, Lha wong ndak doyan makanan enak", kata adek meledek saya.

Saking bencinya sama aroma masakan [enak], setiap hari makanan saya cuma sayur menir yang bahan utamanya bayam. Biasanya emak menambahnya dengan gambas, labu atau jagung muda dan diberi bumbu bawang merah sedikit, daun kemangi, gula, dan garam. Kalau sudah ada sayur itu, berasa makan soto di restoran. Hikz

Akibatnya HB saya bukannya tambah tapi semakin rendah. HB yang tadinya 10,4 waktu operasi caesar untuk melahirkan si kecil malah menjadi 8,4. Dokter menyebutnya Anemia dan hal itu bisa menyebabkan kondisi saya drop. Ada kemungkinan saya terlalu tegang, sehingga dokter segera ambil tindakan cepat dengan menambah obat tertentu yang harus beli sendiri di apotek. Dan alhamdulillah operasi berjalan lancar, bayi selamat sayapun juga sehat. :).

Setelah si kecil lahir, hilang sudah kebiasaan-kebiasaan aneh yang saya alami selama hamil, seperti benci bau masakan. Keadaan kembali normal seperti sebelum saya hamil. Setiap bayi memang membawa kebiasaan yang berbeda-beda. Dan itu merupakan kenangan terindah yang tak akan pernah saya lupakan dan bisa buat cerita kalau Alfi sudah besar nanti. :).

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin

Minggu, 09 Desember 2012

Hamil Tua, Tetap Kerja

Alhamdulillah, usia kandungan saya saat ini sudah memasuki tri semester akhir yaitu 8 bulan. Dan hasil USG 2 minggu lalu, menyatakan janin saya sehat, posisinya juga sudah benar. Tapi setelah saya periksa ke bu bidan tadi malam, posisi janin kembali melintang sekitar 30 cm dari posisi semula. Saya pikir, janin saya sudah tidak mungkin jalan-jalan lagi, sehingga saya mulai malas melakukan gerakan yang dianjurkan oleh bu bidan. Ternyata.... kemalasan saya membuat si kecil belum ingin mapan di posisinya. Hikz.



Meskipun saat ini saya sudah hamil tua, tapi alhamdulillah ALLAH masih memberi kesehatan kepada saya sehingga sampai saat ini saya masih bisa menjaga toko dan pulang pergi naik motor sendiri tapi jalannya pelan-pelan. Sebenarnya banyak yang mengingatkan "jangan naik motor sendiri, suruh ngantar aja kalau mau ke toko".

Saya memilih naik motor sendiri, karena suami saya berangkat dulu pagi-pagi. Bapak saya kadang kerja kadang ke sawah, sedangkan emak tidak bisa naik motor jadi tidak ada yang mengantar. Kadang ada juga yang bilang "perut sudah gede kok masih cari duit aja, mbok ya istirahat". Dalam hati saya bilang "masalah buat lo?? Kalau saya tidak punya duit emangnya anda mau peduli sama saya?". Ya begitulah yang namanya orang, kalau ada baiknya ya diomong, kalau ada jeleknya ya diomong. Jadi biarin saja anjing menggonggong yang penting kita tidak menggangu mereka. :).

Kalau menurut bu Bidan, dengan tetap bekerja malah bagus. Karena badan saya selalu gerak sehingga si kecil akan sehat serta memudahkan proses persalinan. Selain itu saya juga bisa menghilangkan stress dengan melihat orang lewat karena  posisi toko saya berada di poros jalan. Tapi dengan satu syarat, kalau capek harus istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri, begitu pesan bu bidan. :).

Saat ini saya hanya bisa pasrah kepada ALLAH, kalau memang ini rejeki saya meskipun saya kerja dan naik motor sendiri insyaallah semua akan baik-baik saja. Kalau bukan rejeki saya, meskipun saya sudah sangat hati-hati dan kerjaan saya hanya makan tidur toh dulu saya juga kehilangan bayi saya. Benar kata bu bidan bahwa kehamilan itu rahasia ALLAH. Apapun bisa terjadi kalau ALLAH menghendaki. Yang penting saya selalu berusaha dan berdo'a untuk menjaga titipanNYA.


Kamis, 04 Oktober 2012

Rujakan

"Mbak Tarry lagi hamil ya?", tanya Mbak NiQue dan  Mbak Yunda ketika melihat foto saya yang katanya kelihatan cubby. Ternyata ada ya yang memperhatikan saya sampai segitunya. Blogger lain mungkin tak memperhatikan perubahan foto saya sampai sedetail itu. :). Alhamdulillah, saya sekarang memang sedang hamil dan usia kandungan saya sudah memasuki trisemester ke 2 yaitu 22 minggu.


Meskipun usia kandungan saya baru 5 bulanan lebih, tapi keluarga sudah mengadakan acara rujakan. Kalau dikampung saya biasa disebut dengan tingkeban. Tingkeban biasanya diadakan pada saat hamil anak pertama ketika usia kandungan antara 6-7 bulanan. Tapi karena di usia itu harinya kurang baik (menurut orang tua), maka acara rujakannya diajukan.

Dan alhamdulillah semua berjalan lancar. Rujaknya enak, yang kata orang tandanya anak saya nanti perempuan. Perempuan apa laki-laki, bagi kami tidak masalah, yang penting semua lancar saat melahirkan. Amin

Menurut saya, acara rujakan itu unik. Karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Misalnya, harus ada 7 macam buah untuk rujak, 7 macam polo pendem (ubi-ubian), 7 macam kacang-kacangan, ketupat, lepet dan masih banyak lagi yang lainnya.

Malam setelah acara mengaji selesai, saya dan suami harus mandi pakai kembang setaman. Untungnya, kami mandi sendiri, tidak seperti jaman dulu. Dulu, semua keluarga  satu persatu giliran untuk mengguyurkan segayung air. Syukurlah, kami disuruh mandi sendiri ga pakai lama yang penting basah, kata ibu mertua.

Setelah mandi, saya keluar harus pakai kemben. Sempat tanya sama emak "kenapa kok harus pakai kemben mak?". Tapi emak ndak mau kasih tahu alasannya. Ya sudah saya ngikut saja. Keluar dari kamar mandi, emak sama ibu mertua menata 7 lembar kain jarik dan kami disuruh duduk diatasnya. Duduk sebentar terus disuruh berdiri untuk makan rujak yang ditaruh dalam takir (mangkok dari daun pisang).

"Nanti kalau dibentak harus lari ya" kata ibu mertua sebelum kami makan rujak. Emak yang pegang rujaknya, saya dan suami siap-siap makan rujak. Begitu sendok saya masukkan mulut, tiba-tiba ibu mertua bentak kami. Kami langsung lari menjauhi emak.

Setelah makan rujak, saya diperbolehkan pakai baju lagi biar ga kedinginan, kata emak. Kemudian tiba waktunya buat belah kelapa gading. Setelah baca do'a, suami mengayunkan pisau besar untuk membelah kelapa. Dengan sekali bacok, kelapa langsung belah 2. Belahnya memang ga pas di tengah, tapi hanya meleset sedikit saja.

Kata orang, kalau belahnya pas tengah anaknya nanti laki-laki. Sebaliknya, kalau melenceng anaknya nanti perempuan. Kami hanya pasrah, apapun yang ALLAH berikan pasti yang terbaik untuk kami. Dan semoga menjadi anak yang sholeh/Sholihah. Amin.




Jumat, 23 Desember 2011

Sawanen???

Rabu kemarin, kakak ipar yang di Pekanbaru pulang ke Jawa bersama istri dan kedua anaknya. Mereka bawa oleh-oleh manggis sekarung dan salak sekarung. Adalagi semacam jenang tapi dibungkus pakai daun apa gitu saya ga tahu.
Makanan baru dari Pekanbaru, ga tahu namanya :)

Saya juga ikut makan sedikit, semua oleh-olehnya. Beberapa saat setelah makan, tiba-tiba saya anyang-anyangen. Kalau buang air kecil sakit sekali. Terus saya minta karet sama mertua, dan mengikat jempol kaki saya. Hal yang biasa saya lakukan kalau lagi anyang-anyangen. 

Jempol kaki saya sampai biru, tapi tetap ga sembuh, bahkan semakin sering ke kamar mandi dengan sakit yang bikin saya meringis. Saya pun mengajak suami ke apotik untuk beli obat. Tapi petugasnya ga berani. kasih saya obat, karena saya sedang hamil muda. Kamipun pulang tanpa membawa apa-apa.

Setelah dari apotik saya semakin tersiksa padahal saya sudah mengikuti saran petugas apotik untuk minum air+madu dan minum air yang banyak. Rasanya saya ga kuat dan ngajak suami pulang. Tapi suami masih ogah-ogahan, maklum saudaranya lagi ngumpul semua. Tapi akhirnya suami mau juga diajak pulang dan hampir jam 8 sampai rumah.

Sampai rumah saya langsung mengadu sama emak. Emak sedikit panik, takut terjadi apa-apa sama calon cucunya dan menyuruh ke rumah Bu Bidan. Saat itu juga suami mengantar saya ke rumah bu Bidan. Alhamdulillah bidannya ada dan langsung memeriksa saya. Tensi darah cuma 90 dan perut saya kembung, saya dikasih 3 macam obat. Dan disuruh hati-hati, jangan kecapean atau angkat barang berat. 

Pulang dari rumah Bu bidan, saya langsung laporan sama emak. "Mak, kata bu Bidan perutku kembung". Emak mengintrogasi saya, "Tadi siang kamu makan apa saja??, Mosok nek Sawanen??". Rasanya ga ada makanan aneh yang saya makan. Tapi kok sakitnya luar biasa, dan bolak-balik buang air kecil ya??.

Setelah semalaman ga nyenyak tidur, paginya saya malah kayak orang sakit. Dan siangnya setelah agak baikan, saya bongkar oleh-oleh yang dibawain mertua. "Oalah paling kamu kemarin makan ini, makanya kamu sawanen" kata emak. Terus emak nyuruh saya mengoleskan apa yang saya makan kemarin di pusar. Setengah ga percaya tapi manut saja apa kata emak. Dan alhamdulillah, memang sakitnya berkurang dan saya seger lagi. Ga kayak orang sakit lagi, kata suami saya. Hehe.

Sepertinya memang aneh ya?? masa iya saya sawanen gara-gara makan makanan yang belum pernah saya makan. Mungkin hanya mitos, tapi ga ada salahnya menuruti apa kata orang tua selama ga menyalahi aturan. Hikz.

Mulai sekarang harus lebih hati-hati dengan apa yang saya makan. Kerjapun juga ga boleh terlalu berat. Ga boleh begini ga boleh begitu. Jadi ngerasain Over Protective pwoll dari emak seperti Pakde Cholik nich. Hehe