Senin, 12 September 2011

Gadis Desa Kesasar Di CANADA

Setelah kemarin saya sudah bercerita tentang perjuangan Mbak Tun yang bisa sampai Hong Kong karena dihina,   kali ini saya akan bercerita tentang wanita yang kebetulan juga dari Magetan Jawa Timur, sama seperti Mbak Tun. Tapi nasibnya jauh lebih beruntung karena bisa sampai ke Canada negeri yang terkenal dengan saljunya itu.


Kalau ada yang bertanya tentang CANADA, bisakah anda pergi kesana?? Kalau saya tanpa pikir panjang kali lebar langsung jawab TIDAK MUNGKIN. Bagaimana dengan anda??? apakah jawaban anda sama dengan saya?? Sebaiknya sebelum jawab dipikir dulu, karena Mbak Hani yang dulu juga punya pikiran seperti saya, akhirnya juga bisa menginjakkan kaki di negeri salju itu sebagai TKW.  Memang saat ini Indonesia belum ada jembatan untuk pergi kesana sebagai TKW. Tapi bagaimana Mbak Hani bisa sampai sana???. tentunya melalui sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan donk. hehehe


Mbak Hani memulai karirnya sebagai TKW di Singapore. Kerja 5 tahun di Singapore, tapi pulang Indonesia tak menjadikan Mbak Hani kaya. Mbak Hani kurang pandai dalam mengatur keuangan sehingga 5 tahun disana tak ada hasil apa-apa selain photo satu koper katanya. Selebihnya, Mbak Hani belum bisa memperbaiki ekonomi keluarganya.

Setelah di Indonesia beberapa waktu, Mbak Hani mulai tidak betah dan mencoba mengadu nasib ke Taiwan. 2 tahun Mbak Hani di Taiwan dan hasilnya sama alias gagal total. Rupanya kegagalan itu tak membuatnya jera untuk menjadi TKW. Mbak Hani berangkat lagi ke Taiwan untuk yang ke 2 kalinya. Yang kedua ini Mbak Hani sudah mulai berpikir, kalau memiliki sebuah tanggung jawab dan beban yang harus dipikul. Sehingga kontrak yang ke 2 ini mbak Hani lebih hati-hati dalam mengatur keuangan. Yang dulunya pegang HP 3, berubah cuma pegang HP 1 butut pula. Kalau dulu sukanya shopping di Mall, saat itu juga berubah shopping di pasar-pasar.

Setelah dengan hati-hati mengatur keuangan, Mbak Hani mulai bisa merasakan hasilnya. Rumah orang tuanya yang dulunya berdinding bambu, bisa dibangun dengan dinding batu bata meskipun hanya ditata. Tapi orang tua Mbak Hani selalu mengahargai dan  membanggakan hasil keringat putrinya ini. Hingga kontrak ke 2 selesai, dan kontrak ke 3 pun rela dijalani.

Di kontrak ke 3 inilah ada dorongan dari teman-temannya yang sudah hijrah ke Canada. Awalnya ditawari untuk ke Canada, Mbak Hani sempat kaget dengan sejumlah biaya untuk pergi ke sana. Tapi motivasi dari semua teman-temannya mampu meyakinkan Mbak Hani. Mulai saat itu, Mbak Hani lebih berhati-hati lagi dalam mengatur keuangannya. Kebetulan tempat kerjanya di daerah terpencil di Taiwan yang terkenal dengan pertaniannya. Hasil pertaniannya adalah Ubi dan jagung.

Tanpa malu, mbak Hani memungut ubi dan jagung yang berserakan tak terangkut oleh Buldozer dan dibawa pulang. Disaat tenaganya tidak dibutuhkan oleh kakek yang dirawatnya, Mbak Hani mulai bergerilnya membuat kripik dari ubi itu dan jagungnya dibuat Marning (tahu khan??). Mbak Hani menitipkan hasil olahannya itu di toko-toko dan hampir semua orang di daerah itu merasakan kripik dan marning buatannya.
Dari hasil jualan kripik dan marning Mbak Hani bisa menghemat uang gajinya.

Dan sedikit demi sedikit, tabungannya ngumpul. Saat itu Mbak Hani berani proses ke Canada dan nasib baik berpihak kepadanya.Dari Taiwan, berangkatlah Mbak Hani ke Canada. Negeri yang dulu hanya bisa dilihat di peta (mungkin) saat ini beliau bisa menginjakkan kakinya disana. Negeri yang nyaman dan damai, untuk mencari rejeki yang halal dan barokah katanya. Karena di Canada tidak ada istilah karyawan atau boss. Tidak ada istilah kaya atau miskin. Semua sama, yach.... sama-sama bayar pajaknya. Dan sampai saat ini, Mbak Hani sudah 3 tahun mengais rejeki di negeri salju itu.

Tulisan ini asli kiriman dari Mbak Hani yang sudah saya edit. Dalam tulisan Mbak Hani ini ada pesan yang disampaikan untuk kita-kita (yang belum pernah ke Canada tentunya). Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Kalau kita punya IMPIAN berusahalah untuk meraihnya meskipun biaya jadi kendalanya. Dari kisah Mbak Hani ini kunci kesuksesan adalah dengan rajin MENABUNG. Yach menabung untuk pergi ke Canada sebagai motivasinya. Kalau toh kita tidak jadi ke Canada, uangnya bisa kita buat modal usaha lain, iya toh. Sepertinya prinsip ini ga harus dipakai bagi yang ingin ke Canada saja. Bagi siapa saja yang punya Impian tapi ga punya biaya, dengan menyisihkan sebagian dari hasil keringat kita, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit" kata pepatah. hehehe

Ada yang berminat pergi ke Canada??? Bagi TKI yang belum puas kerja di negara-negara bagian timur, bisa pindah haluan ke negara bagian barat yang tentunya gaji jauh lebih besar daripada yang kerja di negara bagian timur. Untuk yang masih di Indonesia bisa juga jadi pilihan untuk mendapatkan dolar. Yang penting pandai-pandailah mengatur keuangan. Dengan usaha disertai do'a, insyaallah semua akan bisa tercapai kalau ALLAH mengijinkan. Kalau saya??? sudah cukup bersyukur dengan rejeki saya saat ini. Hehe.

Mungkin apa yang saya tulis kurang lengkap. Untuk mengetahui info lebih lengkap, anda bisa langsung kontak Mbak Hani melalui Facebook nya di sini. Semoga bermanfaat.

Mbak Hani yang berasal dari desa, tapi bisa sampai ke Canada dan tetap bisa mempertahankan kesederhanaannya. Ga kelihatan ya, kalau jadi TKW di Canada. hehe




Tidak ada komentar:

Posting Komentar